Momen olahraga terbaik Indonesia pekan ini:
✅Leo/Daniel reuni lagi stlh pisah hampir 2 thn.
✅Daniel bermain utk kali pertama stlh absen 1 thn krn cedera lutut serius.
✅Juara Thai Open, gelar pertama MD🇮🇩 di Super 500+ thn ini.
✅Kalahkan Seeded 1.
PARAH !!!
50 Santriwati Anak Yatim dan Dhuafa yang Dicabuli Kiai, Lalu yang Hamil Dinikahkan. Kadang Semalam Menggilir 2 Santriwati sekaligus dikamar tidurnya, itu bukan KHILAF Tapi Kejahatan Keji. Si Kiai sengaja buat Pesantren dalam rangka mengumpulkan Daun Muda dibawah Umur untuk Memuaskan Diri, Merasakan yang masih berwarna Pink, Liang Sempit tanpa Bulu (Bulu Jagung) Seperti Para Pelaku Penuntut Ilmu Hitam, Mengorbankan Para Gadis, Menghirup Wanginya
Selangkangan Perawan. Di Setiap Tahun Ajaran Baru, Membuka Pendaftaran Santri/Santriwati dengan Program GRATIS Agar Kiai bisa Menikmati yang Gratisan, Yang Hamil Cukup Dinikahkan. 50 Orang mungkin hanya Permukaan, yang tidak terungkap mungkin saja lebih Menyesakkan. Nauzubillah tsummanauzubillahiminzalik.
Kasus dugaan pencabulan mencuat di sebuah pondok pesantren di Pati. Seorang oknum kiai berinisial S diduga telah mencabuli puluhan santriwati bahkan ada yang hingga hamil, dengan jumlah korban diperkirakan mencapai 50-an santriwati. Peristiwa ini disebut telah berlangsung selama beberapa tahun, namun baru dilaporkan pada 2024.
Mayoritas korban merupakan santriwati usia SMP, banyak di antaranya berasal dari keluarga kurang mampu. Modus pelaku diduga dengan mengancam korban agar mau menuruti permintaannya, seperti menemani di kamar, dengan ancaman dikeluarkan dari pesantren. Hingga kini, kasus tersebut masih menjadi sorotan dan didorong untuk diproses melalui jalur hukum
By COACH ADDIE Journalist & Behavior Analyst.
INDONESIA LOLOS KE SF UBER CUP 2026!
Indonesia🇮🇩vs Denmark🇩🇰 3-1
✅Putri Kusuma Wardani vs Line Christophersen 21-12, 21-15
❌Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi vs Line Kjaersfeldt 15-21, 16-21
✅Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari vs Amalie Cecilie Kudsk/Mette Werge 21-19, 21-11
✅Ester Nurumi Tri Wardoyo vs Amalie Schulz 21-13, 21-18
Putri KW membuka jalan. Ester memastikan kemenangan, tdk menyia2an kesempatan setelah kemenangan solid Ana/Trias.
Selamat Tim Uber Indonesia!
📸: PBSI
@annisabayyina_@surya_bukan@obyeto@hrdbacot PNS/ASN orientasinya lebih ke pelayanan publik kak, ada juga pemasukan negara yg namanya PNBP. Kalo pelayanan publik ga jalan, ekonomi juga ga jalan, mereka juga penghasilannya dikenai pajak. Sama2 buruh juga kak, sama2 kelas pekerja, swasta/negeri masing2 punya porsinya sendiri.
Retorika Naif Prabowo di Jepang
Pernyataan Presiden Prabowo di Jepang, "Indonesia saat ini bukan Indonesia yang Anda kenal 20-25 tahun lalu," mungkin dimaksudkan sebagai pemantik optimisme.
Namun, di telinga para penguasa ekonomi dan birokrat Tokyo, kalimat ini justru terdengar naif, jika tidak ingin disebut sebagai bentuk "meremehkan" intelektualitas mitra strategis.
