Dari sekian banyak pidato, pidato kali ini bener bener nyesek
Rakyat yang bayar gaji kalian, dikritik malah dibales:
“EMANG GUE PIKIRIN” dan disambut tepuk tangan yang meriah
PRESIDEN TUKANG BOHONG?
Untuk programnya dia, bilang duit kita banyak, minta 5T dikasih 10T
Tapi untuk gaji guru, dia bilang gak ada duit karena dikorupsi
Duit banyak Gak ada duit
Hello @UNICEF, Indonesian government is forcing elementary school students to join 'rallies', carried signs, and chanting slogans in support of the free meal program that has been widely opposed by the public due to its corruption and state budget hoarding. ⚠️
Nyesek lihatnya, nggak ada jembatan, siswa siswa tetep berenang arungi sungai
Ini yang di maksud Fatimah BEM UI, sebelum mengadakan MBG, perhatikan hal hal dasar pendidikan kayak gini
Dia sejak awal sudah jujur bahwa tujuan dia berkuasa adalah agar bisnisnya bisa berjalan mulus kembali, tapi para pemilihnya menutup mata. Sekarang, kita semua yang merasakan.
Bener kata bang Pandji. Orang ini dari kecil hidup dari keluarga kaya yg membuat tidak ada org yg berani mendebat dia, semua keinginannya pasti dituruti. Saudara, ART, dan temannya pasti mengiyakan dia. Mungkin cuma orang tuanya yg bisa bilang 'tidak' ke dia (itupun kalo orang tuanya tegas).
Ditambah dia masuk militer yg emg sistemnya 'siap ndan'. Semua hal dilakukan atas perintah atasan, bukan hasil duduk bareng dan saling challenge pendapat seperti di lingkungan kampus.
Udah gitu jadi ketua partai pula. Tau sendiri partai di Indonesia itu fanboy club. Ngga ada ideologi tapi semua arah partainya ditentukan tokoh partai tersebut. Hampir semua bawahannya pasti ABS.
So, selama dia hidup ngga biasa dgn kritikan. Karena dia biasa diiyain segala keinginannya. Sampai pada titik dia jadi presiden. Yg mana presiden adalah jabatan publik. Banyak org yg mengawasi dan mengkritik.
Alhasil pas jadi presiden ya begini. Kaget kalo ternyata dia bisa dikritik orang banyak dan dihajar kanan kiri. Jadi lgsg cap yg kritis itu nyinyir, antek asing, musuh negara, dll.
Our president, leader of the Republic of Indonesia, watches the poor eat their meal.
He does the watching from a lavish setting, his own plate stacked with expensive food.
Poverty as an evening's entertainment.
INDONESIA SEDANG CARUT MARUT,
SUMATERA GELAP, PAPUA MERANA, RUPIAH TERBURUK SEPANJANG SEJARAH, EL NINO MENGANCAM, IHSG CETAK LOWER LOW, BANYAK LAGI !!
PRESIDEN ???
MEMILIH KE PARIS !!
Selasa, 26 Mei 2026. Sementara Presiden Prabowo Subianto mendarat dengan karpet merah di Bandara Orly, Paris, setelah 16 jam penerbangan diiringi musik "Sous le ciel de Paris" negeri yang beliau pimpin tengah dilanda badai berlapis-lapis.
RUPIAH HANCUR
Hari ini rupiah dibuka di level Rp17.855 per dolar AS. Melemah terus sejak awal tahun, sudah anjlok lebih dari 6% dan kini masuk daftar mata uang terlemah di Asia. Mata uang negara tetangga justru kompak menguat. Hanya kita yang terus turun.
SUMATERA GELAP TOTAL
Jumat malam, 22 Mei 2026, pukul 18.44 WIB. Seluruh jaringan listrik Sumatera lumpuh total. Blackout massal melanda Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, hingga sebagian Sumatera Selatan. Warga panik. Sinyal putus. BBM genset langka. Ada korban jiwa. PLN minta maaf, menyebut penyebab awal gangguan transmisi 275 kV di Jambi akibat cuaca buruk.
Namun pengamat seperti Said Didu menuding akar masalahnya jauh lebih dalam: berkurangnya pembangunan infrastruktur kelistrikan secara drastis selama 10 tahun terakhir.
Listrik baru pulih total Minggu pagi, 24 Mei.
Tiga hari rakyat Sumatera hidup dalam kegelapan.
