If you’re in your 20s (and ambitious) do everything to move to those 4 cities
Yes people will mog you for paying extortionate rents for such little comfort but who cares, you’re not everyone, you’re on a mission, you’re here for greatness
London/NYC/Paris/SF are basically the golden 4. They’re not just big cities, they’re global sorting machines. People move there from all over the world because they want sth badly enough to accept all the downsides. The guy born in London can be lazy. But the 26yo Frenchman, Indian, American, Italian, Nigerian, Lebanese etc who voluntarily accepts the tiny flat, shit commute and absurd rent to be there has already self-selected pretty hard
And that selection compounds. I felt it instantly moving from my hometown in France to London. Growing up I was always “the ambitious one” in my friend group. Then you arrive in London and suddenly you feel extremely average. Everyone is trying to do sth. Completely changes your reference point for what a normal person can achieve
The other thing is just how many serious games are happening at once. If you know at 22 that you’re going to be a semiconductor engineer forever, maybe there are better specialised places. But most ambitious 24yos have absolutely no clue what game they’ll eventually want to play. In London/NYC/Paris you can accidentally become friends with people in PE, startups, politics, law, media, fashion, pharma, academia etc. Your finance friend dates someone in fashion, their roommate is building a startup, you meet someone in politics at dinner. Suddenly 5 completely different lives feel plausible
That’s insanely valuable when you’re young precisely because you don’t yet know which people / industries / opportunities will matter to your 34yo self
SF is the weird exception because it’s basically one giant concentrated bet on tech/AI. Much narrower than the other 3, but that game is so asymmetric rn that it deserves its spot. If you want to build at the frontier there’s probably no other place where your reference class changes that aggressively
And yh everyone keeps saying the internet made geography irrelevant. Maybe for information. Definitely not for trust/friendship. Anyone can learn from the same people online now, send the same cold DM, follow the same accounts. Much harder to replicate being the guy someone has had 20 dinners with, worked with, travelled with, introduced to friends and randomly bumped into for 5 years
When you’re 24 and nobody knows who tf you are, geography can do a lot of the work for you. You get invited because your colleague knows someone. You end up at a dinner because your friend needs a +1. Someone you met 3 years ago leaves and starts a company. Another moves to NYC. Another becomes a partner somewhere. Most of the ROI is completely impossible to predict upfront
Basically before you have your own gravity, borrow the city’s
At 45, if you’ve built the company / reputation / money / audience / network, you can go live in Tuscany, Mallorca, South of France or wherever and people will come to you. At 24 no one is coming lol. You should probably be where everything is happening
And tbh if you have the ability to move I wouldn’t spend 3 years waiting for the perfect job / apartment / timing. Get the shitty room, accept being poorer for a while, figure it out once you’re there. Your 20s are probably the cheapest years of your life to tolerate inconvenience anyway
You can optimise sqm, weather and comfort later
At 24 I’d rather maximise how many possible lives are available to me
Setiap kenaikan 1 cm lingkar paha menurunkan risiko kematian akibat penyakit jantung hingga 5-6% lebih rendah.
Orang dengan lingkar paha kecil (di bawah 55-60 cm) memiliki risiko kematian dini akibat penyakit jantung yang lebih tinggi.
𝗠𝗲𝗻𝗴𝗮𝗽𝗮 𝗯𝗶𝘀𝗮 𝗯𝗲𝗴𝗶𝘁𝘂?
Lingkar paha mencerminkan massa otot paha yang merupakan indikator:
-Massa otot tubuh keseluruhan
-Kesehatan metabolik yang lebih baik
-Cadangan fisik yang lebih baik saat usia lanjut
Semoga bermanfaat!
Sumber Ilmiah:
-Thigh Circumference and Risk of All-Cause, Cardiovascular and Cerebrovascular Mortality: A Cohort Study
There is a Japanese Legend that says:
"Whether it's a machine, a house, or a relationship. Maintenance is always cheaper than repairing." What you don't maintain, you eventually lose.
Tanpa menggunakan obat... apa senjata paling kuat melawan kecemasan dan depresi?
Bukan motivasi.
Bukan affirmasi.
Bukan “pikir positif”.
