Yg kemarin nanya gimana caranya tau the one, Zendaya ngasi tau salah satu indikatornya. Dan gw sepakat.
Kalo lo punya pasangan, tp malah bikin lo stress, anxious, cemburuan, emosi... NGAPAIN. 🥲
Semoga kalian ditemukan dengan pasangan yg bikin kalian tenang. Gak harus bertanya2 niat dan motifnya apa. Gak harus wondering dia kemana dan sama siapa. Gak harus nebak-nebak mood dia jelek apa gak. Gak harus ngerasa sayang sendirian tp mau belajar love language satu sama lain. Gak harus jadi orang lain supaya dia percaya kalo kita worth it.
Beneran deh. Pasangan tuh INVESTASI PALING BERHARGA.
cara simplenya :
1. visualize hidup seperti apa yg dimau (secara daily bukan occasionally)
2. hitung estimasi biaya untuk start hidup tersebut
3. hitung estimasi maintenance hidup tersebut
4. pikirin cari income yg sustain dan banyak kerannya
5. tiap dapet duit wujudin perlahan as a small step ketimbang tumpuk duit doang tapi mentalitas ga berubah
semakin terbiasa sama perubahan kecil, dalam 1-2 tahun bisa look back sejauh apa improvement terjadi. ketimbang ngarep jackpot hidup berubah semalem tapi ga sustain 😮💨
Gimana tanda kalo dia adalah jodoh kita?
Rasa tenang.
Bukan perasaan yg menggebu2, tapi ada perasaan tenang yg aneh. Seperti pulang ke rumah setelah lama pergi. Seolah kita yakin, kalo dia jodoh kita. Bukan cuma cocoklogi.
Selanjutnya, kita jg ngerasa jadi diri sendiri. Gak ada yg namanya kepura2an. Gak selalu jaim di depan dia. Gak ada kekurangan yg ditutupi. Dgn jodoh, topeng itu jatuh dgn sendirinya.
Tanda lainnya, kalo diskusi sm dia kerasa beda. Sekalipun beda pendapat atau berdebat. Marah, tapi gak pengen menyakiti. Capek, tapi gak pengen pergi. Ego kita gak lebih besar dari kemauan utk ngejaga hubungan.
Kalo kita ketemu dia, bawaanya pengen jadi versi yg lebih baik, bukan karena dituntut. Tapi, kehadirannya bisa menginspirasi utk terus tumbuh lebih baik.
Katanya, jodoh itu tenang, aman, dan mendorong ke arah lebih baik. Ketemu jodoh itu ibarat menemukan bagian diri yg hilang. Dan ketika bersama seolah tubuh kita jadi lengkap.
Ini kesimpulan yg saya dapatkan, dari hasil ngobrol sm orang lain dan ngerasainnya sendiri.
Gw percaya klo "luck" itu salah satu faktor paling besar dalam mempengaruhi trajectory hidup kita, termasuk pekerjaan yang kita ambil.
Salah satu prinsip dari mendesain luck yg gw percaya adalah "Intersections". Dimana keberuntungan ini biasanya terjadi di tempat2 persimpangan.
Orang miskin JAUH lebih kalkulatif daripada orang kaya, tapi justru ini yang bikin mereka susah keluar dari kemiskinan.
- Ga ambil kredit usaha bukan karena gamau berkembang, tapi kalo gagal bisa jadi keluarga ga makan
- Ga berani merantau, gabisa go big or go home, bukan karena kurang ambisius tapi kalo gagal gada yg bisa diandalkan
- Ga mau coba teknologi baru, bukan karena gamau berkembang tapi karena coba-coba itu hasilnya belum tentu
- Ga sekolahin anaknya bukan karena underinvestasi pendidikan, tapi sistem pendidikan yg dianggap gak bisa kasih jaminan orang selalu sukses ketika punya pendidikan tinggi
Saya tipe awalnya risk taker sedangkan istri risk averse. Saya suka bikin bisnis sedangkan istri, rdpu rdpt dan emas udah cukup.