PESTA BABI: KETIKA FILM DILARANG LEBIH KERAS DARI MASALAHNYA
Film dokumenter "Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita" karya Dandhy Laksono mengungkap bagaimana 2,5 juta hektar hutan Papua Selatan akan dikonversi untuk perkebunan industri PSN yang mengancam kehidupan masyarakat adat suku Marind, Yei, Awyu, dan Muyu. Sejak April hingga Mei 2026, sedikitnya 21 kali intimidasi serius terjadi saat pemutaran film ini di berbagai daerah pembubaran paksa, telepon dari aparat, hingga pengawasan intelijen. Amnesty International Indonesia menyebut ini sebagai kegagalan terang-terangan negara melindungi kebebasan berekspresi.
Yang ironis: negara lebih gesit membubarkan nobar film daripada menyelesaikan perampasan tanah yang menjadi isi filmnya.
Banyak yang bertanya: kalau terjadi kerusuhan, bencana, atau krisis mendadak saat Prabowo di Paris apakah Gibran bisa langsung bertindak?
Apakah Gibran otomatis jadi Presiden?
Jawabannya:
TIDAK OTOMATIS, tapi ada mekanismenya.
Secara hukum, ketika Presiden melakukan kunjungan ke luar negeri, Presiden menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) yang menugaskan Wakil Presiden untuk menjalankan tugas-tugas presiden selama kunjungan tersebut.
Ini bukan pelimpahan kekuasaan penuh, bukan Plt. Presiden, dan bukan pergantian jabatan.
Gibran menjalankan tugas teknis pemerintahan harian atas nama Presiden semua keputusan strategis besar tetap menjadi tanggung jawab Prabowo.
Artinya: jika ada kerusuhan, Gibran bisa koordinasikan Polri dan TNI dalam kapasitas tugas harian. Tapi untuk menetapkan keadaan darurat nasional, misalnya, itu tetap wewenang Presiden yang bisa dilakukan dari mana pun, termasuk dari Paris, karena teknologi komunikasi tidak mengenal jarak.
Dan bagaimana jika keduanya Presiden dan Wapres berhalangan secara bersamaan?
Barulah berlaku mekanisme Triumvirat: Menteri Dalam Negeri, Menteri Luar Negeri, dan Menteri Pertahanan secara bersama-sama menjadi pelaksana tugas kepresidenan, berdasarkan Pasal 8 Ayat 3 UUD 1945.
Dalam Kabinet Merah Putih saat ini, ketiganya adalah Tito Karnavian, Sugiono, dan Sjafrie Sjamsoeddin.
Rupiah di Rp17.768.
Sumatera baru saja keluar dari kegelapan tiga hari.
Papua dibungkam lewat film dokumenter.
Dan pemimpin negara ada di Paris.
Pertanyaannya bukan siapa yang secara teknis memegang stempel kekuasaan hari ini.
Pertanyaannya adalah:
apakah kekuasaan itu benar-benar hadir untuk rakyatnya?
jadi inget podcast bocor alus @tempodotco yg judulnya "Peran Teddy Indra Wijaya dalam Komunikasi di Istana Negara". Di menit 33:38 dijelasin kalo Teddy ngefilter materi presentasi pejabat yg mau ketemu prabowo. Selain kurasi jumlah halaman ppt, yg lebih gokil Teddy juga kurasi data biar yg ditampilin yang bagus-bagus aja 😭
Guys, Ahok baru ngomong sesuatu soal Chromebook dan MBG yang menurut gue paling jujur dan paling berani dari siapapun yang gue dengar dalam beberapa bulan terakhir.
Dan dia ngomongnya
bukan sebagai pembela Nadiem.
Dia ngomong sebagai orang yang paham betul bagaimana sistem pendidikan dan teknologi seharusnya bekerja.
Soal Chromebook dan kenapa Ahok marah:
Ahok bilang dengan sangat tegas:
pengadaan Chromebook itu sebenarnya adalah kebijakan yang sangat masuk akal secara logika.
Chromebook itu bukan laptop biasa.
Operating system-nya berbasis cloud sekali beli langsung include semuanya, tidak perlu diperbarui terus-menerus.
Harganya jauh lebih terjangkau
dari laptop konvensional.
Dan yang paling penting sistemnya dirancang agar anak tidak bisa nonton video porno, tidak bisa judi online, dan seluruh aktivitas belajar bisa dipantau.
Ahok kasih contoh nyata.
