Sudah mengamankan WhatsApp?
Ini checklistnya:
✅ Set passkeys
✅ Pake password (bukan PIN lagi)
✅ Set alamat email
Kalo udah, jadi lebih aman. Kalo belum, lakukan sekarang.
Bantu juga anggota keluarga yang lain. Terutama orang-orang tua.
INDONESIA EMASSSSSSSSSSS!!!!!!
✅Emas pertama Indonesia di Asian Games 2026!
✅Emas pertama tim beregu putra Indonesia dalam 28 tahun!
LUAR BIASA, ANAK2 MUDA!!!!!
Baca Al Baqarah 285-286 sebelum tidur malam :
1. Untuk melancarkan rezeki
2. Dicukupkan urusan dunia dan akhirat
3. Dijauhkan dari penyakit dan keburukan
4. Dihindarkan dari kejahatan manusia dan jin.
You're not reading this by accident. Allah wants you to see these 5 Du'as for Rizq, Barakah, and Open Doors.
Whether you're struggling, rebuilding, or just starting - these du'as are for you.
Seporsi adab: berhenti ngurusin hidup orang lain.
Ga nikah, yaudah.
Nikah di usia yang ga lagi muda, yaudah.
Cerai, yaudah.
Punya anak, yaudah.
Milih childfree, yaudah.
Resign, yaudah.
Ganti karier, yaudah.
Mulai hidup dari nol lagi, yaudah.
Kenapa sih harus selalu ada aja yang ngerasa punya hak buat nanya, komentar, bahkan menilai hidup orang lain?
Kenapa susah banget ngerti kalo setiap orang punya timing, keadaan, prioritas, dan cerita yang mungkin ga pernah mereka ceritain ke siapa-siapa?
Yang menurut kita terlambat, bisa jadi justru waktu yang paling tepat buat mereka.
Yang menurut kita salah, bisa jadi keputusan paling masuk akal setelah mereka ngelewati hal-hal yang kita ga pernah tau.
Ga semua harus dikomentari.
Ga semua pilihan harus dipahami.
Ga semua hidup harus berjalan sesuai standar yang kita percaya.
Urusin hidup masing-masing.
Biarin orang lain punya ruang buat ngejalani hidupnya sendiri.
SAINS MEMBUKTIKAN: ERUPSI GUNUNG API MURNI DINAMIKA TEKTONIK BUMI, BUKAN REKAYASA TEKNOLOGI
Dr. DARYONO, anggota IABI
Tudingan bhw fenomena erupsi beberapa gunung api di Indonesia disebabkan oleh rekayasa teknologi atau senjata konspirasi sama sekali tidak masuk akal secara ilmu kebumian. Dalam terminologi geologi, tektonik, dan geofisika, erupsi gunung api merupakan pelepasan energi endogenik bumi berskala sangat masif yang mustahil disimulasi, dibangkitkan, atau dikendalikan oleh teknologi buatan manusia mana pun.
Energi yg dibutuhkan utk memicu erupsi berasal dari dinamika mantel bumi PADA KEDALAMAN PULUHAN HINGGA RATUSAN KILOMETER di bawah permukaan.
Erupsi tjd ketika magma naik AKIBAT GAYA APUNG karena densitasnya yang lebih rendah dibandingkan batuan sekitar, disertai penumpukan tekanan gas seperti uap air, karbon dioksida, dan sulfur dioksida.
Tekanan di kantong magma ini mencapai ratusan MegaPascal, sehingga TIDAK ADA TEKNOLOGI GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK MAUPUN LEDAKAN BUATAN MANUSIA YANG SANGGUP menembus kedalaman kerak bumi untuk mengubah tekanan fluida silikat tersebut secara sengaja.
Kondisi geografis Indonesia yang berada di jalur Cincin Api atau Ring of Fire juga menjelaskan mengapa aktivitas vulkanik terjadi secara intensif dan kerap beruntun. INDONESIA MERUPAKAN TEMPAT BERTEMUNYA BEBERAPA LEMPENG TEKTONIK UTAMA DUNIA, seperti Lempeng Indo-Australia, Eurasia, Pasifik, dan Filipina.
Penunjaman lempeng samudra ke bawah lempeng benua membawa air dan sedimen basah ke kedalaman mantel, memicu pelelehan batuan mantel, dan MENGHASILKAN SUPLAI MAGMA SECARA TERUS-MENERUS SELAMA JUTAAN TAHUN.
Ketika aktivitas tektonik regional meningkat atau TERJADI PENYESUAIAN TEGANGAN DI KERAK BUMI PASCA-GEMPA BESAR, beberapa gunung api yang kantong magmanya sudah dalam kondisi kritis dapat terpicu secara hampir bersamaan.
