@SimbokeSarah@claaudyf Kadang suka ada yg komen presidennya gitu krn 'dasar boomer' atau 'dasar lansia', pdhal karakter dia aja yg begitu, bukan soal generasi/usia. Kan kita juga tdk mengatakan Gibran dan Teddy 'dasar milenial'
"8+2 = 11"
"Sawit itu kan juga pohon, kan? Ada daunnya, kan?"
"Orang-orang pintar di Jakarta tidak peduli dengan nasib nelayan."
"Orang desa tidak ada yang pakai dolar kok."
Empat kalimat bodoh, dan yang melempar keempat kalimat bodoh ini adalah orang yang memimpinmu saat ini.
SBY buruk, Jokowi buruk. Tapi mereka sama sekali gapernah ngomong kayak gini dalam forum resmi. Seorang presiden, pemimpin negara bicara dengan kapabilitas yang cuma seperti ini.
Orang-orang yang memilih dia karena kasihan atau karena apapun, kalian berdosa sekali untuk seluruh manusia di negeri ini. Bajingan kalian dan pilihan kalian. Bedebah.
@masgee__ Di toko buku G yang terkenal dan punya cabang2 di seantero Nusantara, pramuniaganya gak punya pengetahuan literasi yg bagus. Kadang pengen nyari buku baru karangan si ABC tapi gak hafal persis judulnya, nanya ke pramuniaga, kita disuruh cari sendiri di komputer yg disediakan 😀
@ari_ap@setnugsempra Kasihan ya, prestise dikaitkan dengan harus keren peralatannya?. Di universitas berprestise yg lo sebut itu juga gak perlu tuh ada ruang kuliah pakai mikropon buat dosennya ngajar. Bahkan di auditorium pun kadang tak ada 😀
@Hidupsebagai62 Di universitas berprestise di luar negeri juga tidak pernah ada ruang kuliah pakai mikropon buat doseb ngomong, bahkan di auditoriumnya tak ada. Oh rupanya di sini prestise dilihat dari peralatan yang ada ya. Gimana nih @ari_ap 😀
@karirfess Tulisan yang bagus sekali. Realitanya begitu, dan tidak perlu saling menyalahkan generasi (ah, dasar boomer. Ah, Gen Z memang begitu). Yg dihadapi kedua generasi dalam keluarga sama, yaitu ketidakpastian karena lingkungan sosial-politik-ekonomi berubah.
Kritik keras dari TB Hasanuddin (Komisi I DPR): Pembubaran film bukan tupoksi TNI! Di dalam UU TNI soal OMSP pun tidak diatur. Jangan sampai aparat kebablasan mengurusi kegiatan sipil yang sifatnya edukatif. Mari kembali ke aturan main demokrasi.
TNI punya tugas pertahanan, bukan jadi tukang sensor film mahasiswa. Harusnya lebih proporsional.
Dia menilai film 'Pesta Babi' adalah pembelajaran penting soal lingkungan & kritik sosial yang wajar. Kalau isinya positif untuk koreksi, kenapa aparat di lapangan justru alergi? PSN pakai uang rakyat, wajar kalau rakyat kritis.
Sumber vidio : kompas
rupiah anjlok sampai di atas 17.500. nobar pesta babi di mana-mana dibubarkan. warga yg bersuara terus diancam. preman diberi begitu banyak kekuasaan.
oh, makin pahit aja negeri ini di bawah rezim prab-gibran.