Barusan gue baca cerita transfer Rodri ke Barcelona di The Athletic dan… gotta give it to Deco, he really played this one perfectly 😭
Karena kalau ngikutin situasinya dari awal, Real Madrid itu sebenarnya leading the race. Rodri bahkan terbuka bahwa preferensinya adalah Real Madrid.
Madrid udah sangat yakin Rodri bakal dateng. Apalagi setelah Piala Dunia, mereka makin sadar kalau Rodri adalah tipe pemain yang mereka butuhkan buat ngisi lubang di posisi yang ditinggal Kroos dan Modric.
Tapi semuanya berubah gara-gara… sebuah acara wedding di spanyol.
Rodri datang ke pernikahan Dani Codina di Costa Brava. Codina sendiri bukan orang sembarangan, dia pernah bekerja di Manchester City dan sekarang jadi bagian dari manajemen Barcelona. Sederhananya, dia adalah orang yang cukup dekat dengan Rodri.
Di sela-sela acara, Rodri ternyata minta rekomendasi restoran yang benar-benar rahasia karena dia diajak ketemu seseorang dan nggak mau ketahuan sama sekali oleh publik atau media.
Tempat yang direkomendasikan adalah Can Pitu, restoran lokal kecil di Begur.
Rodri datang. Beberapa menit kemudian... Deco masuk. 💀
Dua orang itu akhirnya makan siang bareng tanpa ada yang ngeh. Dan makan siang ini terjadi ketika Madrid masih merasa mereka punya peluang besar mendapatkan Rodri.
Sementara beberapa hari kemudian di wedding tersebut, orang-orang yang hadir mulai menyadari kalau preferensi Rodri sudah berubah. Bahkan ada footage Rodri ikut nyanyi dan joget mengikuti lagu-lagu Barcelona.
Dari yang awalnya Madrid… Rodri mulai condong ke Barca.
Barcelona sendiri nggak mau lagi mengulangi kesalahan mereka saat mengejar Bernardo Silva. Mereka baru mau bicara serius dengan Manchester City setelah benar-benar yakin bahwa Rodri memang memilih mereka.
Salah satu hal penting kenapa Rodri bisa diyakinkan untuk mengubah preferensinya, karena gaya bermain Barcelona lebih cocok dengan dirinya, sepak bola yang punya kemiripan dengan apa yang sudah dia jalani bersama City dan Spanyol. Jadi itu akan jauh mempermudah proses adaptasinya dibanding jika ia memilih Madrid.
Hansi Flick juga beberapa kali bicara langsung dengannya. Sementara Madrid mulai mencium sesuatu yang gak beres, mereka langsung meminta pemain dan orang-orang yang punya koneksi dengan Rodri untuk menghubunginya lagi dan memastikan bahwa dia masih yakin dengan Madrid.
Tapi keputusan Rodri apparently sudah bulat berubah. Rodri mantap memilih Barcelona.
Barca akhirnya mulai bergerak menawar City dari sekitar €45 juta + add-ons.
Ditolak.
Naik ke €60 juta.
Ditolak lagi.
Sampai akhirnya, sembilan hari setelah tawaran pertama, kedua klub mencapai kesepakatan: €60 juta upfront + add-ons yang bisa membuat totalnya mencapai €76,5 juta.
Saga ini menarik karena sebenernya sebelum Piala Dunia, Madrid bahkan gak punya rencana buat beli Rodri sama sekali. Sampai satu turnamen besar itu mengubah penilaian mereka.
Tapi ketika Madrid akhirnya sadar betapa pentingnya Rodri… Rodri sudah memilih Barcelona.
Transfer €76,5 juta ini adalah cerita tentang bagaimana satu wedding, satu secret lunch, dan perubahan preferensi seorang pemain bisa mengubah seluruh arah transfer.
I fucking love this kind of transfer saga, man.. 😭
Sebelum lu beli tiket THE ODYSSEY minggu ini, baca dulu thread ini.
Bukan spoiler ya.
ini semua data & konteks yang bikin lu nonton dengan pemahaman penuh, biar gak cuma "wah keren" doang pas keluar bioskop.
