@xendless_s Nama2 gali yg cukup "kawentar" di jogja, Slamet Gaplek, Parjono (digrebek berkali2 selalu lolos), Tikno, Joyo Temu, Kintoko
Ops Petrus cukup mencekam saat itu
@xendless_s Th 83-84 Dandim Kota Jogja Letkol Moh. Hasbi,
Operasi pembasmian Gali di Jogja cukup mencekam, bbrapa ttangga saya banyak yg di ciduk & pulang dlm keadaan tak bernyawa.
Memanggul jenazahnya ke pemakaman pun pada takut difoto & ditandai
Semangka yang ditanam nek inah dkk untuk menambah pendapatan, ternyata setiap kali mau panen, pasti hilang dicuri.
Pernah saat menjelang idul fitri, maksud hati ingin panen semangka untuk lebaran, tetapi semuanya hilang dicuri, hanya disisakan 1 buah yang akhirnya kami makan bersama2.
Hebatnya nek Inah, ketika kutanya apakah beliau masih mau menanam, beliau menjawab," Tidak tanam semangka, tapi tanam yang lain."
"Lho, nanti kalo dicuri lagi gimana?" tanyaku?
"Tanam terus, tidak boleh menyerah. kalo dicuri biarlah untuk sedekah." 😭
Beliau memberiku pelajaran besar tentang ikhtiar dan tawakkal.
Semoga sekarang engkau berada di tempat yang dimuliakan Allah, Nek. InsyaAllah semua kebaikanmu menjadikan Allah ridha.
Al-Fatihah
Operasi CIA di Iran 1953
Kudeta Iran 1953, yg dikenal dengan kode Operasi Ajax, adalah salah satu operasi intelijen paling kotor dan menentukan dalam sejarah modern.
Ini bukan teori konspirasi. Ini operasi faktual intelejen AS. Pada tahun 2013, CIA akhirnya mengakuinya secara resmi.
Pemicu: Nasionalisasi Minyak
Bermula ketika Perdana Menteri Iran yg demokratis, Mohammad Mossadegh, berani melakukan hal yg dianggap terlarang oleh Barat: menasionalisasi industri minyak Iran pada 1951.
Sebelumnya, kekayaan minyak Iran dikeruk habis oleh Anglo-Iranian Oil Company (sekarang BP) milik Inggris, di mana Iran hanya mendapat remah-remah keuntungan.
Inggris pun murka kemudian membujuk AS dgn narasi "bahaya Komunisme" untuk menggulingkan Mossadegh.
Operasi Ajax: Membeli Kekacauan
CIA mengirim agen Kermit Roosevelt Jr. (cucu Presiden Theodore Roosevelt) ke Teheran dgn koper penuh uang tunai.
Strateginya sangat licik:
Membayar Demonstran: CIA menyewa massa, preman, hingga tokoh agama untuk menciptakan kerusuhan buatan. Mereka dibayar untuk membakar toko, menyerang polisi, dan meneriakkan slogan anti-Mossadegh agar negara terlihat kacau (anarki).
Propaganda Hitam: CIA menyuap media massa lokal untuk menyebarkan berita bohong (hoaks) yg memfitnah Mossadegh sebagai komunis dan musuh Islam.
Menyogok Militer: Perwira-perwira militer Iran dibeli untuk berbalik mengkhianati pemerintahannya sendiri.
Hasil: Menanam Benih Dendam
Kudeta ini berhasil. Mossadegh dipenjara, dan Shah Mohammad Reza Pahlavi yg sebelumnya melarikan diri, dipulangkan ke singgasana sebagai diktator absolut yg setia pada Barat.
Keuntungan bagi AS pasca-kudeta:
Konsorsium Minyak: Perusahaan AS langsung mendapat jatah 40% saham minyak Iran, yg belum pernah mereka miliki sebelumnya.
Belanja Militer: Shah Iran adalah pembeli senjata AS terbesar; antara 1972-1977 saja, ia menghabiskan lebih dari US$16 miliar untuk jet tempur F-14 dan teknologi canggih lainnya. Ini menjadi subsidi besar-besaran bagi industri pertahanan Washington.
Patahnya Demokrasi: AS membuktikan bahwa mereka lebih memilih diktator yang patuh sebagai boneka AS seperti Shah Iran daripada pemimpin demokratis yg nasionalis seperti Mossadegh.
Konsekuensi Brutal:
Kesuksesan Operasi Ajax inilah yang menjadi alasan utama rakyat Iran membenci AS. Dendam yang menumpuk selama 26 tahun di bawah penindasan Shah (yang didukung CIA) akhirnya meledak dalam Revolusi Islam 1979.
Jadi, permusuhan AS-Iran hari ini bukanlah tanpa sebab; itu adalah buah dari "investasi" kotor CIA pada tahun 1953. Rakyat Iran menggulingkan Shah Iran dan mengusir AS melalui Revolusi Islam 1979 yg sampai saat ini berkuasa.