Di 2024 pas kami ada rejeki banyak istri mau dananya disimpan di emas. Meski berbeda, saya tipe yg yauda kalau istri maunya itu ayok aja. Hampir 75% dana masuk kesitu. Kebanyakan melalui jalur jual-beli dari saudara atau teman yg sedang butuh uang jadi harganya dapat diskon di tahun tsb.
25% kami pakai untuk dana traveling, traktir keluarga, beli buku, ikut kelas berbayar, dan masuk ke saham (di akhir 2025).
Keputusan kami beli emas di 2024 ternyata berbuah di 2025.
Saat 2026 awal, istri tiba2 bilang minta sebagian dana saham saya ditarik untuk ditabung di emas lagi sebelum akhirnya kejadian pasar saham rontok msci.
Tidak lupa istri terus mengingatkan harus bayar zakat harta mengikuti harga pasar waktu itu.
Baru pekan lalu saya lihat berita harga emas mulai turun, saya bilang ke istri, kita tambah emas lagi nggak ini? Dan dijawabnya nggak dulu, nanti aja sekitar bulan xxx-yyy (ini saya samarkan biar nggak jadi spekulasi yg baca).
Nah kadang saya suka berpikir istri saya ini dapat ilham darimana kog luck nya tinggi dan kejadiannya bisa pas terus😅
@UTmenfess Buat yang mau latihan dan buat liat liat formasi tahun kemarin bisa di https://t.co/LHkD9dDfV5 ada try out gratis dan ada fitur formasi bisa filter berdasarkan penempatan
kalo aku udah nikah nanti aku mau punya hubungan yang komunikasinya hidup sih
kaya tiap hari tuh selalu ada yang diceritain, bahkan hal kecil sekalipun.
aku pengen kita sama2 excited buat cerita dan dengerin cerita satu sama lain.
gak harus yang deep terus, tapi at least kita tau hari masing2 gimana.
jadi walaupun nggak bareng terus, tetep kerasa deket.
soalnya menurut aku, dari obrolan sederhana atau simple yang rutin itu malah kebangun rasa nyaman dan nyambung.
aku mau hubungan yang bukan cuma ada, tapi bener2 kerasa idup dan ada peran satu sama lain
Setuju banget dengan trend "love should be fun"
Kamu butuh cowok pintar yang bisa dominan, cowok yang bisa kasih penjelasan logis tentang overthinkingmu, tidak lari/kabur saat ada masalah, konsisten mencintaimu, enggak insecure dan terlalu santai, action dan effort nya nyata bukan cuman janji atau ucapan belaka, jadi tempat pulang ketika kamu lelah bukan adu "capek", tidak menghambat pertemanan, pendidikan, pekerjaanmu dan paling penting SETIA !
@sshbrina_ this is why forgiveness is endgame content, it’s not about them, it’s about us refusing to let their chaos rent space in our head, we’re literally doing the hardest quest while they’re afk... but yk what? that’s exactly why we’re built different
Kenyataan pahit setelah lulus kuliah itu bukan soal gaji kecil, tapi soal kenyataan bahwa dunia kerja tidak selalu memberi reward pada yang paling pintar atau jago, melainkan pada yang paling bisa dipercaya, loyal, paling konsisten, dan paling mudah diajak kerja sama.
Banyak orang cerdas jadinya stagnan, sementara yang “biasa saja” atau medioker justru naik cepat, karena attitude, reliability, dan timing yang mereka punya sering lebih mahal daripada sekadar kemampuan atau skill teknis.
Di titik ini jadi makin paham banget, kompetensi itu penting, tapi reputasi dan karakter itu yang menentukan umur panjang karier 🔥
Ngga bohong, masih suka takut banget gagal, takut umumin kegagalan. Padahal kayak yaudah ya.. masa hidup berhasil terus?
Clearly it’s a childhood trauma bcs growing up I have to earn love by accomplishments & got punished when failing. I hope I’m the one breaking that cycle 🤍
Pernah gak, lo dikecewain orang tapi lo malah seneng banget digituin? Rasanya kaya udah gak perlu nebak-nebak perilaku dia, karena sudah nemu jawabannya.
The last straw.
And once you see that, your nervous system relaxes in a strange way. Because the confusion ends.