Ada guru di Jawa Barat yang punya empat sertifikat internasional bisa mengajar di level dunia. Ujiannya hanya 10 dolar.
Bayangkan kalau semua guru Indonesia bisa akses sertifikasi seperti itu lewat Chromebook yang terhubung Starlink di daerah terpencil anak di kampung tiba-tiba bisa belajar setara dengan anak di Kanada atau Australia.
Itu bukan mimpi.
Itu sudah bisa dilakukan sekarang dengan teknologi yang ada.
"Bayangin kalau semua anak kita di kampung ada Starlink juga kan.
Anak di kampung kita tiba-tiba belajar setara dengan orang di Kanada atau di Amerika atau di Australia."
Lalu kenapa Ahok merasa ini sengaja dihambat:
Ahok bilang dengan sangat hati-hati karena takut diproses hukum lagi tapi dia tetap bilang:
"Saya pikir ini sengaja."
Logikanya sederhana dan sangat keras.
Kalau rakyat pintar, rakyat kritis, rakyat bisa akses informasi dari mana saja mereka lebih sulit dikuasai.
Lebih sulit dibohongi.
Lebih sulit dimanipulasi menjelang pemilu.
Sistem yang membiarkan rakyat bodoh dan miskin adalah sistem yang menguntungkan mereka yang berkuasa.
Karena rakyat yang bodoh dan miskin lebih mudah disuap dengan sembako, lebih mudah digiring dengan hoaks, lebih mudah dikontrol dengan ketergantungan pada program-program yang terkesan murah hati tapi tidak memberdayakan.
MBG- makan bergizi gratis menurut Ahok adalah contoh dari cara berpikir yang sama.
Daripada kasih rakyat laptop yang bisa membuka pintu dunia, lebih mudah kasih makanan yang habis dimakan dan orang tetap tergantung besok makannya dari mana.
"Kalau saya tanya mau bikin sekolah bagus,
kasih makan bergizi atau rakyat punya laptop yang bisa komunikasi ke mana-mana?"
Yang paling menohok soal survei dan legitimasi:
Ahok tidak berhenti di situ.
Dia lanjutkan dengan sesuatu yang sangat pedas.
Pemerintah melakukan survei.
Rakyat bilang mereka suka makanan gratis.
Lalu itu dijadikan legitimasi untuk program MBG.
Seolah-olah karena rakyat minta ya sudah diberikan.
Tapi Ahok membaliknya:
kalau kamu memberikan sesuatu kepada orang yang tidak pernah tahu bahwa ada pilihan yang jauh lebih baik tentu mereka akan pilih yang ada di depan mata.
Itu bukan preferensi yang genuine.
Itu keterbatasan informasi yang dimanfaatkan sebagai justifikasi.
"Mereka juga pintar.
Dia survei, Pak.
Rakyat suka makanan itu jadi legitimasi."
Dan soal Nadiem yang sekarang dituntut 27 tahun:
Ahok tidak membela Nadiem secara personal.
Tapi dia bilang satu hal yang sangat logis dan sangat sulit dibantah:
Menteri itu tidak pernah menyentuh
anggaran secara langsung.
Menteri membuat kebijakan.
Yang mengeksekusi adalah birokrasi di bawahnya.
Kalau ada yang salah dalam eksekusi pertanyaannya adalah:
apakah menteri yang memerintahkan secara eksplisit?
Apakah ada aliran dana yang bisa dibuktikan masuk ke kantong menteri?
PPATK sudah menjawab:
tidak ada.
Nol aliran dana ke Nadiem dari siapapun.
"Saya pikir ya ini soal profesionalisme.
Menteri kan enggak pernah nyentuh anggaran perantaran kan, kecuali dia nyuruh ya atau terima ya."
Ahok tidak sedang bicara soal
Chromebook sebagai produk.
Dia sedang bicara soal pilihan fundamental sebuah bangsa:
apakah kita mau membangun rakyat yang pintar dan mandiri, atau kita mau mempertahankan sistem di mana rakyat tetap bergantung pada belas kasihan penguasa?
MBG memberikan makan hari ini.
Chromebook bisa mengubah nasib seumur hidup.
Dan ketika kebijakan yang lebih transformatif justru dipersoalkan secara hukum sementara program yang lebih konsumtif dirayakan sebagai prestasi itu bukan kebetulan.
Itu adalah pilihan yang sangat disengaja oleh mereka yang paling diuntungkan dari rakyat yang tetap tidak berdaya.