Kenapa dulu pada dukung jadi PTN BH 😡
Dulu kami sampai judicial review ke MK, tapi gugatannya ditolak.
Alasannya sih kampus ingin mandiri, otonom. Termasuk soal keuangan.
IPB ada Botani Square Mall
UGM punya hotel
UI kelola Rumah Sakit
ITB teh apa ya unit usahanya?
#intinyadeh akun IG @/cabinetcouture_idn diban krn "legal request" dr Kemkomdigi.
Diprotes keras, dianggap pembungkaman krn yg dipost itu info publik (foto & harga barang)
Trus bikin akun baru @/cabinetcouture_season2, spill deretan tas Menteri Meutia Hafid seharga ratusan jt.
🚨 YANG LEBIH MENGERIKAN DARI SEKOLAH NEGERI JADI REBUTAN ADALAH: rakyatnya mulai percaya bahwa hak konstitusional memang pantas diperebutkan lewat seleksi.
Banyak komentar pembaca justru setuju: “Masuk sekolah ya harus diseleksi.”
Maaf, ini sesat pikir yang sangat berbahaya.
Seleksi itu wajar untuk lomba, beasiswa terbatas, atau kampus elite. Tapi untuk pendidikan dasar yang dijamin konstitusi? Itu tanda negara gagal menyediakan layanan publik yang cukup dan adil.
Anak tidak sedang “kurang pintar”.
Negara sedang kurang hadir.
Yang harus diseleksi bukan anak-anak.
Yang harus dievaluasi adalah pemerintah, DPR, DPRD, dinas pendidikan, dan seluruh tata kelola pendidikan yang membuat sekolah negeri langka seperti barang mewah.
Kalau warga negara sudah permisif ketika hak dasarnya dirampas, maka konstitusi tidak lagi dikalahkan oleh penguasa saja, tetapi juga oleh cara berpikir rakyatnya sendiri.
Baca artikel ini:
https://t.co/RO7JskO06g
Menurut Anda, masuk sekolah negeri memang harus seleksi, atau negara yang wajib memastikan semua anak mendapat sekolah bermutu?
#DaruratPendidikanIndonesia #SekolahNegeri #SPMB #PendidikanGratis #HakPendidikan #Konstitusi #UUD1945
@KapudS640 krisis memang tidak selalu bisa dihindari.
tapi cara pemimpin merespons krisis sering kali menentukan apakah rakyat merasa ditemani atau ditinggalkan.
Prabowo yang selama ini suka teriak antek asing kasih lampu hijau ke Danantara buat bond offering, jadiin aset BUMN kita collateral hutang ke pemilik kapital dalam negeri maupun luar negeri.
Buat pemilih 02 kemarin, semoga seneng nanti KAI dan PLN jadi punya Blackrock!
Woiiii
Ini gk bs masuk sbg jenis sapi kurban, krn pake uang apbn
Ini masuknya cm sekedar sapi potong biasa
Gk ada pahala kurban didlmnya
Jgn menyesatkan ummat, kurban itu hrs pk harta pribadi & itupun hrs halal
Gk blh pk apbn
Kalau memang mau maling, ngerampok, dia bisa pukul kaca tsb, trus masuk.
Ini jelas cm buat meneror dan cipta kondisi kok. Biar warga sibuk dgn hal remeh temeh begini. Orang yg hidup di masa harto pahamlah yg beginian.
Film Pesta Babi sering dituduh tidak kredibel (cover both sides) karena tidak memuat narasi versi pemerintah. Namun, kami memang sengaja begitu.
Pemerintah punya banyak anggaran untuk mengundang pemilik media dan menyampaikan narasi mereka. Sementara, 107.000 pengungsi, 1.800 palang adat, dan 2,5 juta ha pembabatan hutan Papua tak banyak diberitakan.
"Laki-laki gak akan sanggup jadi perempuan" ini bener. Sebaliknya, perempuan juga ga akan sanggup jadi laki-laki.
Keduanya punya struggle yang berbeda dan kalau ditempatkan di luar perannya, bakal gak sanggup jalaninnya. Contoh: wanita cenderung punya "pain tolerance" yang lebih tinggi daripada laki-laki, kalo seandainya rasa sakit melahirkan dan menstruasi dipindahkan ke laki-laki, itu sistem sarafnya bakal kewalahan menerima sinyal nyeri yang luar biasa dan bisa fatal efeknya. Belum lagi dari segi keamanan. Banyak wanita yang merasa ruang amannya menyempit karena pelecehan dan kekerasan.
Di sisi lain, ada jurnalis wanita yang pernah berpura-pura jadi laki-laki untuk eksperimen selama 18 bulan, namanya Norah Vincent (Dia nulis buku juga, namanya Self-Made Man). Pada awalnya dia mengira jadi cowok itu "enak", bisa lebih "bebas". Tapi akhirnya dia stres dan efeknya buruknya ngaruh di kejiwaan dia. Sampai dia mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Kenapa?
Laki-laki mengalami "kesepian kronis" dan punya support system yang lebih rendah daripada perempuan. Interaksi antar laki-laki cenderung di permukaan: nongkrong, bercanda, tapi jarang yg masuk sampai emosi yg dalam. Laki-laki bukan "gak mau peka", tapi emang gak punya ruang buat jadi peka pada perasaannya sendiri.
Terus dia pernah coba dating jadi laki-laki, Selama 30 kali dia ngedeketin cewek, dia stres juga karena harus selalu jadi pihak yang mendekati duluan dan mengalami penolakan terus-menerus.