Ada sesat pikir yg terselip dalam retorika itu.
Prabowo seolah-olah berasumsi bahwa investor dan diplomat Jepang baru saja bangun dr tidur panjang selama 2 dekade.
Kenyataannya, Jepang adalah salah satu investor paling tekun yg mencatat setiap denyut nadi ekonomi kita.
Mereka tidak mengenal Indonesia melalui brosur pariwisata, melainkan lewat laporan audit, indeks korupsi, dan kerumitan birokrasi yg mereka geluti setiap hari di lapangan.
Berpidato seolah-olah menganggap mereka "tidak mengenal lagi Indonesia" selama 20-25 tahun adalah kenaifan diplomatik.
Sejak krisis 1998 hingga transisi dari SBY ke Jokowi, raksasa manufaktur Jepang seperti Toyota atau Mitsubishi dan perusahaan2 besar lainnya tetap di sini, memetakan risiko & beradaptasi dgn setiap pergantian rezim.
Mereka mengenal Indonesia lebih dalam dr sekadar pidato seremonial.
Mereka mengamati "Indonesia yang dulu" dan "Indonesia yang sekarang" secara cermat, tanpa kejutan yg tiba-tiba muncul dari balik tirai. Apalagi dari orang yg baru menjabat 17 bulan.
Alih-alih memberikan impresi tentang kemajuan, pernyataan ini justru berisiko menjadi bumerang.
Ada kesan "underestimete" terhadap ketajaman riset intelijen bisnis Jepang.
Pidato yg seolah-olah "memperkenalkan kembali" Indonesia ini justru menegaskan bahwa kepemimpinan baru kita mungkin terlalu sibuk dgn polesan citra, sampai lupa bahwa para pemain global sudah memegang data yg jauh lebih akurat drpd sekadar retorika di atas podium.
Menjual narasi bahwa mitra anda tidak mengalami anda selama 20-25 tahun di hadapan mitra yg telah setia puluhan tahun bukan hanya terasa ganjil, tapi juga menunjukkan betapa jauhnya jarak antara ego politik domestik dgn realitas diplomasi ekonomi global.
#intinyadeh Hendrik Irawan (mitra mbg) membalas kritik netizen soal MBG dengan joget gemoy sambil flexing cuan 6 juta / hari.
Videonya di repost akun lain yang bikin dia jadi semakin viral dan semakin dihujat.
Kemudian atas dukungan dari dirinya sendiri dia mendatangi Polres Cimahi untuk melaporkan akun yang mengupload videomya.
🚨REST IN POWER🚨
ARIANTO TAWAKAL,
AFFAN KURNIAWAN,
GAMMA RIZKYNATA OKTAFANDY
LA RANDI,
MUHAMMAD YUSUF KARDAWI,
AFIF MAULANA,
IKO JULIANT JUNIOR,
SUMARI,
ALFARISI BIN RIKOSEN,
RHEZA SENDY PRATAMA,
ANDIKA LUTFI FALAH,
FAIZ AL FIKRY,
PURWO ADI UTOMO,
135+ KORBAN TRAGEDI KANJURUHAN.
Mengapa Soeharto tak ditangkap setelah jatuh pada 1998?
Pada tahun 2000, Gus Dur berusaha melakukan itu.
Gus Dur berusaha menangkap Soeharto dan keluarganya.
Sidang dijadwalkan pada 14 September 2000.
Pada 13 September 2000, bom raksasa meledak di Bursa Efek Jakarta.
15 orang tewas terburai menjadi potongan-potongan kecil. Tubuh mereka hancur berceceran oleh bom mobil raksasa yang diparkir di basement Bursa Efek. Puluhan lainnya terluka parah.
Asap tebal membumbung di tengah-tengah SCBD di jantung perekonomian Indonesia. Gedung-gedung kantor besar perusahaan multinasional, bank, dan pemerintahan yang berisi ratusan ribu karyawan dilanda kepanikan dan dievakuasi.