Tapi tiga hal ini:
1. Olahraga teratur
Gerak dulu, baru mood ikut. Bukan sebaliknya.
30–45 menit, 4–5 kali seminggu sudah cukup untuk banyak orang.
Jalan cepat, lari, angkat beban, sepeda — pilih yang paling mungkin kamu lakukan konsisten.
2. Tidur yang dijaga
Kalau tidur berantakan,
semua usaha lain jadi jauh lebih berat.
Ini bukan pelengkap.
Ini fondasi.
3. Berhenti menghindar
Depresi dan cemas suka bilang “nanti saja”.
Lawan itu.
Lakukan 1 hal kecil yang biasanya kamu tunda karena tidak ada mood.
Setiap hari.
Ringkasnya:
Gerak.
Tidur.
Jangan kabur dari tugas kecil.
Konsisten lebih penting daripada sempurna. Mulai dari yang paling mudah hari ini.
Semakin tinggi jabatannya, semakin sedikit kepastiannya dan beda cara mikir nya :
1. Staff: Kerjain jobdesc tepat waktu, masalah jelas, solusi pasti.
2. Manager: Mikirin tim + sistem, keputusan sudah berdampak berantai.
3. Direktur/CEO: Mikirin arah 3-5 tahun ke depan, risiko, konsekuensi, & ketidakpastian.Semakin naik level, semakin sedikit kepastian.
ini disebut "Stratified Systems" Theory-nya Elliott Jaques.
Super agree!
Decision making muscle ini super penting karena efeknya langsung ke efisiensi kerja.
Orang yang terlatih taktis dalam decision making itu naturally fokus ke pareto dan bisa ignore noise.
Sementara yang ga terlatih cenderung ngetreat semua informasi seolah2 sama pentingnya, akhirnya sering kedistract noise, kerja ga efisien.
Dari pengalaman kerja di private capital investment yang terbiasa deciding strategic decisions with minimum info, either datanya bolong, waktunya kurang, atau dua2nya.
Dua decision making techniques ini yang selalu bantu saya:
1. Deal killers first.
Dengan info minim, urutan bertanyanya dibalik. Jangan cari data yang mengkonfirmasi thesis, cari 2-3 hal yang bisa KILL thesis.
Kalau lolos, sisanya detail yang bisa dinego.
Kalau ga lolos, stop.
Saving weeks of team and board resources.
Nobody’s time wasted.
2. Sizing effort by reversibility. Keputusan yang murah di-undo, decide cepat walau data kurang.
Sementara yang mahal atau irreversible, boleh diperlambat.
Sering lihat orang kebalik, mikirin hal kecil sampai berminggu2, tapi buru2 di decision besar.
Aku udah baca buku setebal 800 halaman karya Robert Sapolsky, seorang profesor neurosains yang udah meneliti otak manusia selama hampir setengah abad lamanya.
Satu hal paling menarik yang kutemukan:
Otak kita itu bukan satu, tapi kayak 3 lapisan yg fungsinya beda-beda.
Kalau paham soal 3 lapisan ini, kita bisa menentukan dengan lebih baik bagian otak mana yang tepat digunakan saat kerja dan ambil keputusan penting.
Yuk kita bahas rangkuman tips & trick-nya!
A thread 🧵 by Narasi Visual
I pernah baca yang manusia memang kena kerja sebab kerja tu provide purpose dan tujuan dalam hidup.
Kalau terlalu lama tak kerja, manusia akan cari & buat kerja sendiri, just to fill the void.
And the irony is, having jobs and being busy, make us more appreciative toward mundane and small things.
You need 3 wins every day:
A physical win - Walk, run, lift, swim.
A mental win - Read, write, learn, create.
A spiritual win - Pray, reflect, meditate, grow.
kita capek bukan karena hari ini berat,
tapi karena pikiran kita ga pernah berhenti lari ke masa depan.
lagi mandi mikirin sarapan, lagi makan mikirin kerjaan, lagi kerja mikirin setelah ini apa, lagi di rumah mikirin besok.
punya rencana itu perlu, tapi jangan lupa buat benar-benar hadir dan menikmati apa yang sedang kita jalani sekarang.
[AI Noon]: Kortisol tinggi kronis itu SILENT KILLER.
