Aktor intelektual tidak terungkap, aktor lapangan tidak jadi dipecat.
Setelah ini, siapapun bisa mengalami ini, disiram air keras, diteror, dibunuh, para pelakunya dilindungi negara.
Pelajar SMK mengirim surat kepada Presiden, ia menolak menerima MBG dan meminta jatah makan MBG miliknya diberikan untuk kesejahteraan guru. Para pelajar kita, ada yang pikirannya tajam dan halus perasaannya. Rafif Arsya, anda membuat sejarah.
🔥🔥🔥🔥🔥
Breaking: Satu tahun pemerintahan Prabowo Subianto ditandai dengan meningkatnya jumlah deforestasi di Indonesia.
___
Riset lembaga Auriga Nusantara mencatat 433.751 hektare hutan gundul sepanjang 2025. Angka ini hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
INNALILLAHI..... Telah dibunuh dengan keji bapak H. Ermanto Usman SETELAH tampil di podcast Bongkar NAMA-NAMA BESAR KASUS KORUPSI JICT (Jakarta International Container Terminal)
https://t.co/NtfH0YPz7A
Ternyata wajar ya begitu.. Soalnya ada yg pergi jam 8, smp rumah jam 11 malem, 6 hari kerja, sekalinya libur mau me time kaya gt dibilangnya ga ngapa2in. :)
Gw punya temen namanya si A, tinggal di Bekasi kerja di Sudirman.
Senin sampai Jumat rutinitasnya sama terus.
Bangun setengah lima pagi.
Siap siap.
Berangkat sebelum jam enam karena kalau kesiangan macetnya tidak manusiawi.
Sampai kantor jam tujuh.
Kerja sampai jam lima sore.
Sampai rumah jam tujuh atau delapan malam.
Dua jam lebih di jalan.
Tiap hari.
Pulang pergi.
Dan ini bukan keluhan dia ini memang realita yang dijalani jutaan orang yang tinggal di penyangga Jakarta setiap harinya.
Jadi waktu weekend datang orang lain mungkin langsung mikir mau hangout ke mana.
Si A mikir hal yang berbeda.
Sabtu pagi dia bangun siang.
Tidak ada alarm.
Tidak ada jadwal.
Buka Netflix yang episodenya sudah lama tidak dilanjutin.
Siapkan snack.
Dan tidak kemana mana sampai Minggu malam.
Dan dia bahagia.
Genuinely bahagia.
Bukan karena dia antisosial.
Bukan karena tidak punya teman.
Tapi karena dia paham persis apa yang paling dia butuhkan setelah lima hari menguras energi di jalan dan di kantor.
Kita hidup di kota yang desainnya tidak ramah waktu. Jarak rumah ke tempat kerja yang tidak masuk akal. Transportasi yang belum cukup untuk semua orang. Dan budaya kerja yang masih menganggap hadir lebih awal dan pulang paling telat sebagai tanda dedikasi.
Akibatnya banyak orang yang secara fisik ada di rumah tapi energinya sudah habis sebelum sampai pintu.
Dan weekend bukan lagi soal hiburan atau eksplorasi.
Tapi soal pemulihan.
Jadi kalau ada yang nanya memang ada orang yang genuinely senang di rumah seharian sendirian tanpa ketemu siapapun?
Jawabannya ada.
Banyak malah.
Dan mereka bukan aneh atau kurang pergaulan.
Mereka cuma orang yang sudah terlalu lelah oleh perjalanan yang bahkan belum dimulai sebelum matahari benar benar terbit.
Gw punya temen yang kerja di perusahaan yang sama udah 4 tahun.
Gajinya oke. Bossnya gak nyebelin. Kerjanya gak lembur gila gilaan. Temen kantornya enak diajak ngobrol. Basically semua orang bilang lo udah dapat yang bagus, jangan kemana mana.
Dan dia percaya itu. Bertahan. Setia.
Sampai suatu hari dia iseng iseng apply ke perusahaan lain. Bukan karena gak betah. Tapi penasaran aja katanya.
Dan dia keterima. Dengan gaji 35 persen lebih tinggi dari yang sekarang.
Dia bingung. Dia tanya ke gw worth it gak pindah?
Gw balik tanya emang sekarang lo digaji berapa?
Dia bilang angkanya. Dan gw langsung paham kenapa dia bingung.
Karena 35 persen dari gajinya sekarang itu angka yang gak kecil. Itu beda yang kerasa nyata tiap bulan. Beda yang bisa nutup cicilan, beda yang bisa nambahin tabungan, beda yang bisa bikin nafas lebih lega di tanggal tua.
Tapi dia masih ragu. Karena nyamannya di tempat lama itu nyata. Dia udah kenal sistemnya. Udah kenal orangnya. Udah tau cara mainnya.
Pindah artinya mulai dari nol lagi. Buktiin diri lagi. Adaptasi lagi.
Gw tanya satu pertanyaan terakhir ke dia.
'Kalau lo tetap di sini sampai 2 tahun lagi lo ngerasa bakal berkembang gak? Atau lo bakal jalan di tempat yang sama dengan posisi yang sama?'
Dia diem lama banget.
Dan dari diamnya itu gw tau jawabannya.
Dia pindah. Dan tiga bulan pertama emang berat. Adaptasi, buktiin diri, kenalan sama orang baru semua dari awal.
Tapi sekarang dia bilang satu hal yang gw inget sampai sekarang, Gw nyesel kenapa gak pindah dari dua tahun lalu.
Bukan karena gajinya. Tapi karena ternyata di luar sana dia bisa tumbuh jauh lebih cepat dari yang dia kira.
Kenyamanan itu memang enak. Tapi kadang kenyamanan itu yang diam diam nahan lo di tempat yang sama selama bertahun tahun tanpa lo sadar
Tiba2 iuran 17 T, bisa.
Tiba2 impor 105.000 mobil, bisa.
MBG tiap hari 1,2 T bisa.
#WajibReformasiTotal2
Tapi rakyatnya dibiarkan menderita tanpa kehadiran negara. Sudah 3 bulan rakyat Aceh mengeruk lumpur bencana tanpa kehadiran negara
#WajibReformasiTotal2