Orang yang suka mencaci, menghina, menjelekkan dan merendahkan orang lain, berartikan ia tidak nyambung akhlaknya kepada Rasulullah SAW dan tidak nyambung akhlaknya kepada Allah SWT (KHR. Muh. Kholil As'ad Syamsul Arifin Situbondo)
🚨 ÚLTIMA HORA: Google Gemini tiene funciones increíbles que casi nadie está aprovechando.
La mayoría de la gente usa Gemini solo para hacer prompts básicos… mientras Google ha ido incorporando herramientas capaces de ahorrar horas de trabajo en cuestión de segundos.
Lo más probable es que estés utilizando menos del 5 % de todo lo que Gemini puede hacer.
Aquí tienes 10 funciones ocultas de Gemini que, una vez las pruebas, parecen casi injustas. 👇
Lo tau organisasi pencak silat yang logonya ada di mana-mana itu?
Yang konvoinya bisa 5.000–7.000 orang sekaligus?
Yang anggotanya sampai 7 juta jiwa di 236 kab/kota, plus 10 komisariat luar negeri?
Yang ajaran resminya adalah "mendidik manusia berbudi luhur, tahu benar dan salah"?
Iya. Kita perlu ngobrol soal PSHT.
@ellyn_31 Siswaku juga gitu. dibiasakan mendoakan orang yang lewat atau toko dan warung pinggir jalan setiap hari. Meski tidak banyak membantu minimal kita bisa mendoakan orang yang bahkan tidak kenal sama kita
Científicos japoneses acaban de descubrir una noticia sorprendente sobre las canas.
Literalmente, es tu cuerpo eligiendo la supervivencia en lugar del cáncer.
Aquí tienes todo lo que necesitas saber (y cómo mantener tu cabello oscuro):
Kejujuran Badui di Hadapan Penguasa Berujung Penjara
Alkisah: seorang badui pernah menghadapi seorang khalifah yang merasa dirinya unggul dalam kesastraan.
Khalifah pun berkata, “Apakah engkau ingin mendengar syair-syairku?” Badui itu menjawab, “Ya.”
Lalu khalifah membacakan syair yang panjang dan melelahkan. Setelah selesai, ia bertanya, “Bagaimana menurutmu?”
Badui itu menjawab dengan jujur, “Tidak ada nilainya.” (Jelek aja belum, mungkin itu maksud badui 😆)
Mendengar itu, khalifah pun marah dan memerintahkan agar ia dipenjara di kandang kuda dan keledai. Badui itu pun tinggal di sana selama sebulan.
Beberapa waktu kemudian, ia dikeluarkan. Pada suatu hari, khalifah pun kembali membacakan syairnya. Ketika selesai, badui itu langsung berdiri dan hendak pergi.
Khalifah pun bertanya, “Ke mana engkau pergi, wahai badui?”
Ia menjawab, “Aku menuju kandang, wahai Amirul Mukminin.”
🤣🤣🤣
Kalau kalian beli kambing untuk kurban Iduladha, lalu spontan ngomong "ini kurban saya", maka kalian baru saja mengubah hukumnya.
Dari sunnah, jadi wajib.
Konsekuensinya: haram bagi kalian dan keluarga inti memakan satu suap pun dagingnya.
[UTAS] ⤵️
https://t.co/DpM3VODAxE
Tahun 2023, 775 jemaah haji Indonesia tidak pulang dari Tanah Suci. Banyak dari mereka yang meninggal sebab desakan di ruang sempit. Dan angka itu tercatat di Siskohat Kemenag.
Sembilan Januari 2026, KPK menetapkan mantan Menteri Agama Gus Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka, dengan Pasal 2 UU Tipikor. Audit BPK 4 Maret 2026 menyebut kerugian negara Rp622 miliar.
Yang dipersoalkan ialah keputusan beliau membagi 20.000 kuota haji tambahan tahun 2024 dengan rasio 50:50 antara reguler dan khusus, padahal Pasal 64 UU 8/2019 menetapkan rasio 92:8.
Pembelaan Gus Yaqut di siniar bersama Rozali: bukan untuk dapat uang, tapi untuk keselamatan jemaah.
Bagi sebagian pengamat, kalimat itu terdengar seperti dalih klise yang dipakai semua tersangka korupsi. Akan tetapi bagi saya, alasan ini masih sangat kuat, bahkan masuk akal jika kalian membaca Buku Putih Kuota Haji 2024 yang ditulis oleh Mbak Anna Hasbi (@anna_hasbie).