Trump mungkin bermimpi, bisa membalikkan sejarah Iran kembali ke tahun 1953, di mana AS bisa mengangkat kembali diktator boneka AS seperti Shah Iran.
Foto: Mossadegh tahun 1965 menjadi tahanan rumah oleh rezim Shah Iran sampai meninggal tahun 1967
Tulisan ini mengambil perspektif yang berbeda dari kejadian di Ngada...
Kami diajarkan bahwa Gereja berdiri di pihak yang miskin,
bahwa para suster, frater, dan romo meninggalkan kenyamanan dunia
demi melayani manusia, terutama mereka yang kecil dan tersisih.
Namun hari ini, iman terasa semakin mahal,
dan pendidikan justru menjadi barang mewah.
Sekolah-sekolah Katolik yang dibangun di bawah naungan susteran dan frater
berlomba berdiri megah,
namun uang SPP-nya menjulang tinggi,
tak terjangkau oleh anak-anak dari keluarga miskin.
Di mana letak keberpihakan itu?
Di mana suara Injil yang berkata:
“Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku”?
Kami bertanya dengan sedih, bukan dengan kebencian:
apakah para biarawan sungguh masih peduli pada kemiskinan
yang nyata di depan mata?
Ataukah misi kemanusiaan kini kalah oleh kebutuhan lembaga
dan kenyamanan hidup?
Ada anak di Ngada yang memilih mengakhiri hidupnya
karena orang tuanya tak sanggup membeli buku tulis dan pulpen.
Setiap hari ia makan umbi dan pisang,
sementara sekolah—yang seharusnya menjadi jalan harapan—
justru menjadi tembok yang tak bisa ia lewati.
Peristiwa ini bukan sekadar angka,
ini adalah luka kemanusiaan yang dalam.
Di saat yang sama,
kami melihat sebagian suster, romo, dan frater hidup berkecukupan:
makan enak, tidur nyaman, bepergian dengan mobil.
Kami tahu mereka juga manusia,
mereka juga butuh hidup.
Namun apakah wajar bila kenyamanan itu dibayar
dengan tertutupnya pintu pendidikan bagi yang miskin?
BAHKAN ADA DRAMA YG LAGI TREND... REAL BENAR TERJADI DI SD/SMP KATOLIK FAFORIT
KALAU TIDAK LUNASI UANG Sekolah TIDAK BOLEH IKUT UJIAN....!!! ANAK YG TDK LUNAS TERPAKSA GIGIT JARI !!KASIHAN......😭😭
Kritik ini lahir dari cinta,
dari harapan agar Gereja kembali pada wajah aslinya:
wajah yang sederhana,
wajah yang berpihak,
wajah yang berani menggratiskan pendidikan
demi masa depan anak-anak kecil.
Jika Gereja kehilangan kepekaan pada tangisan orang miskin,
maka bangunan sekolah semegah apa pun
akan terasa kosong.
Karena iman tanpa kemanusiaan
hanyalah simbol tanpa jiwa.
Miris, sungguh miris.
RIP (Yohanes Bastian Roja)
Bahagia bersama para kudus di Surga
DAN TERJADI LAGI
Sekelompok warga dengan brutal membubarkan aktivitas ibadah dan pendidikan agama serta menghancurkan rumah doa milik jemaat GKSI, di padang sarai, kecamatan koto tangah, kota Padang 27 Juli 2025
Dua orang anak2 terluka
Peristiwa seperti ini akan terus terjadi di negeri ini selama SKB 2 menteri tak dicabut dan selama FKUB tak berfungsi sebagaimana mestinya
Yaelah man... Maman. Malah datengi KPK dan sok2an mau jd pahlawan buat istri dan keluarga.
Ingat woi! Lu itu jd pejabat digaji rakyat. Kalau memang fakta ada surat permintaan kpd banyak KBRI utk pendampingan istri, kenapa ga lu kroscek aja langsung di internal dan ambil tindakan tegas ?
Kan itu jelas2 surat permohonannya pakai kop kementrian UMKM yg lu pimpin. Netizen udah kasih bukti, tinggal lu ambil tindakan. Memalukan!
Dagelan negeri ini. Poin 3 & 6 membagongkan!
Di akhir musyawarah, Forkopimcam Cidahu. Segenap Lembaga Keagamaan, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda membacakan pernyataan yang berisi.
1. Bahwa situasi dan kondisi di wilayah Kecamatan Cidahu kondusif dan siap memelihara Kamtibmas keamanan di wilayah Kecamatan Cidahu.
2. Tidak akan terulang kembali kejadian atau insiden tersebut.
3. Meminta jangan sampai lanjut ke proses hukum dan diharapkan diselesaikan dengan cara musyawarah mupakat.
4. Kami siap untuk mengganti kerusakan dan memperbaiki rumah tersebut.
5. Meminta kepada pemilik rumah agar rumah tersebut difungsikan sebagai rumah atau tempat tinggal dan tidak dijadikan rumah ibadah.
6. Bahwa insiden tersebut bukan pengrusakan tempat ibadah.
https://t.co/A71e4SggoO