A thread 🧵🌊
*lagi kajian di masjid*
*inget mau beli barang yg lg dibutuhin*
*buka syopi*
trus inget hadits larangan jual beli di masjid
AUTO MATIIN HAPE + ISTIGHFAR 😭🙏
Come and visit London’s Home of Trophies. 🏆
Book your Stadium Tour at Stamford Bridge now. ⭐️⭐Come and visit London’s Home of Trophies. 🏆
Book your Stadium Tour at Stamford Bridge now. ⭐️⭐Come and visit London’s Home of Trophies. 🏆
Book your Stadium Tour at Stamford Bridge now. ⭐️⭐Come and visit London’s Home of Trophies. 🏆
Book your Stadium Tour at Stamford Bridge now. ⭐️⭐Come and visit London’s Home of Trophies. 🏆
Book your Stadium Tour at Stamford Bridge now. ⭐️⭐Come and visit London’s Home of Trophies. 🏆
Book your Stadium Tour at Stamford Bridge now. ⭐️⭐️
Dear football,
Today, I want to share with you that this season will be my last as a professional footballer. After so many years living my dream, I feel it’s time to start a new chapter in my life.
Being honest, even though I have been preparing myself for this moment, I found it hard to write this letter. After 20 seasons , many people have played an important role in my career.
When I first kicked a ball as a child in Pamplona with my schoolmates, I never imagined the amazing journey ahead. I’m grateful for every moment: the wins, the tough losses, the challenges, and most of all, the people I’ve met and the friendships I’ve made along the way.
To my teammates, coaches, and every staff member at all the clubs I’ve been lucky to be part of, thank you for helping me grow as a person and a player every day. Wearing the shirts of CA Osasuna, Olympique Marseille, Chelsea FC, Atlético de Madrid, Sevilla FC, and representing my country at the biggest stages has been a true privilege. Every moment has meant so much to me…
Chelsea Football Club is delighted to announce the appointment of Xabi Alonso as Manager of the Men’s Team.
The Spaniard will begin his role on July 1, 2026, having agreed a four-year contract at Stamford Bridge.
Welcome to Chelsea, Xabi!
Jujur ya, gue selalu dapat goosebumps tiap Chelsea masuk final. Bukan karena mereka tim paling dominan sepanjang musim, justru sebaliknya. Chelsea itu aneh, dalam artian yang paling menarik.
Di liga? Naik turun. Kadang kalah sama tim papan tengah. Tapi begitu masuk final? Mereka jadi tim lain.
Ini bukan mitos. Ini pola.
2012 — di Munich, semua orang udah siap nyambut Bayern angkat trofi di kandang sendiri. Chelsea? Mereka parkir bus, kerja keras, dan Drogba tiba-tiba jadi dewa. Itu bukan keberuntungan, itu mentalitas turnamen yang dieksekusi sempurna.
2021 — Tuchel ketemu Guardiola di Porto. Dan Pep, yang biasanya punya jawaban atas segalanya, gak nemu jawabannya malam itu. Chelsea menang bersih.
Nah malam ini? Lawan yang sama. Manchester City.
POV Gue Soal Malam Ini:
City jelas favorit di atas kertas. Tapi justru di situ letak bahayanya buat City, mereka masuk dengan ekspektasi, Chelsea masuk dengan nothing to lose.
Tim yang merasa harus menang itu beban tersendiri. Dan Chelsea, dengan DNA final mereka, justru hidup di tekanan kayak gitu.
Gue gak bilang Chelsea pasti menang. Tapi gue bilang, jangan pernah write off Chelsea di final. Pernah ada yang coba itu. Hasilnya? Kalian tau sendiri.
Malam ini bakal sengit. Dan gue gak kaget sama sekali kalau Chelsea pulang bawa trofi.
Eh iya lupa satu lagi pas ketemu PSG di Piala Dunia Antarklub FIFA, Chelsea lagi-lagi ngeluarin versi diri mereka yang cuma muncul di momen gede.
Terstruktur. Gak panik. Tahu kapan harus bertahan, tahu kapan harus menusuk. Itu bukan tim yang "beruntung menang", itu tim yang paham cara memenangkan pertandingan besar.
Dan yang paling menarik buat gue, PSG dengan semua uang dan bintang mereka, gak bisa nembus Chelsea yang konon masih dalam fase pembangunan.
Jadi Kalau Ada yang Tanya...
"Chelsea layak difavoritkan malam ini lawan City?"
Gue jawab begini: rekam jejak Chelsea di final berbicara lebih keras dari tabel klasemen mana pun.
Mereka bukan tim yang menang karena dominan. Mereka menang karena tahu persis apa yang harus dilakukan ketika trofi ada di depan mata.
Dan malam ini? Trofi itu ada di depan mata lagi. 👀
📸@Bolanet
Coba search “Hazard Chelsea Mourinho” di YouTube. Abis itu scroll ke video-video Shorts, dan lo akan nemuin banyak testimoni soal gimana Hazard di Chelsea, langsung dr mantan rekan setimnya dulu.
