RECAP โWHY?โ
1. dari pendaftaran aja udah gajelas. disuruh upload foto KTP, foto full body, ukuran lingkar pinggang(?), sama selfie pake KTP. (but somehow, gue ttp ikutin aja๐ญโ๐ป)
2. dari awal disuruh install SEB. udah ribet2 bikin tutorial segala macem, setup ini itu, eh (cont)
@Devyrh @SeputarTetangga Saat ini saya di posisi penyewa tahun ke-5, cat tembok juga sudah banyak yg ngelupas2. Kayanya mmg catnya bukan yg bagus ๐ ga diapa2in uda ngelopek2 sendiri, padahal ga pernah kesentuh krna di bagian atas. Malah 'bonus' sering bikin saya dan anak menginya kambuh perkara cat ini.
Hari ini, Tom divonis 4,5 tahun penjara. Keputusan yang amat mengecewakan bagi siapa pun yang mengikuti jalannya persidangan dengan akal sehat, meski sayangnya tidak mengejutkan.
Selama proses berjalan, berbagai laporan jurnalistik independen dan analisis para ahli telah mengungkap kejanggalan demi kejanggalan dalam dakwaan. Fakta-fakta di ruang sidang justru memperkuat posisi Tom, tapi semua itu diabaikan. Seolah-olah 23 sidang yang telah digelar sebelumnya tak pernah ada. Seolah-olah bukti dan logika tak diberi ruang dalam proses peradilan.
Jika kasus sejelas ini saja bisa berujung pada hukuman penjara, jika seseorang seperti Tom yang dikenal dan terbukti integritasnya di pengadilan, terbuka dan disorot publik perkaranya, masih bisa dihukum semena-mena, maka bayangkan nasib berjuta lainnya yang tak punya akses, sorotan, atau kekuatan serupa.
Vonis hari ini adalah penanda bahwa keadilan di negeri ini masih jauh dari selesai. Demokrasi belum kokoh berdiri. Kita dihadapkan pada keraguan mendasar tentang kredibilitas sistem hukum, dan tentang keberanian negara menegakkan kebenaran. Ketika kepercayaan terhadap proses peradilan runtuh, maka fondasi negara ikut rapuh.
Senin lalu, Tom menyampaikan dalam dupliknya bahwa ia belajar tentang makna kata tawakkal, tentang berusaha sekuat tenaga lalu menyerahkan hasilnya pada Tuhan. Sayangnya hari ini, hasil itu belum berpihak padanya. Tapi ini bukan ujung. Ini satu babak dari perjuangan panjang untuk menghadirkan keadilan yang belum tuntas dan akan terus kita jalani bersama.
Tom dan tim pengacara masih mempertimbangkan respon terhadap putusan ini. Tapi satu hal yang jelas, kita akan terus mendukung penuh langkahnya untuk mencari keadilan sampai titik akhir. Apapun yang akan ia hadapi ke depan, kita terus pastikan bahwa Tom tidak akan pernah berjuang sendirian.
@bank_jateng sore admin. 3 hari yg lalu saya bayar pakai QRIS Bima. Sudah dapat notifikasi kalau berhasil, ada di mutasi juga. Tapi kata tokonya, uang belum masuk. Lalu saya diminta bayar cash. Sistem eror di Bima atau di Bank penerima ya?
@pejabrut Sebanyak apa sih selisihnya? Di tempat kami gapok cuma selisih 200 ribu (lebih tinggi pppk), smntara tukinnya selisih 40% (lebih tinggi pns). Gol 3b. Pdhal THP selisih lumayan banyak, banyakan pns. Tapi pada blg pppk lebih tinggi ๐
(0/13) Teman2, utas saya soal mengapa orang miskin punya banyak anak mendapat banyak tanggapan. Terima kasih. Senang sekali bisa berdiskusi. Izinkan saya memberi beberapa tanggapan lanjutan, semoga bisa memperjelas maksud dan membuka ruang pikir kita bersama.
banyak orang gak sadar: when you live in survival mode, your choices arenโt really choices, theyโre instinct.
anak-anak buat mereka bukan soal โnambah bebanโ. itโs about having a reason to stay alive tomorrow. tentang ditemani, ditolong, dan diberi harapan di dunia yang udah terlalu pelit kasih peluang.
kita yang hidup lebih enak gampang ngomong, โkok gak KB aja?โ padahal mereka gak hidup di dunia yang sama kayak kita. mereka gak punya safety net. mereka cuma punya satu sama lain.
dan buat yang baca itu terus langsung bilang, โjadi lo setuju orang miskin punya anak banyak?โ you really missed the whole damn point.
understanding โ endorsing.
empathy โ excuse.
ini bukan glorifikasi kemiskinan, ini ajakan buat berhenti nge-judge dan mulai ngebenerin sistemnya.
lo terlalu sibuk ngehitung jumlah anaknya, sampe lupa nanya: โkenapa satu-satunya harapan mereka harus anak, bukan negara?โ
pak anies ngajak mikir, bukan ngajak breeding race. so please, kalau belum siap baca dengan hati, ya jangan baca cuma buat cari bahan nyinyir.
letโs fix the system, not shame the survivors. karena di ujung hari, mereka cuma lagi berusaha hidup, sama kayak kita semua.