Merekrut pelatih dgn rekam jejak dan reputasi kelas kambing pada fase paling menentukan, tidak pantas disebut "manusia yang berencana."
Nih ada contoh definisi apa itu "berencana".
Menurutku, hal yg paling menarik dari sepak bola Jepang adalah mereka punya filosofi yg kuat. WHY-nya jelas. Mengapa membangun sepak bola itu sangat penting.
Lalu filosofi itu diterjemahkan dalam rencana jangka pendek, menengah, dan panjang yg menyentuh 3 aspek bernama Trinitarian Strengthening Plan (Tim Nasional, Youth Development, Coaches Development) plus 1 aspek yakni Grassroots.
Semuanya jalankan secara simultan.
Rencana2 itu dimanifestasikan dalam banyak sekali turnamen dan kompetisi berjenjang secara lokal dan nasional mulai U-12 (kelas 4) sampai umum (kelas 1).
Tidak ada dikotomi dalam soal partisipasi (amatir) dan kompetitif (profesional). Keduanya hadir sebagai piramida ganda yang berasal dari satu fundamen yang sama yakni grassroot.
Semua ini dilakukan untuk tujuan filosofis: Jepang menjadi bangsa yang bahagia lewat sepak bola dan bangga pada sepak bola.
https://t.co/dItXcjBLlY
The STEM–SOSHUM divide shows how utterly confused we’ve become — heirs to a colonial education that fractured knowledge into silos. In Java, science was never divorced from spirit; the earth was archive, oracle, and laboratory. Our ancestors understood that such dichotomy is futile. Our blindly transplanted bureaucracy and disregard of local wisdom made us think that interdisciplinarity is blasphemous.
A very thought provoking discussion with my friend Dr Adam Bobbette of University of Glasgow. #Chronicles
Mantan pemain Persib Bandung, Vladimir Vujovic ditunjuk sebagai pelatih sementara BG Pathum United setelah pelatih kepala mereka Supachai Komsilp mengundurkan diri dari jabatannya.
Ujian pertama Vujovic langsung menemui rintangan yang berat, bertandang ke pemuncak klasemen sementara TPL, Buriram United.
THE FAMOUS CORNELL PAPER
Benedict R. Anderson & Ruth T. McVey (and Frederick P. Bunnel)
A PRELIMINARY ANALYSIS OF THE OCTOBER 1, 1965, COUP IN INDONESIA
Ithaca, Modern Indonesia Project, Cornell University, 1971
Unduh : https://t.co/SC15kldVx8
#catatannusantara
Setelah menangkap ribuan demonstran. Polisi lanjut memburu mahasiswa, pelajar, warga biasa, seniman, pekerja kantoran, bahkan anak di bawah umur.
Skala represi paling luas dan ugal-ugalan sejak reformasi 1998.
https://t.co/HvAHLrh9Fb
Prabowo ini janjinya Indonesia Maju, Indonesia Bangkit. Kelakuan aparatnya justru bikin Indonesia Mundur, Indonesia Terpuruk. Sungguh benar "Lidah tak bertulang".
Seeorang guru matematika di Flores, Vian Ruma, ditemukan tewas terikat. Aktivis gereja ini ikut mengkritik proyek geotermal.
Sejak pemerintah menetapkan Flores sebagai "Geothermal Island" tanpa konsultasi warga, konflik meningkat. Uskup Agung Ende pun ikut menolak.
TNI terlibat dalam satuan pengamanan di kota juga secara implisit udah semi "DARURAT MILITER".
Tinggal nunggu kapan eskalasi aksi massa (oknum anarkis) naik aja, maka jadi preseden MILITER MASUK LEBIH DALAM.
Udah gitu aja.
Dalam terminologi kekerasan, kerumunan massa yg terdiri dari individu² di mana dalam keseharian mereka hidup di tengah keterbatasan akses, himpitan kesengsaraan, pasti akan menjadi individu yg brutal di tengah kekacauan.
Kerumunan massa itu ibarat sumbu minyak. Tinggal dipantik.
Melatih klub yang punya market value di luar 10 besar Eropa. Berisikan pemain2 berharga murah utk standar top Eropa. Bermaterikan skuad dgn rata2 usia tertua di Italia.
*Puncak klasemen sementara Serie A.
*Menang di leg 1 QF Liga Champions.
*Masih bertahan di semifinal Coppa Italia.
Bermain dgn taktis, menyerang dgn efektif, bertahan dgn cerdik. Menurutku enak sekali ditonton. Dan tentu saja, masih konsisten meraih hasil2 sangat baik.
Simone Inzaghi, respek!