Kepadatan penumpang KRL Commuter Line lintas Tanah Abang-Rangkasbitung atau Green Line menjadi yang tertinggi di wilayah Jabodetabek. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat tingkat okupansi pada jam sibuk mencapai 161 persen, jauh di atas lintas Bekasi (Blue Line) yang berada di kisaran 140 persen dan Bogor (Red Line) sekitar 130 persen.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, mengatakan tingkat kepadatan tersebut menggambarkan kondisi kereta yang sudah sangat penuh. Menurutnya, okupansi 161 persen setara dengan sekitar delapan orang berada dalam ruang seluas satu meter persegi di dalam kereta pada jam-jam sibuk.
“Yang jalur Rangkasbitung puncaknya 161 persen pada jam sibuk. Kalau digambarkan, satu meter persegi diisi delapan orang," kata Bobby dalam rapat bersama Komisi V DPR RI, Rabu (3/6).
Ia mengatakan tingginya kepadatan penumpang menjadi alasan KAI menyiapkan sejumlah langkah untuk meningkatkan kenyamanan pengguna KRL. Saat ini, KRL Jabodetabek melayani sekitar 1,3 juta penumpang per hari. Jumlah tersebut diperkirakan meningkat menjadi sedikitnya 1,4 juta penumpang per hari pada 2030.
Untuk mengurangi kepadatan di lintas Rangkasbitung, KAI berencana mengoperasikan rangkaian kereta yang lebih panjang hingga 12 gerbong (SF12). Namun, rencana tersebut masih terkendala kapasitas pasokan listrik aliran atas (LAA). Sebagai solusi, KAI akan meningkatkan kapasitas listrik dengan membangun 11 gardu traksi baru di lintas tersebut. Perusahaan juga akan melakukan modernisasi sistem persinyalan yang dinilai sudah berusia tua.
📸: Dok. kumparan/Ilustrasi.
Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.
📝: bisnisupdate | update | bisnis | vol | R206 | E068 | E093 | V162
#bicarafaktalewatberita #kumparan
Prabowo Subianto reacts to the rupiah’s decline against the US dollar:
“Rupiah begini, dolar begini. Orang rakyat di desa nggak pakai dolar kok, ya kan.”
(https://t.co/6WltRx8fVs)
Kualitas air keran tidak layak minum --> jual air kemasan
Kualitas udara tidak layak hirup --> (bisa jadi) jual udara kemasan
Mahalnya buat hidup sehat. Padahal itu kebutuhan dasar hidup
Bapuk banget lah Daikin Thailand ini. Usianya cuma 2 tahun. Dimulai dari modul outdoor rusak, habis dibenerin 1 hari kemudian modul indoornya yang rusak. Nggak lagi lagi beli merk ini
Installed governor cancels funding for bike lanes allocated by previous elected administration, hands out free bikes named after himself to government functionaries... 🧐
https://t.co/ijWhGqil1g
Sebenernya nggak papa sih diutangin. Tapi kalau lihat si yg ngutang hapenya lebih bagus, motornya lebih bagus, bajunya lebih bagus, jajannya lebih enak, statusnya lebih wow, kok rasanya emmmmm.....
Innalillahi wa inna ilaihi rooji'un...sore tadi lewat situ. Memang banyak bakaran rumput dan asap. Entah warga atau petugas yg bakar, tapi seharusnya ya ga boleh pakai cara instan gitu
Nggak ada org tua yg dgn sengaja pengen anaknya suka teriak dan tantrum mas. Apalagi di tempat umum. Kalau mas mau sedikit saja emphaty dgn susah payah si ibu nenangin anaknya, mungkin mas akan bisa berhasil jadi makhluk sosial
Yang fokus komplain gw ttg anak kecil:
Mereka gak nangis, mrk teriak2, minta makan teriak2, ntn YT volume kencang. Mrk sekeluarga besar dgn 4 anak, tp hanya 1 anak ini saja yg over. Pas sampai Gambir anak ini tantrum pas hape nya di ambil.
Byk penumpang lain yg mau istirahat.