Bom teroris besar itu menyebabkan kepanikan yang lebih besar.
Saat itu, Indonesia sedang tertatih-tatih memulihkan diri dari krisis 1997 dan mengembalikan kepercayaan internasional.
Kesejahteraan ekonomi ratusan juta rakyat bergantung pada kesuksesan pemerintahan Gus Dur melakukan hal itu.
Bom teroris di Bursa Efek sangat menggoncangnya. Harga saham jatuh. Indonesia terancam roboh kembali.
Jika Indonesia tak stabil, jutaan rakyat terancam kembali jatuh miskin dan menganggur.
Tentu saja, secara teori, jika Indonesia roboh, Soeharto dan keluarga Cendana tak akan bisa ditangkap.
Keluarga Cendana tidak akan pernah bisa ditangkap polisi apabila tidak ada polisi dan tidak ada penjara karena Indonesia bubar.
Siapa dalang bom teroris tersebut?
Kecurigaan tentu langsung tertuju pada keluarga Cendana, terutama Tommy Soeharto.
Alasan pertama, serangan bom teroris terjadi satu hari sebelum persidangan kedua yang seharusnya menyeret Soeharto dan keluarganya ke peradilan hukum.
Alasan kedua adalah Gus Dur yang langsung mengumumkan bahwa Tommy adalah tersangka utama dan memerintahlan pemeriksaan. Gus Dur sebagai presiden tentu berkuasa atas informasi intel.
Alasan ketiga, sebelumnya Tommy sudah terlibat dengan serangkaian kasus bom dan penembakan.
Lima bulan sebelumnya pada 13 Maret 2000, Tommy diseret ke hadapan Komisi V untuk diperiksa tentang kasus korupsi dan kegilaan monopoli cengkeh BPPC.
Pada saat itu, jendela ruang rapat Komisi V tiba-tiba ditembak orang misterius dengan senjata api.
Anggota Komisi V merasa sangat terancam. Bagaimana kalau yang ditembak berikutnya bukan jendela kosong, melainkan kepala mereka? Atau kepala anak mereka?
3 bulan kemudian, pada 4 Juli 2000, Tommy diseret Jaksa Agung Marzuki Darusman untuk diperiksa di Kejaksaan Agung.
Satu jam setelah Tommy meninggalkan gedung, gedung Kejaksaan Agung meledak oleh bom.
Ternyata yang meledak seharusnya dua bom. Tetapi salah satu bom untungnya gagal meledak.
Dua bulan kemudian, pada 31 Agustus 2000, sidang pertama kasus korupsi Soeharto dan keluarganya digelar.
Tiba-tiba, bus yang diparkir mencurigakan di samping tempat persidangan meledak. Ada orang yang menaruh bom besar di situ.
2 minggu kemudian, sehari sebelum sidang kedua pengusutan keluarga Cendana, terjadilah bom di Bursa Efek yang sangat brutal dan mengerikan ini. Ini adalah pengeboman teroris paling mematikan sejauh ini.
Gus Dur memerintahkan penyelidikan untuk mengusut Tommy dan antek-antek gerombolan premannya yang diduga keras menjadi dalang terorisme pengeboman Bursa Efek itu.
Pada saat itu, Menteri Pertahanan Mahfud MD menjadi sangat resah.
Ia membaca pola ancamannya: jika Gus Dur terus menginvestigasi Soeharto, gerombolan keluarga Cendana, dan pundi-pundi raksasa kekayaan pribadi hasil rampokan mereka selama 20 tahun terakhir, Indonesia akan terus digoncang bom dan instabilitas. Ini sudah masuk ranah ancaman pertahanan nasional.
Mahfud seakan membaca tulisan yang ditulis dengan darah orang-orang Bursa Efek: "Jika kamu terus mengusut, Republik ini akan jatuh."
