HAPPY INDEPENDENCE DAY INDONESIA🇮🇩🇮🇩
Udah 2021..masih jaman neh bilang arab kadrun, tionghoa/cina antek asing??!! Yok dah baca sejarah. kedua etnis ini yg emang ikut berperan penting dibalik kemerdekaan Indonesia
*
FYI sbnernya ini udah ane share di sg taun lalu
[A THREAD]
Trading Halt dan Potensi Lengsernya Prabowo
18 Maret 2025 menjadi hari yang mungkin akan dicatat sebagai sejarah bagi banyak orang di Indonesia, khususnya pelaku saham. Pada pukul 11:19 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk lebih dari 5%, turun 325,03 poin ke angka 6.146,91. Atas anjloknya harga saham, BEI harus menghentikan perdagangan sementara (trading halt), sesuatu yang terakhir kali terjadi saat pandemi COVID-19 melanda di Maret 2020.
Bayangkan, pasar saham yang biasanya ramai tiba-tiba “diam” karena semua panik. Namun, fenomena ini bukan hanya tentang saham atau uang di dompet para investor. Fenomena yang terjadi hari ini, berkaitan dengan cerita tentang hidup kita sehari-hari. Misalnya, harga beras yang naik, pekerjaan yang goyah, sampai harapan yang mulai pudar. Nah yang menjadi pertanyaan, “Apa yang sebenarnya terjadi di pasar saham?”.
Kalian bisa membayangkan kalau IHSG diibaratkan seperti termometer yang mengukur kesehatan ekonomi kita, dari akhir 2024 di angka 7.163, sekarang menjadi 6.146, turun lebih dari 11% dalam tiga bulan. Investor asing kabur membawa Rp 24 triliun, termasuk Rp 3,47 triliun sehari setelah Danantara diresmikan tanggal 24 Februari 2025. Trading halt diibaratkan sebagai tombol darurat yang ditekan oleh BEI, karena semua orang buru-buru menjual saham mereka.
Apa sih yang menyebabkan BEI menekan tombol darurat? Di dalam negeri, menurut saya terdapat tiga “biang kerok”: (1) Danantara, (2) pemotongan APBN, dan (3) RUU TNI. Sedangkan di luar negeri, tarif baru dari United State, perang Rusia-Ukraina, serta ekonomi US yang sedang sakit, membuat suasana tambah runyam. In my humble opinion, fenomena yang terjadi ini bukan hanya tentang angka, tetapi tentang kepercayaan yang ambruk.
-Sebuah Esai-
Harga Naik, Tapi Dompet Kosong
Harga barang per Februari 2025 mengalami kenaikan sebesar 2,75% jika dibandingkan dengan tahun lalu, sedangkan londo ireng berkata bahwa fenomena ini masih aman, katanya. Namun, ketika trading halt terjadi, rupiah jatuh ke Rp 16.400 per dolar dari Rp 15.800 di akhir 2024, membuat barang impor harganya menjadi mahal, begitu juga dengan harga beras (hasil impor) yang mengalami kenaikan sebesar 4,1%, sedangkan untuk bensin diperkirakan akan menyusul karena Indonesia masih melakukan impor minyak mentah. Mungkin saja nanti bensin harganya akan naik sebesar 3,5%, atau mungkin lebih parah di pertengahan 2025.
Nah di sisi lain sebagai kabar baiknya, karena orang-orang mengalami ketakutan untuk berbelanja, akan ada barang-barang seperti rumah yang justru malah turun harganya, seperti halnya di Jakarta sebuah rumah sudah mulai turun harganya sebesar 1,5%.
Kabar baiknya yang lain, bukan hanya Indonesia saja yang mengalami ketidakpastian ini, karena negara lain juga sedang mengalami kekacauan yang sama. United State membuat kebijakan atas tarif yang baru per Maret 2025, sehingga membuat barang Indonesia menjadi susah untuk dijual ke sana. Sementara itu, perang Rusia-Ukraina membuat harga minyak semakin mahal, serta ekonomi US yang sedang sakit membuat investor memilih kabur ke negara yang lebih aman.
Namun sayangnya, Indonesia bukan termasuk sebagai negara yang aman bagi investor untuk saat ini, karena adanya ketidakpastian investasi yang disebabkan oleh faktor-faktor yang sudah saya jelaskan di atas. Nah harapannya, andai iklim di dalam negeri memiliki kepastian seperti Danantara yang dikelola dengan sangat profesional, APBN yang tidak dipotong, RUU TNI yang tidak dibuat dengan buru-buru, mungkin saja keadaan kita tidak akan separah ini. Sayangnya, Indonesia justru membuat masalah sendiri di tengah badai ekonomi yang sedang melanda banyak negara.
First of all, I need to clarify that it was @FlyFrontier not AlaskaAir.
Lady who comes to me with questions was very rude from the very beginning, even though I speak very decent English and can understand everything and agreed to assist, she still insists on removing me from my seat. What was the base for that, racial, national or other one, I'm not sure.
But after 2 minutes of conversation, she called security and I was deplaned from this aircraft, after 1,5 hour I boarded another airline one and left to my destination.
I did my best to stay calm and respecttul as you can see on the video.
But those crew members could do better next time and just be nice with clients.
Gara-gara 5 lukisan mirip Jokowi ini, pameran tunggal Yos Suprapto yang seharusnya dibuka kemarin (19/12) di Galeri Nasional, batal. Pintu ruang pameran di Galeri Nasional dikunci.
Era sensor dan pembungkaman terhadap karya seni di bawah rezim Prabowo resmi dimulai?
Beneer kaaan bagasinya masih di CGK dan ga di transfer ke YIA. UNTUUUUNG udah trust issued! Coba klo percaya sama crewnya ga bakal kebawa tuh koper. ASLI KESEL GA MAU NAEK LION GROUP LAGI!!!
Pelajaran penting “jangan percaya info dari crew @BatikAirINA pramugari sampe crew yg jaga di gateny karena 2 kali berturut-turut ga bisa dipegang omongannya! Jadinya ketinggalan pesawat. Seenak udel reschedule jam keberangkatan walau diinfoin kurang dari 24 jam ya masih maklum
Ga cuma itu, pas nanya bagasinya gimana katanya aman ga perlu ambil lg Karena udah di transfer ke YIA. Masih belum percaya karena logika aja flight pertama aja ngaret mana mungkin sempet transfer bagasi. Akhirnya mastiin lg sambil suruh orang cek, ga lama kemudian