Kamu gym tiap hari, makan bersih, kerja keras — tapi tetap:
- Lemak perut nggak mau turun
- Capek tapi nggak bisa tidur
- Fokus ancur, gampang kesal
- Muka kusam, rambut rontok
Masalahnya bukan usaha kamu kurang. Masalahnya KORTISOL.
🧵 Thread tentang apa itu kortisol, kenapa berbahaya, dan daily plan untuk mengatasinya 👇
[AI Noon]: APA ITU KORTISOL?
Hormon "fight or flight" dari kelenjar adrenal. Seharusnya:
- NAIK pagi (bangunin kamu)
- TURUN malam (bikin ngantuk)
Tapi gaya hidup modern — 6 kopi, scrolling jam 2 pagi, meeting nonstop, kurang tidur — bikin kortisol TINGGI TERUS 24/7.
Tubuhmu nggak bisa bedakan antara dikejar singa dan inbox menumpuk. Respons stresnya SAMA. Dan nggak pernah mati.
I have a co-worker who never announces anything. You don’t know she applied for a promotion until she’s already in the new office. You don’t realize she bought her own place until she casually mentions “heading home to finish painting.” She doesn’t post milestones. Doesn’t crowdsource opinions. Doesn’t invite commentary.
I used to think she was secretive. That success was supposed to be shared loudly. That excitement needed an audience.
Now I see it differently.
She moves with intention. Quiet. Focused. Certain. Her plans are protected while they’re still fragile. Her joy isn’t diluted by outside noise. She lets things grow roots before she shows the world the bloom.
It isn’t secrecy. It’s discernment. It’s peace. It’s self-trust.
Sometimes the strongest people are the ones who build their lives softly, without applause, and let their results speak when they’re ready.
Never understood why some public officials treat a PhD like a checkbox. Its a research degree, not a status badge. A real PhD takes YEARS of deep work n research. If someone can run a full public office while “doing” one, either they r superhuman... or the standards arent what they should be..
Salah satu alasan mengapa mahasiswa teknik perlu lebih sering mengkaji persoalan sosial dan humaniora adalah karena 2 hal: Kredibilitas keilmuan mereka hampir selalu hanya bertumpu pada kemampuan memberi prediksi dan peringatan dini bukan komentar retrospektif. Dan yang paling penting: mereka terbiasa berakuntabilitas langsung akan hasil kerjanya.
Jika seorang insinyur sipil merancang bangunan dan bangunan itu roboh, ia bisa dipenjara. Ia harus memprediksi kegagalan struktural. Ia tidak bisa bersembunyi di balik niat baik, konteks sosial, atau alasan bahwa “implementasinya kurang sempurna”.
Sekarang bandingkan dengan seorang ekonom yang, melalui rekomendasi atau prediksinya, berkontribusi pada kebangkrutan sebuah negara. Apakah ia masuk penjara? Hampir tidak pernah. Kegagalan biasanya dijelaskan ulang sebagai kesalahan aktor, situasi global, atau kurangnya komitmen bukan kegagalan model analisisnya.
Ini BUKAN seruan untuk menutup fakultas-fakultas sosial dan humaniora. Ini adalah upaya menjelaskan apa yang seharusnya dihargai masyarakat sebagai mata uang keilmuan: Tantangan intelektual yang sesungguhnya bukanlah seberapa fasih kita menjelaskan setelah kejadian, melainkan apakah kerangka analisis yang kita gunakan mampu mengantisipasi hasil sebelum peristiwa itu terjadi. Akuntabilitas itu penting dan itu bukan hanya ranah orang teknik. In fact, sophisticated soshum scholars understand this very well.
Nomor 1 itu namanya "Kerja"
Nomor 2 & 4 itu namanya "Self-Help"
Nomor 3 itu "Habit"
Hobi itu justru harusnya meaningless, buang waktu, tapi melakukannya bikin hepi.
Hobi nggak usah dikasi tujuan atau makna, guys.
Gila nanti kalian.
Job market lagi sampah, tapi cara ini masih works sampai sekarang, post your work atau market yourself guys,
Saya jg masih gitu kok kadang, walau frekuensi untuk postnya jadi jarang, dan lebih sering networking offline,
Bukan solusi yang bulletproof tapi daripada hanya menunggu 👍