Ada cerita dari Danny Drinkwater & Jorginho yang kagum banget sama bakatnya. Ada juga cerita dari Todd Kane, pemain jebolan akademi Chelsea yg bilang Hazard pernah makan 2 burger di malem H-1 pertandingan, dan besoknya nyetak hattrick buat Chelsea.
Tapi, semua punya cerita yg sama: Hazard itu pemain yg bakat alaminya one in a trillion, tapi gak serius pas latihan, bahkan males. Tali sepatunya sering gak diiket, 5 menit sebelum pertandingan bisa masih nyantai FaceTime anak-anaknya, dan gak minat belajar soal taktik. Dia cuma mau main, nyerang lawan, abistu ya udah.
Paling menarik buat gue ceritanya John Terry (JT) soal dinamika Hazard & Mourinho. Mind you, JT adalah kapten yg mimpin Chelsea juara 5 titel Premier League, dan dia bicara jujur soal ini.
Kata JT, Mou pernah ngomong ke skuat Chelsea: “Eden ini lebih jago dari kalian semua. Dia bakalan menangin kita [Chelsea] pertandingan, jadi kalian mesti bantu dia.”
Ketimbang minta Hazard nyetel sama taktik dia, Mou nyuruh 10 pemain lain buat nyetel ke Hazard. Cover posisi kalo dia lg roaming, bek sayap wajib lari ekstra kalo dia ga mau track back. Intinya 1 anomali bareng 10 pemain yg mau kerja keras & do the dirty work.
Ada alasan kenapa waktu itu Juan Mata dijual Mou ke Manchester United. Sebagus-bagusnya Mata, dia tetep diminta buat pressing, track back, lari ke sana ke mari. Hazard? Gak perlu segitunya. Hazard itu pengecualian.
Mou pernah bilang: “orang yang cinta sepak bola di negara ini [Inggris] mestinya jatuh cinta sama Eden Hazard.”
Tapi, Mou juga pernah bilang: “Eden yang kita liat di atas lapangan itu bukan refleksi dari hasil latihan, tapi refleksi dari bakatnya.”
Sekarang banyangin Eden Hazard versi lebih profesional itu damage-nya sesakit apa. The best player of all time that never was.
📸 Ada kisah menarik di balik promosinya Coventry ke Premier League.
Kisah yang mungkin sangat dia tunggu sepanjang hidupnya.
Dia adalah John Mullaney, mendapat julukan "Banner Man". Pada 2001 lalu, dia membentangkan banner "We'll be Back" saat Coventry City harus degradasi dari Premier League di Villa Park.
Selayaknya seorang fans yang cintanya begitu besar kepada satu klub. Dia selalu hadir dalam petandingan Coventry, bagaimanapun kondisinya.
Saat 2011/12, Coventry harus degradasi dari Championship (kasta kedua). Mungkin sekali lagi harapannya pupus, menunggu lebih lama lagi.
Musim 2016/17, semakin parah, Coventry degradasi dari League One(kasta ketiga) dan harus bermain di League two (Kasta ke-4).
Namun musim depannya (2017/18), harapanya kembali muncul setelah mereka berhasil promosi ke League One lagi.
Butuh 2 musim, mereka kemudian bisa promosi lagi ke Championship musim 2019/20.
Dan musim depan, Setelah penantian selama 25tahun. Bisa dipastikan dengan saksi seumur hidupnya John Mulleny. Omongannya akhirnya terwujud di usianya yang hampir 69 tahun ini.
COVENTRY BACK TO PREMIER LEAGUE! 🩵
Jepang nih apa sih, keren banget 😭
Ini timnas mau main di World Cup dengan kondisi abis win streak di 5 laga terakhir. Termasuk ngalahin Brasil & Inggris.
Udah mah pemain jago-jago, jersey keren, skrg punya theme song kayak gini.
Timnas paling kalcer
Kok mau sih Pak @aniesbaswedan balesin postingan Thread dari akun yang cuma 300 pengikut? Mereka ini kan cuma statistik, cuma 0,00000037% dari 270 juta orang Indonesia... Ngapain peduli kesehatan mental dari angka di statistik seperti ini? 😡
Mending joget saja... 🕺
Istri halangan, semalam gue bilang nggak usah ikut bangun pas sahur. Tapi taunya dia bangun duluan dan nyiapin makanan, nemenin selama gue makan.
Pas gue kelar makan, dia bilang :
"Aku lanjut tidur ya".
Lantas gue samperin. Peluk dan kecup keningnya sambil bilang:
"Makasih ya sayang".
Insya Allah semua makanan dan minuman yang kamu siapin memudahkanmu masuk ke surga Allah kelak. Aamiin.