@nroshita@ich_ayu Ngeri sih tp kalo di ruangan sempit2an yaaa. Selama berbulan2 ini cuma pernah ke indomaret di jam2 sepi, dan sekali ke hypermart jam 7 pg pas buka. Itu jg berusaha secepat mungkin. Sampai rumah langsung bersih2 n mandi.
Penjaga toko lumayan tegas. Kan masker yg aku beli besar pdhl wajahku mungil ( juga jelita, ga relevan ya😂) ... jadi aja kadang melorot dikit di bagian hidung, bisa jadi juga krn hidung gw pesek sih. Nah pas tuh masker melorot dikit dr hidung, penjaga pasti negur, benerin neng!
Setelah sekitar dua minggu toko kecil buka, barulah toko besar boleh buka. Aturan tetap sama: pakai masker dan jaga jarak. Berhubung uda tiga bulan ga ke toko (cuma ke supermarket doang) , sampe skrg saya belum pernah masuk toko lagi😀. Paling ke toko bangunan beli pupuk.
Saat toko2 yg luasnya kurang dr 800 meter boleh buka, atiurannya ketat bgt! Ruang gerak perorang dihitung 20 m2. Contoh, dihitung aja kalo luas toko 100 meter2 dibagi 20 jadi 5 orang dalam waktu bersamaan, ga boleh masuk orang yg keenam kalo belum ada yg keluar toko.
Bagaimana toko-toko di #Jerman mulai dibuka setelah virus #corona mereda dan pelonggaran perlahan-lahan dilakukan? Pelan-pelan banget. Di tiap negara bagian di sesuaikan dengan kondisi masing2. Akhir April toko yg luasnya kurang dr 800m2 buka duluan.
Juara ini... Rapid test dah beli sendiri ke korsel, mobilisasi industri pengadaan alkes, bansos sembako nilai lbh gede dari provinsi yg APBDnya lbh gede.. N gak kebanyakan konpers...
انا لله وانا اليه راجعون
Gus Sholah baru saja wafat, pada pukul 20:55.
Mohon dimaafkan seluruh kesalahan.
Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fuanhu...
A damning report from Indonesian media, whether you speak Bahasa or not, it highlights the extensive efforts that authorities in Xinjiang have gone to to conceal the truth in their Potemkin press tours of the region. The 5-10 sanitised camps that journalists get shown ≠ Xinjiang
Extraordinary reporting from Indonesia's @NarasiNewsroom, using satellite imagery to uncover what was hidden from Indonesian delegations visiting specific, sanitized camps in Xinjiang: https://t.co/AVqgYIxRDq.
Masih ingat dengan Dokter Terawan Agus Putranto? Ia sempat bikin heboh media massa dengan praktiknya yang memberi harapan: mampu menyembuhkan stroke. Tirto dan @tempodotco menemukan kejanggalan pada praktik ini. Simak hasil kolaborasi kami segera!