#LAPAN does no longer exists, so what's next for the Indonesian space program?
Me and Adhimantara Ibnu Nugraha, the Secretary of INASA-BRIN, argue that Indonesia could escape from some perceived drawbacks through stronger national leadership in space development agenda.
@listyantidewi@Kemdikdasmen Sama-sama, Bu @listyantidewi. Trivium hanya permulaan perjalanan panjang pengembangan pendidikan yang melewati rentang peradaban2 termasuk Islam hingga model Eropa sekarang.
@ikhwanuddin Buat yang IPS mungkin minimal pake Markdown dengan fitur2 Latex di dalemnya kalau memang perlu bikin notasi persamaan. Sebagai pengguna Obsidian untuk segala hal, termasuk drafting tesis puluhan ribu kata, raw text files save me a lot of headache.
Nicko Widjaja (Founding CEO BRI Ventures) baru saja dituntut 11 tahun penjara + denda Rp1 miliar karena menyetujui investasi US$5 juta (~Rp73 miliar) ke startup agritech TaniHub.
Dia dianggap merugikan negara karena startup Tanihub yg diinvest gagal.
Ngeri banget ya? Di dunia VC, risiko itu bagian dari pekerjaan. Ada yang 10x, ada yang gagal total. Itu hukum alam inovasi.
Kalau setiap keputusan investasi yang rugi dianggap “merugikan negara” dan dipenjarakan, siapa lagi yang berani ambil risiko?
Menurut kalian vonisnya fair atau ini termasuk kriminalisasi?
Belakangan ini saya ngikutin kasusnya Mas Ibam.
Disclaimer: saya eks-Bukalapak, jadi kenal Mas @ibamarief walau kami beda divisi.
Hari ini sedih sekali baca narasi techbro vs. guru ramai di sosmed.
Techbro disebut gak napak tanah karena bikin apps yg hanya nambah beban guru 🧵
Sebagai alumni LPDP, berikut daftar pelatihan yang kami butuhkan agar gak culture shock:
- Academic writing
- Ikut International Conference & jurnal internasional
- Strategi cari funding buat riset, paper dan conference
- Pelatihan memasak (real wkwk)
- Self management, terutama menghadapi stress kuliah dan tugas yang numpuk
- Persiapan paska kampus, either sebagai dosen, karyawan, pebisnis, atau stafsus wkwk
etc etc
Intinya butuh pelatihan dari orang2 yang pernah menjalani itu semua.
David Collier ha contribuido mucho a destacar la importancia de los conceptos en las ciencias sociales. Y este libro de @CUP_PoliSci editado por @ZedTex recopila los textos clave de Collier sobre conceptos y comentarios sobre sus ideas.
Acceso abierto: https://t.co/HheheyEJ1e
David Collier on Concepts
Collier has done much to draw attention to the importance of concepts in the social science. And this new @CUP_PoliSci book edited by @ZedTex collects Collier’s key texts on concepts & commentaries on Collier’s ideas
Open Access https://t.co/HheheyEbbG
@nabiylarisfa Betul, Mba, saya pun. Gimana ya rekomendasi ke editornya 😅
Semakin ke sini semakin mendambakan draft yg mengandung kekurangan yg manusiawi.
Ini Ibam, bicara sendiri agar Ririe terlindungi.
Betul, ketika belum jadi tersangka, saya dapat ancaman: buat pernyataan "mengarah ke atas" kalau tidak kasusnya "akan diperluas".
Saya tolak, ngga mau bohong & zalim.
Tiga minggu kemudian, saya jadi tersangka.
Saya tolak bukan untuk lindungi Nadiem, tapi karena memang ngga pernah ada arahan dari Nadiem ke saya agar pengadaannya jadi Chromebook semua.
Seperti yang terungkap dari 22x sidang, tidak ada sama sekali arahan dari atas seperti itu. Saya hanya diminta memberi masukan netral dan objektif sebagai konsultan.
Artinya, ketika menerima ancaman tersebut saya dihadapkan ke dua pilihan:
Berbohong mengarang cerita menuduh orang lain untuk menyelamatkan diri sendiri.
Atau, berpegang kepada integritas, kejujuran, dan kebenaran yang saya yakini, dan menolak untuk berbohong.
Dengan shalat istikharah dan kesadaran penuh akan risikonya, saya memilih jalan yang kedua: kejujuran.
