Ini tanggapan saya soal obrolan dengan Prof Kiki, penulis buku "Palu Arit di Ladang Tebu".
Menurut beliau, jumlah korban dari kalangan PKI tidak sebesar angka yang biasa disebut para peneliti Barat dalam "sensus" mereka.
Saya juga menyampaikan bahwa di masa itu lazim terjadi seseorang kehilangan nyawa tanpa melalui proses hukum, bahkan hanya karena tudingan ringan seperti "dia PKI!". Tudingan sesepele itu sudah cukup untuk mengakhiri hidup seseorang.
Saya paham penyebutan "Bans*r" di sini merujuk pada salah satu paramiliter yang dulu diberdayakan TNI untuk menjadi pelaksana di lapangan. Istilah akademiknya 'nabok nyilih tangan', memukul dengan meminjam tangan orang lain.
Peristiwa itu memang nyata. Seperti di kawasan Pantura, dekat tempat tinggal saya, pelaksana di lapangan sebagian memang berasal dari kalangan tersebut.
Beberapa di antara mereka yang masih hidup dan sempat saya wawancarai bahkan mengalami guncangan jiwa yang berat, terbebani kenangan kelam atas peristiwa yang pernah mereka jalani.
Namun TNI tidak hanya menggandeng satu kelompok. Sejumlah ormas lain juga diberdayakan untuk peran yang sama, yang tidak perlu saya sebut satu per satu di sini karena memang bukan momen yang tepat.
Bersama rekan-rekan NU, saya pernah melakukan kajian historis dengan satu pertanyaan: mengapa narasi yang menyudutkan paramiliter NU ini terkesan begitu dominan dan diamplifikasi besar-besaran, seolah-olah hanya merekalah yang menjadi sorotan, seperti yang tampak dalam sejumlah investigasi media.
Usut punya usut, ternyata ada agenda dari Orde Baru untuk mendiskreditkan NU pada masa itu, jauh sebelum Pak Harto membentuk ICMI.
Sebab yang sebenarnya disasar bukan paramiliternya, melainkan NU itu sendiri.
Tidak sedikit fakta yang justru saya temukan sebaliknya: banyak tokoh yang terlibat di paramiliter ini malah merehabilitasi, bahkan melindungi, orang-orang dari kalangan PKI yang keselamatannya terancam oleh kelompok lain.
Mbah Maimoen Zubair, kiai saya yang dimakamkan di Ma'la dan dikenal sebagai kiai besar, adalah salah satu yang melakukannya.
Di saat banyak orang dari kalangan PKI kehilangan nyawa di berbagai tempat, Mbah Moen justru memberikan perlindungan. Keluarga mereka bahkan diawasi ketat dan dipersulit untuk mengakses pendidikan.
Tapi Mbah Moen malah memberi mereka beasiswa.
Jangan mau dicekoki sejarah yang sudah dikurasi. Apalagi sampai pakai emot tertawa seperti ini.
Mahasiswa UGM bukan sedang membubarkan diskusi. Mahasiswa UGM sedang melawan kesombongan kekuasaan.
MAHASISWA MENYALA
Kolom terbaruku. Dukungan dan kekaguman untuk mahasiswa yang terus menyalakan api perlawanan. Api harapan.
Selamat Prof. Saiful Mujani atas raihan IKALUIN Award 2026 kategori Politik dan Tata Kelola Pemerintahan.
Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi atas kontribusi panjang Prof. Saiful dalam memperkuat demokrasi, kajian politik, dan tata kelola pemerintahan di Indonesia.
Selamat juga kepada para penerima IKALUIN Award 2026 lainnya.
Terima kasih kepada jajaran pengurus IKALUIN atas penghargaan yang membanggakan ini.
Prof Saiful sendiri adalah lulusan IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Fakultas Ushuludin, jurusan Aqidah dan Filsafat.
Sabtu, 20 Juni 2026 | Auditorium Harun Nasution UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Generasi kita adalah generasi yang teramat beruntung.
Kita masih sempat menatap wajah, bersentuhan, dan dituntun langsung oleh para ulama yang ma’ruf, mu’taraf bahkan mashur, isman syakhṣan wa maqāman—seperti Kiai Anwar Manshur, Gus Mus, Kiai Muadz Thohir—yang dengan ketelatenan setia mendampingi kita melewati masa-masa sulit.
Di Ploso, di bawah naungan Pondok Pesantren Al-Falah, PBNU memulai langkah menuju ujung masa khidmah periode ini melalui Munas-Konbes, sekaligus mempersiapkan gerbang Muktamar ke-35.
Ploso bagi kami ialah mata air quwwah rūḥāniyah (kekuatan rohani) yang menjadi fondasi mutlak dalam mengasuh masa depan jam’iyah dan jama’ah.
Mari teguhkan kembali ketulusan khidmah. Kita berada di sini murni untuk berkhidmah, demi mendapat berkah.
Jam’iyah ini didirikan di atas fondasi spiritual yang teramat kokoh. Siapa pun yang berniat jahat untuk mencederai atau merusaknya dari dalam, pasti tidak akan pernah mencapai apa yang mereka inginkan. Jaga perjuangan ini dengan wirid Simbah Kholil Bangkalan: Yā Jabbār, Yā Qahhār!
