di antara derap keangkuhan
yang terbiasa menginjak dan menggilas,
engkaulah semilir angin yang senantiasa
membungkuk dan membelai rerumputan.
~@dekatalis
via mata-telinga, ada saat kita tak kuasa
menghalau masuknya ke dalam diri.
ulang berulang, disangkal sudah.
tapi tunas menolak henti, walau terasa asing dan tidak masuk akal.
pada tiap-tiap masa, selalu ada
guratan jejak yang sukar dihapus-hilangkan.
di mana engkau, belum menjadi bagian darinya.
dan seperti katamu saat menoleh ke belakang,
"menapaktilasi, memang asu sekali."
#matamalam
โ @dekatalis