Gus Dur bebal. Dua bulan kemudian, Gus Dur menolak permohonan grasi yang dengan sangat belagu diajukan Tommy Soeharto. Saat itu Tommy baru saja didakwa korupsi memaling aset tanah Bulog dan akan segera dipenjara.
Apa yang dilakukan Tommy? Ia kabur dan menjadi buronan.
Pada 14 November 2000, polisi mengirim 18 tim untuk melakukan penggerebekan di 18 lokasi. Sebanyak 206 anggota polisi diturunkan untuk melakukan penggerebakan serentak, termasuk di rumah Soeharto di Jalan Cendana, Jakarta.
Gagal. Tommy tak bisa ditemukan.
Sebulan kemudian, rentetan bom teroris kembali meledak, yaitu pada Malam Natal 24 Desember 2000.
Yang ini sangat mengerikan.
23 gereja berbeda yang tersebar di Batam, Pekanbaru, Jakarta, Mojokerto, Bandung, Ciamis, dan Lombok hancur oleh bom teroris yang dijadwalkan meledak serentak.
Serangan bom serentak ini menewaskan jemaat Kristen yang sedang berdoa, juga menewaskan Riyanto, anggota Banser NU yang ditugaskan menjaga gereja dari ancaman teroris. Ia mati syahid ketika berusaha menjauhkan bom dari para jemaat gereja.
Beberapa minggu kemudian pada Januari 2001, salah satu teman dekat Tommy, Elize Tuwahatu, berhasil ditangkap oleh Polda Metro Jaya. Elize tertangkap basah membawa-bawa tiga buah bom raksasa dari Tommy.
Dari mulut Elize dan pelapornya, berbagai kelakuan Tommy berhasil dibongkar.
Ternyata, berapa hari setelah Bom Malam Natal, Elize ditugasi Tommy untuk menyusun rencana membunuh Jaksa Agung Marzuki Darusman serta Menteri Industri dan Perdagangan Luhut Binsar Pandjaitan dengan bom.
Bom pertama dan kedua ditujukan pada Marzuki dan Luhut, yang dianggap mengancam pundi-pundi raksasa kekayaan dan aset keluarga Cendana.
Apabila Luhut berhasil dibunuh dengan ledakan bom, kematian sadisnya juga akan mengguncang stabilitas industri dan perdagangan Indonesia, mengingat jabatan strategis Luhut saat itu.
Menperindag sebelum Luhut adalah Jusuf Kalla. Menperindag sebelum Jusuf Kalla adalah Rahardi Ramelan di zaman Habibie. Menperindag sebelum Rahardi Ramelan adalah Bob Hasan, operator bisnis keluarga Cendana.
Barangkali Luhut yang saat itu jadi anak buah Gus Dur menyentuh "sesuatu" yang membuat keluarga Cendana dan kroninya (seperti Bob Hasan) sangat marah.
Selain Marzuki dan Luhut, kedua bom itu juga diharapkan memutilasi dan membunuh acak sebanyak-banyaknya staf Kejaksaan Agung dan staf Kemenperindag dan menciptakan sebesar-besarnya teror dan kekacauan nasional.
Bom ketiga ditujukan untuk memutilasi dan membunuh acak sebanyak-banyaknya staf di kantor Direktorat Jenderal Pajak untuk semakin menebar teror di sektor-sektor kunci pemerintahan dan kestabilan ekonomi.
Tommy sendiri ternyata memiliki penyuplai bom yang menurut investigasi kepolisian diduga adalah suatu oknum pengkhianat negara di Kopassus. Secara semangat korsa, ini sangat menyedihkan mengingat Luhut sendiri adalah mantan komandan Kopassus. Tetapi memang, pada zaman Soeharto, Kopassus sempat dipimpin oleh orang yang sangat dekat dengan keluarga Cendana.
Enam bulan kemudian, pada Juli 2001, tragedi kembali terjadi. Hakim yang sedang mengusut Tommy Soeharto, Syafiuddin Kartasasmita, dibunuh dengan sangat brutal di tengah jalanan Jakarta menggunakan senapan mesin ketika sedang menuju tempat kerjanya.