Insya Allah selalu berpegang pada kejujuran akan berujung pada kebaikan untuk saya, Ririe, dan keluarga kecil kami. Kalau tidak di dunia, maka di akhirat kelak.
Lalu jawabannya apa ketika saya menolak untuk berbohong? "Oke, kami perluas.”
Saya tidak berdaya. Ya Allah, apa lagi yang bisa kami lakukan ketika dihadapkan pada pilihan seperti itu? Pegangan kami hanya prinsip integritas dan kejujuran.
Ketika konsekuensinya beberapa minggu kemudian saya dinyatakan tersangka, kami hanya bisa memperbanyak istighfar dan ikhtiar.
Kami jalani dan hormati proses hukum yang ada dengan tabah, kami berniat jelaskan di persidangan fakta-fakta yang membuat terang, kami masih percaya dengan hukum Indonesia.
Mungkin ngga banyak yang tahu, tapi Ririe istri saya adalah seorang sarjana dan magister hukum. Di Belanda dulu kami banting tulang nabung dan berhemat banyak, supaya bisa bayar uang kuliah S2 Ririe.
Dari Ririe, saya belajar banyak tentang hukum Indonesia, apa saja yang mungkin terjadi, dan bagaimana hukum kita tetap memungkinkan pembelaan yang efektif.
Baik, mari berjuang di persidangan, luruskan seluruh tuduhan. Satu persatu fakta di persidangan muncul dengan terang benderang, satu persatu tuduhan bisa kami bantah.
Sampai akhir rangkaian sidang, 57 orang saksi dihadirkan, tidak ada bukti saya menerima keuntungan dari perkara ini, tidak ada bukti masukan saya karena konflik kepentingan, tidak ada bukti saya mengarahkan.
Yang terungkap malah saya sebagai konsultan sudah menyarankan Chromebook diuji dulu, pejabat menolak pengujian dan memutus Chromebook, nama saya dicatut di SK, masukan saya dipelintir.
Kami merasa pembelaan hukum kami sudah maksimal, kebenaran sudah terungkap, tinggal menumpu harapan pada keadilan dan kebijaksanaan dari majelis hakim yang mulia, yang kami merasa sudah sangat objektif dan penuh kearifan sepanjang persidangan.
Namun, ketika JPU menyebutkan tuntutan 15 tahun penjara, denda Rp1 miliar, uang pengganti Rp16,9 miliar subsider 7,5 tahun penjara tambahan...
Ini titik kezaliman yang sangat terang benderang, tekanan kepentingan yang sangat kentara, saya memutuskan pembelaan saya tidak lagi bisa hanya di persidangan.
Besok saya akan sidang pembelaan (pleidoi) dan kami bersurat kepada Presiden @prabowo Subianto serta @KomisiIII DPR, untuk memohon perlindungan hukum dari kriminalisasi, ketidakadilan, intimidasi, serta pengkambinghitaman yang sudah sekentara ini.
Kami takut untuk bicara? Takut ada intimidasi lain? Itu risiko yang jelas, tapi kami tidak gentar. Tuntutan 22,5 tahun dan belasan miliar yang tidak mampu kami bayar mungkin dianggap akan membuat kami terdiam, tapi kami malah semakin berani untuk melawan kriminalisasi ini.
Mohon bantuan, dukungan, dan perlindungannya dari masyarakat Indonesia, dari pekerja kreatif dan pekerja pengetahuan, serta dari semua yang ingin bantu negara atau takut dizalimi negara.
Kami berjuang bukan untuk kami sendiri, tapi agar tidak ada lagi kriminalisasi dan ketakutan bagi mereka yang tulus mau bantu Indonesia. Kami masih percaya Indonesia bisa menjaga dan menghadirkan keadilan dalam kasus kami.
So relatable. The first time I tasted this thanks to to my elementary teacher awarding me as top scorer in an exam. So proud that I brought it home to eat with family only to find it melted once arrived. Not the best first taste, but I'd cherish every drop of it in my memory.
The remains of Koto Mahligai founded c680CE, one of the main teaching monasteries of Srivijaya, of the sort praised by the monk Yijing as the best place for Chinese Buddhists to learn Sanskrit. Now Candi Muaro Jambi in Sumatra.
Beliau Prof. dr. Pratiwi Sudarmono, PhD, SpMK(K) merupakan Guru saya saat PPDS di Mikrobiologi FKUI, selain astronot pertama Indonesia, beliau salah satu Ahli Microbiome pertama di Indonesia juga.