Begini penjelasannya…
Luas Mina untuk jemaah Indonesia ialah 17,2 hektar. Kuota reguler 2024 sebanyak 203.320 orang. Hitungan resmi Kemenag: 0,8 meter persegi per jemaah. Itu sudah jadi angka resmi dalam standar perencanaan.
Dan di angka itulah, di tahun sebelumnya, sebanyak 775 orang jamaah haji meninggal.
Coba tambahkan 18.400 kuota ke jalur reguler, sementara luas Mina tidak bisa kita lebarkan lebih dari 17,2 hektar (kecuali Indonesia punya kuasa atas geografis Saudi). Rasionya jatuh di bawah 0,8 meter persegi untuk setiap jamaah.
Di rasio yang lebih longgar daripada itu saja, kita sudah punya 775 jenazah (sekali lagi mohon maaf, dan duka mendalam untuk seluruh keluarga mendiang).
Maka, apa yang masuk akal kita harapkan dari rasio yang lebih sempit dari itu?
Saya ambil contoh analogi: ambil ruang tunggu rumah sakit yang kapasitasnya hanya 100 kursi. Kalau 100 pasien masuk, antrean bergerak normal, bukan?
Kalau 150 dipaksa masuk, ada yang berdesakan di pintu, dan satu insiden kecil bisa berubah jadi tragedi.
Maka jika kita kembalikan ke Mina, bagi “saya, insiden kecil" yang ditulis dalam Buku Putih Kuota Haji 2024 itu bukan teori. Tahun 2015, lebih dari 700 jemaah dari berbagai negara meninggal di Mina dalam satu peristiwa desak-desakan yang sampai hari ini disebut "Mina stampede".
Sejarah haji modern penuh dengan tragedi semacam itu, dan setiap tragedi itu, pada akhirnya, masuk akal jika pertimbangan kembali ke soal: rasio orang per meter persegi.
Walhasil, rasio 50:50 yang diputuskan Gus Yaqut itu, menurut saya, bukan eksperimen keuangan. Saya masih heran dengan keputusan KPK yang menyatakan bahwa perubahan kuota 92:8 menjadi 50:50 ini merupakan agenda jahat.
Jahatnya di mana?
Saya bukan NU, tapi rispek dengan NU.
Saya dididik sejak di pondok pesantren dididik untuk mengambil sumber agama langsung dari Al Qur'an dan Sunnah. Mungkin bagi orang² seperti saya akan berpikiran, mengapa harus berpegang pada satu madzhab tertentu. Hal itu wajar karena masa awal² belajar masih berkutat di satu sumber saja.
Tapi setelah melanjutkan studi di Madinah dan bertemu muslim dari seluruh dunia dan bergaul dengan banyak orang lintas ormas, maka rispek saya ke sesama muslim wa bil khusus di Indonesia adalah NU cukup tinggi. Salah satu alasannya adalah ini 👇
Kami dulu pernah disebut orang gila krn menanami lahan pasir tailing timah di belitung timur.
Lahan yg dihadapi sungguh ekstrim. Menurut ahli tanah, mungkin 20 tahunan rumput baru mau tumbuh lahan itu. Tapi gapapa. "orang gila" kan bebas. Tanam aja lah.
Tp sebenarnya, apakah kami yg berjasa?
Bukan. Nek Inah ini salah satunya yang berjasa.
Nenek berusia sekitar 74 tahun bersepeda menempuh jarak 10 km (pulang-pergi) dari rumahnya ke lahan bekas tambang untuk membantu menanam.
Bapak sebaiknya mundur saja, gak perlu minta maaf. Madrasah swasta berdiri karena Kementerian agama gagal dalam memenuhi penyelenggaraan pendidikan berbasis agama dan memenuhi aksesnya. Madrasah swasta hadir mengisi kekosongan tersebut.
Bukan hanya berbasis agama Islam, banyak lembaga pendidikan berbasis agama lain memilih jadi "sekolah" dibawah Kemdikdasmen karena regulasinya lebih jelas. Sampai hari ini, Kemdikdasmen tidak pernah menyalahkan yayasan yang mendirikan sekolah. Bahkan sekolah swasta dipermudah dalam PPG.
Lebih dari 90% madrasah itu swasta. Dengan menganggap bahwa madrasah swasta hanyalah tanggung jawab yayasan, berarti bapak sudah melepaskan 90% tanggung jawab Kemenag terhadap pendidikan madrasah. Artinya bapak tidak sanggup mengurus sebagian besar madrasah. Dengan demikian, baiknya bapak mundur saja atau serahkan madrasah ke Kemdikdasmen.
Sebagai Kementerian dengan logo Ikhlas beramal, bapak harus ingat, jabatan dan dunia ini milik Allah Swt, bukan milik bapak 🙏
Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq, Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh