Banyak hal yang harus dibahas dari statement Seskab Teddy ini
Kenapa Seskab yang klarifikasi, bukan Menlu atau Mensesneg?
Sini gue jelasin beberapa hal yang JANGGAL👇🏻
We probably deserve another red card for that last post! But in all seriousness, congratulations to @Arsenal on winning the Premier League and a great run in the Champions League.
Looking forward to picking up the battle again with you next season.
Prabowo: "Mau dolar berapa ribu kek, kan kalian di desa-desa nggak pakai dolar. Yang pusing yang itu yang suka ke luar negeri, hayo siapa ini? Mbak Titiek ini pusing ini"
Pidato Hari Buruh 2026.
Kiri (Singapore): PM Lawrence Wong bilang "Saat AI mendisrupsi seluruh industri, pemerintah mungkin tidak bisa melindungi setiap pekerjaan, tapi kami akan melindungi setiap pekerja. Singapore akan scale up company training committees (CTCs) di setiap sektor dan perusahaan"
Kanan (Wakanda): Banner acara May Day dibikin pake AI gede2 wkwkw. Nasib buruh kreatif gimana? wait bentar dulu... yang penting "MBG bermanfaat atau tidak?" dan "tarif aplikator ojol turun!"
@tempodotco@Outstandjing Terus aja pura-pura ga tau pak… berarti ada policy sequencing yang tidak jelas yg berdampak pada akuntabilitas fiskal. jangan lempar batu sembunyi tangan trus pak.
Ada jurnal menarik yang neliti sampe 14 tahun buat ngejawab pertanyaan apakah kemiskinan yang terjadi pada masa anak-anak hanya berdampak sementara, atau efeknya terbawa sampai dewasa
Sebagai orang yang kerja di IT, Rp1,2 triliun buat "Managed Service IT & IoT di 5.000 lokasi" dalam 3 bulan, penunjukan langsung, dan tanpa tender — itu udah red flag gede sebelum liat vendor-nya kosong.
Proyek infra skala nasional gak mungkin dikerjain 3 bulan sama "pemain tunggal" yang NPWP-nya aja gak ada di portal.
🚨RESMI!
Kemenkes mengeluarkan aturan "Pencantuman Label Gizi dan Pesan Kesehatan pada Pangan Olahan Siap Saji"
Berdasarkan Kepmenkes No. 01.07/Menkese/301/2026
Detailnya:
a. level A berupa kombinasi huruf A dengan warna hijau tua;
b. level B berupa kombinasi huruf B dengan warna hijau muda;
c. level C berupa kombinasi huruf C dengan warna kuning;
atau
d. level D berupa kombinasi huruf D dengan warna merah.
Keterangan:
1. Level A merupakan kandungan gula, garam, dan lemak yang lebih rendah dibandingkan level B, level B merupakan kandungan gula,
garam, dan lemak yang lebih rendah dari pada level C, dan level C
merupakan kandungan gula, garam, dan lemak lebih rendah dibanding
level D.
2. Level A tidak boleh menggunakan bahan tambahan pangan pemanis
(bahan tambahan pangan pemanis alami dan/atau bahan tambahan pangan pemanis buatan), baik melalui penambahan langsung dan/atau ikutan (carry over).
3. Level B hanya dapat menggunakan bahan tambahan pangan pemanis
alami.
4. Level C dan Level D dapat menggunakan bahan tambahan pangan
pemanis (bahan tambahan pangan pemanis alami dan/atau bahan tambahan pangan pemanis buatan).
Contoh pencantuman label ada di foto 3.
Pemberlakuan secara WAJIB akan diterapkan 2 tahun dari Kepmenkes ini diterbitkan.
Alhamdulillah lah ya paling tidak ada progress untuk lindungi masyarakat dari bahaya konsumsi Gula Garam Lemak berlebih.
Kiamat Asam Sulfat: Bagaimana pemblokiran di Timur Tengah dan larangan ekspor China bisa memicu lumpuhnya smelter smelter raksasa nikel di Indonesia (dan siapa emiten yang akan diuntungkan).
Sejak akhir Februari 2026, konflik yang memanas di Timur Tengah menyebabkan penutupan efektif dan pembatasan navigasi yang ekstrem di Selat Hormuz. Jalur ini bukan cuma urat nadi minyak dan LNG global, tetapi juga rute utama pengiriman sulfur dan produk petrokimia. Mengingat negara negara Teluk terutama Arab Saudi, Qatar, dan UEA memproduksi sulfur sebagai produk sampingan dari banyaknya industri penyulingan minyak dan gas mereka, pemblokiran ini langsung memberhentikan supply sulfur lintas laut.
Produksi MHP Indonesia memang diproyeksikan menembus angka 700 kt hingga lebih dari 800 kt pada tahun 2026-2027.
Berdasarkan data terbaru dari Forum Industri Nikel Indonesia (FINI) dan laporan perdagangan awal tahun ini, lebih dari 75% impor sulfur Indonesia berasal dari Timur Tengah terutama Arab Saudi dan Qatar. Pada tahun 2025 saja, Indonesia mengimpor lebih dari 5,3 juta ton sulfur, dan angka ini terus bertambah seiring beroperasinya smelter HPAL baru.
