Saat ada laporan polisi terhadap pernyataan RG di saluran Youtube yg menyinggung dan dianggap melanggar hukum oleh sebagian orang, saya bbrp kali diminta pendapat tentang pernyataan RG oleh pihak yg berwajib. Jawaban waktu itu tegas saya katakan pernyataan dan perbuatan RG tidak masuk unsur2 pelanggaran pidana ITE. Banyak yg kecewa dg jawaban dan argumentasi saya. Bagi mereka, pernyataan2 RG itu sudah sangat keterlaluan, tapi mengapa dia tdk juga masuk pidana dan ditahan? Jujur selama ini jika saya ditanya teman2 Bareskrim ttg ucapan RG, saya menolak jd ahli, dan mengatakan ucapannya tidak masuk rumusan delik yg dimaksud (UU ITE). Mungkin itu juga yg membuat orang itu aman2 saja hingga nampak makin menjadi jadi dan tambah sombong. Padahal orang yg tersinggung dan melapor ingin menahannya jd tambah banyak hingga saat ini. Nah untuk kasus terakhir yg nyebut presiden sebagai bajingan tolol yg hanya memikir dirinya sendiri, tidak memikirkan rakyat, kembali viral dan membuat banyak orang marah dan geram, terjadi di berbagai daerah. Kalau biasanya saya bilang tidak masuk, kali ini kayaknya beda. Karena mmg ucapannya ada yg menilai sudah sangat keterlaluan dan masuk dlm ranah hukum pidana sesuai unsur2 yg ada. Terlebih dia sudah ngajak turun ke jalan, cari gara2 untuk nutup jalan tol. Benarkah ucapan Rocky Gerung itu akan membuat dirinya segera ditahan? Bagaimana menurut Anda? Kita lihat saja nanti.
Hallo @KoprofilJati ini komuk lu???
Gw tunggu permintaan maaf lu ke Ibu Iriana ya😌
Ga mau gw klo hanya lewat tulisan, gw mau lewat video dan lu share di semua sosmed lu serta di sematkan di akun sosmed lu semua.
Jangan sampai @CCICPolri yg dtg kerumah lu ya😌
Penyelengaraan Formula E di New York dan Roma tdk dikenakan commitment fee.
Montreal hanya menanggung Nomination fees & Race fees total Rp 18,7 miliar.
Kenapa Jakarta mahal sekali?
@psi_id@PSI_Jakarta @ASastroamidjojo
@aniesbaswedan@KPK_RI@GunRomli
https://t.co/v8ogUTQdua
“Gabener @aniesbaswedan
telah mengambil keputusan yg fatal”
#Banjir
Menteri PUPR: Normalisasi Sungai di Jakarta Berhenti Sejak 2 Tahun https://t.co/hgb3uDR5G1
Membentang di atas teluk yang indah, jembatan ini berupa besi lengkung raksasa yang berat. Rangka besinya dibangun di Surabaya lalu dikapalkan ke ujung timur nusantara. Saat terpasang, jembatan ini menjadi landmark sebuah kota.
Apa nama jembatan ini dan di mana lokasinya?
Kemarin saya bertemu dengan Sheikh Faishal Bin Thani Al Thani, Chief of Asia-Pacific & Africa Investments, Qatar Investment Authority (QIA) membahas ketertarikan QIA untuk bekerja sama dengan BUMN di bidang pariwisata, energi, dan lain-lain.
Tapi persoalanya belum pernah ada yg seperti dia. Seandainya sudah ada, tolong beritahu kami. Atau kalau kalian yg mulut berbusa dan gampang berkata bisa tunjukkan diri lebih baik dari dia, tolong beritahu kami agar kami memilih kalian. Di level RT saja juga baik, tak usah
tinggi-tinggi.
Kekaguman kami pada dia mungkin di luar kerangka analisis dan akal sehat. Mungkin. Kami adalah orang-orang kecil yg lama tertindas dan terpuruk. Apa yg kami lihat dari dia bukan dari kaca mata ilmu politik, atau ilmu apapun. Kami begitu sayang kepada dia karena
dia adalah kami. Kami melihat diri kami, penderitaan kami, kebersahajaan kami, ndeso kami di dalam dia. Itu sj. Kami tak butuh analisis muluk-muluk. Tp tak satupun ilmu-ilmu yg kalian banggakan itu mampu menyaingi apalagi mematahkan kekaguman kami padanya. Krn dia adalah kami.
Logika yg kalian agung-agungkan tak akan mampu menjelaskan mengapa seorang kakek tua membawa kain tenun (mungkin yg terbaik yg ia punyai) untuk mencegat lelaki itu di tengah iring-iringan untuk memberikan kepadanya. Logika itu tak sanggup menjelaskan mengapa seorang pemuda rela
membawa sebuah bendera bertiang sekedar untuk menyambutnya di tengah jalan. Logika itu tak akan memahami mengapa perempuan-perempuan kampung rela menerobos iring-iringan sampai membuat paspamres terjatuh hanya untuk mendekat kepadanya.
Ya mungkin kalian akan melihat sebagai
kebodohan saja, akibat kemiskinan dan keterbelakangan, tapi pernahkah sejengkal saja kepintaran kalian membuat manusia bergerak tanpa intimidasi, todongan senjata atau hegemoni? Pernahkah? Bukankah kebodohan dan kemiskinan yang sama sering kalian exploitasi dg dalih untuk membela
Cermin yg tak akan pernah nampak bagi para pengamat dan politisi. Cermin yg tak akan pernah dilihat oleh para tukang omong dan tukang bicara. Cermin yg tua setua penderitaan rakyat. Di situlah kemewahan kami satu-satunya dimana kami bisa melihat diri kami tersenyum. Tersenyum