Today, I took my children, Imad and Adam, along with my sister’s children—Elaine, Maher, and Ahmed—to the sea in Gaza. 🌊❤️
For a few hours, we forgot the heat inside the tent. We forgot the sounds of war and let the children laugh the way every child deserves to laugh.
I swam with them, looked at their smiling faces, and prayed that one day they would have a normal childhood—without fear, displacement, or war.
We may not be able to change our reality today, but we are trying to create beautiful memories for our children in the midst of all this pain.
These small moments are what give us the strength to keep going. 💙🍉
Aku dulu pernah hampir agnostik walaupun masih solat sebagai rutinitas, aku mengerti dan apresiasi usaha kakaknya yg terus mencari jalan kebenaran dan memang hidayah itu harus dicari; that's already make you better than most who just blindly follows. Tetapi- [1]
makanya gw bilang, justru laki yang baik sama semua orang itu yang mestinya lu cari. jangan malah yang “asshole to the world, but sweet to me”. how people love is their character, bukan karena lu spesial. them being mean to other women is blaring alarm.
Kenapa Arab Saudi ngomentarin MBG? Yahh gak masuk di logika kultur arab cuk😄
Sekarang Arab Saudi di bawah Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) lagi gila-gilanya mendewakan konsep Efisiensi, Privatisasi, dan Kapitalisme Modern lewat proyek Vision 2030.
MBS itu paling benci sama model pemerintahan yang bikin boncos anggaran cuma buat program-program populis yang nggak sustainable.
Lalu ini gobloknya sih wkwk
Di kultur masyarakat Timur Tengah (dan dunia Islam pada umumnya), ada prinsip sakral bernama Hifz an-Nafs.
Ketika media Arab menyandingkan data "6.000+ anak keracunan" dengan pembelaan seorang pemimpin yang menggunakan "angka desimal nol koma sekian persen", di kuping audiens Timur Tengah itu bunyinya langsung kayak:
"BJIRR MASYARAKAT TEWAS UDAH KAYAK STATISTIK COK."
Al-Arabiya nggak perlu repot-repot nulis opini "PRESIDEN GOUBLOK". Mereka cukup mengutip mentah-mentah ucapan resminya, lalu biarkan standar moral masyarakat Timur Tengah yang mengadili citra pemimpin tersebut 😝😝
1 hal utama yang orang ga sadari: Membaca fiksi itu beda dengan memahami omongan / ujaran orang dalam diskusi. Teks fiksi boleh ditafsirkan secara lebih subyektif & kreatif, orang boleh melihat cerita dengan lensa pribadi & mengaitkan dengan teori2 yang ia suka; Tak ada kewajiban buat "menyamai" visi dari pembuat fiksi itu sendiri. Suka2 orang kalau ia melihat cerita suatu novel dengan kacamata teori Marxist, dll, WALAUPUN si penulis tak berniat menyampaikan makna itu. Membaca fiksi itu lebih banyak proses kreatifnya
Sementara ya, kalau mau memahami teks diskusi, atau nonfiksi, ya ada batasannya. Tafsir yang dihasilkan idealnya mengutamakan maksud lawan diskusi / penulis. Di sini kreatifitas cuma boleh bergerak di dalam kungkungan tujuan tersebut. Kalau orang sesuka hatinya menafsirkan dalam diskusi, ujung2nya tak akan ada yang akan berhasil di bahas; Pihak satu bakalan ngira maksudnya A, pihak dua ngira maksudnya B, lalu mereka saling membela 2 hal yang berbeda
A Scottish fan chanted, "Free Palestine."
"I was a nurse in Gaza. I volunteered in Gaza. I’ve seen what happens. There is a genocide. Free Palestine."
She's a hero.
Ada gak sih presiden negara lain yg pidatonya juga ngeremehin rakyat yg bayar pajak gitu? Marie Antoniette terakhir ngeremehin rakyat udah dipancung palanya
As someone yg udah pernah tinggal diluar and experienced Islamophobia firsthand, I think the phenomenon is very different outside Indonesia vs. here.
Diluar tuh Islamophobia usually tied to anti-Arab sentiment, immigration anxieties, and stereotypes linking Muslims to terrorism
In Indo however, a lot of what people call “Islamophobia” is actually frustration toward how religion is sometimes practiced socially and politically. Many people are reacting to forced collectivism, moral policing, or the expectation that everyone should conform to a particular interpretation of faith
Personally, I believe faith should be an individual choice. The problem starts when religion moves from guiding oneself to regulating everyone else.