Terima kasih, Al-Falah Ploso. Semoga pertolongan Allah senantiasa menyertai musyawarah kita, membuahkan hasil yang menggembirakan semua orang, dan membentangkan harapan baru bagi masa depan Islam dan Indonesia.
Ini foto teman2 alumni IAIN-UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang dapet IKALUIN Award 2026, kemarin.
Ada pegiat tasawuf jalanan, ada pemburu manuskrip, ada guru, ada aktifis lingkungan, ada musisi, ada pegiat HAM, ada peneliti-akademisi.
Ini tradisi baru di lingkungan kampus UIN Jakarta: memberi penghargaan, memberi support antar alumni.
Bagi tokoh seperti Prof Saiful Mujani yang akhir2 ini banyak diserang pendukung Prabowo, dan dijauhi mereka yang takut terasosiasi dengan kritik2 tajamnya, support dan dukungan sesama alumni ini mengharukan.
Selamat untuk para peraih penghargaan.
Terima kasih kepada teman2 pengurus IKALUIN. 🙏
cc: @Acehasan@Ikaluin@ofathurahman@saiful_mujani
Di tanah kramat ini, Sunan Drajat, Raden Qosim, penanam jangkar Islam di Nusantara, memintal jejak khidmah sosial yang tertambat kuat di sanubari umat.
Usai berziarah, saya berkesempatan mengunjungi Ndalem Kasepuhan, Jumat (19/6). Berbincang hangat di ruang yang sarat sejarah.
Di tempat-tempat seperti inilah, waktu seolah berhenti untuk mengingatkan tentang beratnya amanah merawat persaudaraan, ilmu, dan kepedulian yang telah ditauladani para pendahulu.
Semoga kita semua senantiasa dianugerahi kekuatan dan ketakwaan untuk mendoakan NU, Indonesia, dan melanjutkan estafet khidmah para waliyullah ini. Al-Fatihah.
Benarkah???
Yg disebut sbg kontrak politik dlm konteks Pilpres 2024 adalah dokumen visi-misi-program pasangan kandidat yg diserahkan kpd KPU.
KPU silakan buka dokumen itu. Apakah MBG ada di dlmnya?
Sy bukan Tim Kampanye Nasional. Tak pegang
Jika tdk ada MBG di dlm dokumen itu, pernyataan Mr Q ini sesat dan menyesatkan.
Kalau saja Kru "Total Politik" memiliki kepekaan politik dan kemampuan membaca situasi secara lebih cermat, kejadian protes mahasiswa UGM terhadap anggota Kabinet semalam tentu tidak terjadi
Bukankah mahasiswa UGM dan Yogyakarta sedang menunjukkan dinamika yang memanas, Budiman Sudjatmiko justru baru saja menuai kritik karena tindakan mengusir mahasiswa di Jawa Tengah.
Total Politik, genit.
JARANG DISOROT KAMERA.
Relawan Tim Medis Pada Aksi Mahasiswa dari Fakultas Kedokteran ini siap siaga memberikan pertolongan pertama bagi massa aksi yang kelelahan atau mengalami kendala kesehatan.
Satu dari lima tuntutan mahasiswa adalah menghentikan remiliterisasi di ranah sipil. Dan pemerintah menurunkan pasukan tentara menghadapi demonstran. Paradoks, untuk tidak menyebut kedunguan, yang haqiqi.
I'm deleting this soon because it's a legit cash-printing formula.
𝗣𝗮𝗶𝗱 𝗖𝗼𝘂𝗿𝘀𝗲 𝗙𝗥𝗘𝗘 (PART - 1)
1. Artificial Intelligence + Data Analyst
2. Machine Learning + Data Science
3. Cloud Computing + Web Development
4. Ethical Hacking + Hacking
5. Data Analytics + DSA
6. AWS Certified + IBM COURSE
7. Data Science + Deep Learning
8. BIG DATA + SQL COMPLETE COURSE
9. Python + OTHERS
10 MBA + HANDWRITTEN NOTES
(72 Hours only ) Cost About - $500
To get: -
1. Follow (So I can DM you )
2. Like & retweet
3. Reply " Send "
1.600 Mahasiswa Demo di Bunderan HI, Tegaskan Bergerak Tanpa Tunggangan
Sekira 1.600 mahasiswa hari ini menggelar unjuk rasa di Bunderan HI, Jakarta, Jumat, 12 Juni 2026.
Raka Andika, perwakilan mahasiswa Universitas Indonesia (UI) menegaskan mereka bergerak mandiri tanpa tunggangan oleh pihak manapun.
Julkifli Sinuhaji/PRMN
Yang belum tahu tuntutan demo mahasiswa sekarang mereka perwakilan kita semua
Ada 5 tuntutan
Jangan termakan framing murahan
Dari buzzeRp fans fanatik dan termul
-Mahasewa
-dibiayai asing
Dll
Adik adik kita mahasiswa untuk kepentingan kita semua, seluruh rakyat Indonesia.