Fenomena ini merupakan REKAYASA ALAMIAH BERUPA RESPONS BERANTAI TEKTONIK, bukan akibat intervensi lokal oleh pihak tertentu.
Bukti ilmiah lainnya terlihat dari ADANYA SINYAL PREKURSOR GEOFISIKA YANG SELALU MENDAHULUI SETIAP PERISTIWA ERUPSI.
Erupsi TIDAK PERNAH TERJADI SECARA MENDADAK MELALUI TOMBOL KENDALI OTOMATIS, melainkan diawali oleh rekaman seismisitas berupa gempa vulkanik dalam dan dangkal serta tremor akibat rekahan batuan saat magma bergerak naik. Proses geologi yang cukup lama, tidak seperti membalik tangan.
Selain itu, INSTRUMEN GEODESI PRESISI SEPERTI GPS DAN SENSOR TILTMETER MENCATAT ADANYA DEFORMASI ATAU PEMBENGKAKAN TUBUH GUNUNG API JAUH SEBELUM LETUSAN TERJADI, disertai dengan perubahan rasio konsentrasi gas kimia dan peningkatan suhu.
Seluruh proses akumulasi massa dan energi ini MEMBUTUHKAN WAKTU BULANAN HINGGA TAHUNAN di dalam kerak bumi dan terekam secara transparan oleh instrumen geofisika global, sehingga terbukti murni sebagai siklus konveksi alamiah.
Dilihat dari batuan hukum fisika, lapisan batuan padat setebal puluhan kilometer bersifat meredam gelombang elektromagnetik pada jarak yang sangat pendek, sehingga SINYAL BUATAN MANUSIA TIDAK MEMILIKI MEKANISME INTERAKSI FISIK UNTUK MENGGERAKKAN MAGMA di kedalaman.
Manusia TIDAK MEMILIKI SUMBER ENERGI YANG CUKUP BESAR untuk merekayasa pergerakan jutaan meter kubik magma bersuhu hingga 1200 derajat Celsius.
Narasi yang mengaitkan erupsi beruntun dengan rekayasa teknologi merupakan bentuk disinformasi yang MENGABAIKAN SAINS DASAR, mengingat aktivitas vulkanik Indonesia adalah keniscayaan dinamis dari geologi bumi yang terus bergerak.***
Q: What do you consider a toxic relationship?
#GulfKanawut#อัศจรรย์วันทอง #JUSTดูIT
#InTheNameOfLove
Gulf: I think it comes down to having a sense of comfort and peace in your life. When you’re living together or sharing your life with someone, you need to give each other some space and make each other feel comfortable. If those things aren’t there, eventually, the relationship can develop into something toxic.
Buat kalian yang sensitive sama energi…
Dua bulan terakhir ada yang badannya rasanya kurang nyaman tanpa tahu persis kenapa?
Bukan sakit yang bisa langsung ditunjuk, tapi kayak badan lebih berat, gampang exhausted, tidur terasa beda, restless, kepala penuh, atau simply merasa:
“Something feels different.”
Gw juga lagi memperhatikan ini.
Pergerakan Bumi terasa intense.
Collective energy terasa padat.
Banyak hal bergerak bersamaan dan cepat.
🚨 FOR YOUR INFORMATION 🚨
Mas Tri Purnomo Aji – membuat website untuk memantau langsung real time status gunung dan sebaran abu vulkaniknya! 😮
Beneran useful banget! Karena kalian bisa cek perkiraannyaa sampai 18 jam ke depan! ⏳️
webnya gratis buat cek abu vulkanik dari gunung yang lagi siaga di Indonesia.
Tinggal buka, gak perlu install apa-apa.
Yang bisa dicek: gunung mana aja yang statusnya siaga sekarang, abunya lagi ke arah mana, dan yang paling penting, kota tempat mu tinggal bakal kelewatan abu apa engga, dari sekarang sampe 18 jam ke depan‼️
Datanya diambil langsung dari lembaga resmi yang tugasnya emang mantau abu vulkanik buat keselamatan penerbangan dunia, bukan dari grup WA atau kabar burung.
Sumber yang sama yang dipake maskapai buat nentuin rute pesawat.
Cara pakenya gampang: buka web-nya, pilih gunung yang siaga, ketik nama kota mu (atau tinggal izinin lokasi HP). Langsung keliatan hasilnya, aman atau kena, plus jaraknya berapa km.
Websitenya:
https://t.co/wlqvTeJTpx
Website kedua yang dibuat beliau adalah:
https://t.co/LZLbiv9ErB
buat ngecek intensitas gas SO2 yang ada di wilayah kalian! 😮✨️
BIG W FOR WNI‼️
Respect and credit ofc for Mas Tri 🙏🏻✨️
*shared with permission 🤞🏻
🌋 GUNUNG API DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN
Fenomena gunung api seperti Krakatau bukan sekadar peristiwa geologi. Dalam perspektif Al-Qur’an, fenomena alam dapat menjadi ayat kauniyah — tanda-tanda kebesaran Allah yang mengajak manusia untuk berpikir, merenung, dan menyadari keterbatasan dirinya.
