Besok adalah Hari Asyura dan bertepatan dengan hari Jumat. Jangan takut meminta sesuatu yang terasa mustahil kepada Allah.
Kenapa?
Karena dalam sejarah Hari Asyura, Allah menunjukkan bahwa tidak ada yang mustahil bagi-Nya.
• Allah membelah lautan dan menyelamatkan Nabi Musa AS dari kejaran Fir'aun, ketika di depan laut dan di belakang musuh.
• Allah menerima taubat Nabi Adam AS dan mengampuni kesalahannya.
• Allah menyelamatkan Nabi Yunus AS dari perut ikan setelah beliau berdoa dalam kegelapan.
• Allah menjadikan api yang membakar Nabi Ibrahim AS menjadi dingin dan menyelamatkannya.
Plis @ruangguru bikin COC tapi pesertanya dari IPDN, Akpol, Akmil, Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran, dkk (yg halo dek semua). Setiap mau mulai dan selesai ngerjain soal harus bilang, "Mohon izin soal siap dikerjakan/sudah selesai". Yg kalah push up 100×
Saya punya jawaban 'rumit' dari ahli tasawuf. Saya beri tanda petik karena memang rumit, ya.
Seseorang menengadahkan tangan, memohon rezeki yang berlimpah-ruah, lebih banyak, dan lebih banyak lagi.
Banyak yang mengira bahwa itu kekhusyukan. Namanya juga berdoa menengadah tangan.
Ibnu 'Atha'illah as-Sakandari (w. 709 H), dalam Al-Hikam, menyebut tangan itu sedang "menuduh Tuhan".
Hikmah ke-21: طَلَبُكَ مِنْهُ اتْهَامٌ لَهُ. Permintaanmu kepada-Nya adalah tuduhan terhadap-Nya.
Kok, bisa menuduh?
Ibnu Abbad ar-Rundi (w. 792 H), pensyarah utama Al-Hikam dari Andalusia, membedahnya seperti ini: jika engkau meminta dengan rakus karena diam-diam takut Dia lupa pada kebutuhanmu, maka di situ tersimpan kecurigaan pada Tuhan.
Makanya, engkau sebenarnya sedang melayani hawa nafsumu, bukan Tuhanmu.
Jadi, kalimat "secukupnya atau seserakah mungkin" itu sudah gak tepat. Karena yang ditimbang itu bukan kuantitasnya, melainkan "keuntungan" yang jadi tujuan di balik tadah tangan itu.
Hhe~
Lalu apa yang pantas diminta?
Hikmah ke-75 mengatakan: خَيْرُ مَا تَطْلُبُهُ مِنْهُ مَا هُوَ طَالِبُهُ مِنْكَ. Sebaik-baik yang kau minta dari-Nya adalah apa yang Dia minta darimu. Bukan limpahan materi, lho, melainkan keteguhan di jalan penghambaan.
Imam al-Junayd al-Baghdadi (w. 297 H) memberi contoh dalam doanya sendiri: jadikan permintaanku permintaan atas hal yang Engkau cintai, Tuhan, dan jangan jadikan aku peminta porsi keuntungan pribadi.
Hhe~