Hakim Syafiuddin ini mati syahid dengan tubuh berlubang-lubang. Kematian mengerikannya sangat menghebohkan Indonesia.
Pembunuhan Hakim Syafiuddin yang luar biasa sangat sadis inilah yang ternyata berhasil digunakan penegak hukum untuk mengumpulkan cukup bukti tak terbantahkan untuk menangkap Tommy Soeharto.
Dalam suatu periode drama kehebohan nasional yang membuat rakyat menempel ke TV, Tommy si Penjahat Nomor Satu diburu oleh penegak hukum.
Tim sangat elite ini diberi nama Tim Kobra dan dikomandoi oleh perwira lapangan bereputasi cemerlang yang sedang naik daun saat itu, Tito Karnavian. Meski begitu, awalnya penyelidikan mengalami kebuntuan.
Menggunakan penyadapan sinyal telepon dan pengamatan intel, lokasi Tommy diisolasi ke sebuah rumah di Bintaro Jaya, Tangerang Selatan.
Akhirnya Tommy berhasil digerebek, diseret keluar, dan ditangkap sebagai hewan buruan terbesar pemerintahan Gus Dur pada 28 November 2001, 4 bulan setelah Syafiuddin mati dibunuh.
Tommy dipenjara selama beberapa tahun dan hidup mewah di penjara dengan sofa, kulkas, TV, dapur, dan akses untuk bermain golf di Jakarta.
Tommy bebas dengan masa tahanan yang sangat dipotong remisi. Setelah bebas, ia langsung berusaha membeli Golkar pada tahun 2009 dengan pundi-pundi raksasa kekayaan keluarganya. Ia dikalahkan Aburizal Bakrie.
Gus Dur sendiri tidak sempat melihat Tommy ditangkap dari posisi menjabat sebagai presiden.
Gus Dur keburu digoncang dengan Operasi Semut Merah dan berbagai krisis politik.
Akhirnya, Gus Dur kalah dan digulingkan dari kursi kepresidenan pada pertengahan 2001.
---
Itulah bagaimana keluarga Cendana berhasil lolos dari jerat hukum.
Soeharto mati dengan pulas dan santai pada tahun 2008. Tubuhnya dikubur di suatu ancient temple mistis di atas bukit yang tersembunyi di tengah hutan lebat kaki Gunung Lawu yang angker, seperti seorang raja Jawa kuno. Ketika gw solo travelling ke situ dengan motor, templenya dijaga segerombolan penjaga.
@tempodotco Barusan dikirimin foto oleh pihak Sekolah anak saya (TK), ini MBG untuk seminggu ke depan. SEMINGGU KE DEPAN. DIKIRIM BAHANNYA DOANG. KURANG KOCAK APA COBA INI?🤗
Untung dari awal saya udah ijin Guru-guru di Sekolah bahwa anak saya ga saya kasih MBG🤗
As a woman who grew up as a tomboy in the 90’s, I’m so grateful that this stuff wasn’t happening then! I got to play sports, play with the boys, and dress the way I wanted with no one trying to convince me that I wasn’t still a girl! I still love all of those things but am delighted with being a woman and those interests helped me raise four boys and be able to relate to them as well.
Jujurly bbrp hari terakhir menghindari medsos krn mixed feeling bacain TL after kalah…even tetangga depan rumah yg nonton langsung 2 match itu update story terus. Hari ini udah mulai kuat wkwkwkw terus makin “dewasa” baca convo di sini 😌
@utdfocusid Nih orang baru beneran ngikutin Timnas ketika udh oke dibawa asuhan STY, tp seakan plg tau. Ga ngaca gmna strugglenya Timnas diawal kepelatihan dia. Lalu ketika round 3 blm selesai, dg entengnya bilang 6 match 6 poin ya layak dipecat. Bro pikir Timnas kita udah setara Belanda.