1. ⛰️ GUNUNG DAN KESTABILAN BUMI
Al-Qur’an menggambarkan gunung sebagai sesuatu yang kokoh dan seperti pasak (autad).
«“Bukankah Kami telah menjadikan bumi sebagai hamparan dan gunung-gunung sebagai pasak?”
QS. An-Naba’ [78]: 6–7»
Gunung terbentuk melalui proses geologi yang kompleks dan memiliki struktur kerak yang sangat dalam.
Al-Qur’an juga berfirman:
«“Dan Kami telah menjadikan di bumi gunung-gunung yang kokoh agar bumi itu tidak guncang bersama mereka.”
QS. Al-Anbiya’ [21]: 31»
Ayat-ayat ini mengajak kita melihat gunung bukan hanya sebagai pemandangan, tetapi sebagai bagian dari keteraturan ciptaan Allah.
2. 🔥 BUMI YANG MENYIMPAN ENERGI
Di balik permukaan bumi terdapat energi yang luar biasa besar.
Ketika gunung api meletus, magma, abu, batu, dan gas yang tersimpan di dalam bumi dapat keluar dengan kekuatan dahsyat.
Allah menggambarkan:
«“Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat, dan bumi mengeluarkan beban-beban berat yang dikandungnya...”
QS. Az-Zalzalah [99]: 1–2»
Ayat ini berbicara tentang kedahsyatan Hari Kiamat, bukan tentang erupsi gunung secara langsung.
Namun, fenomena erupsi dapat menjadi pengingat dan bahan tadabbur tentang betapa dahsyatnya kekuatan yang Allah letakkan di dalam bumi.
3. 🌋 API YANG MEMBUBUNG KE LANGIT
Al-Qur’an juga menggambarkan kedahsyatan api yang dilontarkan:
«“Sesungguhnya neraka itu melontarkan bunga api sebesar dan setinggi istana.”
QS. Al-Mursalat [77]: 32»
Gambaran tersebut berkaitan dengan neraka dan Hari Kiamat, bukan penjelasan ilmiah tentang lava.
Namun ketika melihat lava pijar, percikan api, abu, dan awan panas dari sebuah gunung api, manusia dapat mengambil pelajaran tentang betapa kecilnya dirinya di hadapan kekuasaan Allah.
4. 🌊 LAUT YANG BERGEJOLAK
Krakatau berada di kawasan Selat Sunda, wilayah yang mempertemukan gunung api dan lautan.
Allah berfirman:
«“Demi laut yang dipanaskan.”
QS. At-Tur [52]: 6»
Makna ayat ini berkaitan dengan tanda-tanda kedahsyatan akhirat. Ia tidak secara khusus menjelaskan gunung api bawah laut.
Tetapi keberadaan gunung api di tengah lautan dapat menjadi jendela tadabbur tentang betapa kompleks dan dahsyatnya ciptaan Allah.
5. 🌍 BENCANA SEBAGAI PELAJARAN
Letusan Krakatau tahun 1883 menunjukkan betapa dahsyatnya kekuatan alam.
Manusia memiliki ilmu, teknologi, dan kemampuan untuk memprediksi banyak hal. Namun tetap ada batas yang tidak mampu kita kuasai sepenuhnya.
Allah berfirman:
«“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, agar mereka merasakan sebagian dari akibat perbuatan mereka, supaya mereka kembali.”
QS. Ar-Rum [30]: 41»
Ayat ini mengajak manusia melakukan muhasabah dan kembali kepada Allah.
🌋 KRAKATAU: ANTARA ILMU DAN TADABBUR
Kita tidak perlu memaksakan setiap ayat Al-Qur’an menjadi penjelasan ilmiah tentang gunung api.
Al-Qur’an adalah petunjuk.
Sementara fenomena Krakatau adalah salah satu bagian dari alam yang dapat kita pelajari secara ilmiah sekaligus kita renungkan secara spiritual.
Gunung mengajarkan kita tentang kekokohan.
Letusan mengajarkan kita tentang kekuatan.
Laut mengajarkan kita tentang keluasan ciptaan.
Dan bencana mengingatkan kita tentang keterbatasan manusia.
Pada akhirnya, semua itu mengantarkan kita pada satu kesadaran:
Semakin kita mengenal kedahsyatan alam, semestinya semakin kita mengenal kebesaran Penciptanya.
“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”
Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Minggu, 06 September 2026, pukul 07:51 WIB tinggi kolom abu teramati ± 1.000 m di atas puncak. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 102 detik. https://t.co/iOjE6hKB3g via @id_magma