Hidup emang udah berat, jadi gak usah diperpanjang dengan gender war, karena gak akan ada habisnya. 😭
#intinyadeh seorang warga Bandung dpt komen & DM ancaman, lalu akun IG nya suspend abis bikin video kritik Gubernur Jabar Dedy Mulyadi.
Isi video kritik kebijakan Dedy yg dianggap gak solutif: ajak pakai kayu bakar, larangan anak sekolah bawa motor tp transportasi publik jelek.
#intinyadeh
> Beredar anggaran sepatu utk Sekolah Rakyat dr Kemensos Rp27M, per pasang: ~Rp700rb.
> Beredar jg foto yg nunjukin Mensos kasih sepatu merk lokal
> Dikritik keras krn mahal, apalagi klo liat fotonya, harusnya gak segitu harganya. Byk dugaan jd lahan mark up
(1/2)
Luar biasa rapi mainnya. Dokter dipaksa kerja overwork sampai imun rontok, tapi pas meninggal yang disalahin penyakitnya. Ibarat orang disuruh lari maraton sambil dipukulin, pas pingsan dibilangnya "salah kakinya karena kurang kuat". Logika penguasa joss emang 👍
Kesimpulannya sederhana sekali, saudara-saudara. Tiket pesawat mahal bukan karena Indonesia memang susah. Bukan karena avtur. Bukan karena geografi kepulauan. Semua itu adalah narasi yang sangat berguna bagi mereka yang diuntungkan kalau lo percaya bahwa ini adalah takdir yang tidak bisa diubah.
Yang sebetulnya terjadi adalah: Ada dua grup maskapai yang menguasai 96 persen langit Indonesia, dilindungi oleh regulasi yang mempersulit pesaing baru masuk, dibantu tarif batas bawah yang mengunci harga tinggi, dan didukung oleh struktur pajak yang justru memukul penumpang domestik lebih keras dari penumpang internasional.
Dan setiap kali ada krisis baru seperti lonjakan avtur April 2026, narasi "ya wajar lah" itu semakin mudah dijual. Padahal krisis itu hanya mengekspos lebih telanjang betapa rapuhnya industri yang dari dulu memang tidak pernah dibangun di atas kompetisi yang sehat.
Langit Indonesia milik seluruh rakyat Indonesia. Bukan milik dua grup konglomerat.
Sumber: LPEM FEB UI Working Paper 041 (2019), https://t.co/bfPsVb3LFe (Apr 2026), GoodStats (Apr 2026), CNBC Indonesia dan Media Indonesia (Jan 2026), DPR RI (Jan 2026), Databoks/Traveloka (Mei 2026).
"Ya wajar lah, avtur mahal, Indonesia kan kepulauan, operasionalnya susah."
Ini narasi yang selalu didengungkan. Dan gw paham kenapa banyak yang percaya, karena kedengarannya masuk akal. Tapi gw minta lo perhatiin dua hal yang tidak bisa dibantah siapapun.
Pertama, soal relawan Kemenkes yang tadi gw ceritain. Kalau masalahnya murni avtur dan geografi, kenapa terbang lewat Malaysia justru lebih murah? Pesawat Jakarta-Kuala Lumpur juga pakai avtur yang sama. Pilotnya juga manusia biasa. Pesawatnya juga Boeing atau Airbus yang sama. Bedanya cuma satu: Rute internasional tidak dikenakan PPN 11%, tidak dikekang tarif batas bawah, dan dilayani maskapai yang bersaing ketat satu sama lain.
Kedua, coba lo iseng buka aplikasi tiket pesawat sekarang. Cari rute domestik, Jakarta ke Bali misalnya, lalu bandingkan harga Lion Air, Garuda, Batik Air, Citilink. Lo akan menemukan sesuatu yang aneh: Harganya mirip-mirip semua. Tidak ada yang berani jual jauh lebih murah dari yang lain.
Sekarang coba cari Jakarta ke Singapura. Lo akan menemukan variasi yang jauh lebih besar, ada yang murah banget kalau lo booking jauh-jauh hari, ada promo, ada perang harga antar maskapai.
Riset LPEM FEB UI 2019 mengkonfirmasi ini dengan data: Variasi harga tiket domestik empat kali lebih kecil dibanding tiket internasional. Itu bukan karena Indonesia kepulauan. Itu karena di rute domestik tidak ada kompetisi, jadi tidak ada yang perlu banting harga untuk rebut penumpang.
Avtur mahal itu benar. Geografi kepulauan itu fakta. Tapi itu bukan alasan kenapa harga tiket domestik nyaris seragam antar maskapai. Itu dua hal yang berbeda, dan selama ini sengaja dicampur aduk supaya lo nggak nanya lebih jauh.
Dan ini, saudara-saudara, adalah bagian yang paling bikin gw pengen tidur sambil nangis.
Januari 2026, Menkes Budi Gunadi Sadikin bicara di rapat DPR. Kemenkes tiap dua minggu kirim 700 sampai 800 relawan kesehatan ke Aceh untuk bantu korban bencana. Tapi tiket Jakarta-Aceh waktu itu bisa tembus Rp 10 juta.
Solusinya? Para relawan itu diterbangkan ke Kuala Lumpur dulu. Baru dari sana lanjut ke Aceh. Total tiket via Malaysia lebih murah dari tiket domestik langsung. Relawan berseragam biru Kemenkes sempat dikira orang Malaysia karena mereka memang baru turun dari pesawat Malaysia.
Relawan bencana Indonesia harus muter ke luar negeri dulu untuk masuk ke wilayah Indonesia sendiri. Karena tiket domestiknya tidak terjangkau.
Gw minta lo duduk sebentar dan benar-benar merasakan betapa absurdnya kalimat itu.