Perhitungan data ini sudah tepat. Proses HPAL untuk mengekstraksi nikel dari bijih limonit kadar rendah sangat butuh banyak asam. Rata rata industri membutuhkan 8 hingga 10 ton sulfur elemental atau sekitar 25-30 ton asam sulfat untuk memproduksi 1 ton ekuivalen logam nikel dalam bentuk MHP.
Dengan target produksi 600-800 kt MHP, industri domestik Indonesia membutuhkan sekitar 6 hingga 8 juta ton sulfur per tahun. Mengingat supply dari Selat Hormuz sekarang hilang, market domestik menghadapi supply shock yang sangat masif.
Asam sulfat adalah komponen biaya operasional terbesar dalam proses HPAL, seringkali memakan porsi 30% hingga 50% dari total biaya produksi (tergantung harga bahan baku saat itu).
Selama beberapa tahun terakhir, MHP Indonesia menikmati posisi di ujung kiri (biaya terendah) dari kurva biaya nikel global. Namun, dengan naiknya harga sulfur akibat kelangkaan, ditambah biaya premi asuransi pengiriman (war risk premium) dan perubahan rute logistik melewati Cape of Good Hope yang memakan waktu dan biaya ekstra, cost curve produsen HPAL Indonesia akan bergeser tajam ke kanan (naik).
Jika harga sulfur di spot market naik sementara harga nikel di LME (London Metal Exchange) tidak naik secara proporsional untuk mengompensasinya, margin produsen HPAL akan tergerus habis.
Cadangan pabrik rata rata hanya bertahan sekitar 2 bulan. Karena krisis Selat Hormuz mulai eskalasi secara drastis di akhir Februari hingga Maret 2026, kita saat ini berada tepat di ujung batas ketersediaan stok tersebut. Jika kargo sulfur alternatif misalnya dari Amerika Utara, Rusia, atau wilayah Asia lain tidak segera tiba untuk menutupi defisit bulanan sebesar 500.000 ton, kita mungkin akan mulai melihat pengumuman operasi, force majeure, atau penurunan tingkat utilisasi pabrik secara paksa di smelter smelter HPAL Morowali, Obi, dan Weda Bay dalam beberapa minggu ke depan.
Baru satu kuartal, defisit sudah tembus 0,93% atau hampir sepertiga dari jatah setahun. Angka ini seolah mengonfirmasi peringatan Moody's dan Fitch terkait risiko erosi disiplin anggaran kita.
https://t.co/QpsaQ7RRAc
Dari acara fun run Hari Anti Korupsi senilai 1,3 miliar hingga bimbingan teknis belasan miliar, BGN "jajan" jasa Event Organizer sampai total 113,9 miliar sepanjang 2025 kemarin.
Menyala APBN 🔥
Berikut rincian realisasi pengadaan jasa EO yang dilakukan BGN.
1. Milli Kita Bersama (nilai kontrak Rp 446.035.649)
2. Erawan Prakasa Utama (nilai kontrak Rp 1.075.148.775)
3. Milli Kita Bersama (nilai kontrak Rp 426.647.038)
4. Anugrah Wizardhi Convex (nilai kontrak Rp 2.691.768.315)
5. Renjana Media Indonesia (nilai kontrak Rp 1.067.681.250)
6. Renjana Media Indonesia (nilai kontrak Rp 1.012.933.708)
7. Azka Jaya Pratama (nilai kontrak Rp 419.015.441)
8. Anugrah Duta Promosindo (nilai kontrak Rp 11.072.879.037)
9. Citra Solusi Konvensindo (nilai kontrak Rp 871.350.000)
10. Raja Idea Kreatif (nilai kontrak Rp 12.576.438.473)
11. Anugrah Wizardhi Convex (nilai kontrak Rp 1.515.437.823)
12. Raja Idea Kreatif (nilai kontrak Rp 1.593.618.536)
13. Anugrah Duta Promosindo (nilai kontrak Rp 3.110.265.371)
14. Anugrah Duta Promosindo (nilai kontrak Rp 2.310.487.200)
15. Mokhsa Karsa Ganendra (nilai kontrak Rp 626.964.429)
16. Citra Solusi Konvensindo (nilai kontrak Rp 4.010.217.047)
17. Citra Solusi Konvensindo (nilai kontrak Rp 1.153.290.000)
18. Pojok Celebes Mandiri (nilai kontrak Rp 15.416.365.703)
19. Falah Eka Cahya (nilai kontrak Rp 16.590.000.000)
20. Anugrah Wizardhi Convex (nilai kontrak Rp 4.597.322.631)
21. Raja Idea Kreatif (nilai kontrak Rp 1.407.462.518)
22. Renjana Media Indonesia (nilai kontrak Rp 469.242.788)
23. Anugrah Duta Promosindo (nilai kontrak Rp 931.640.760)
24. Erawan Prakasa Utama (nilai kontrak Rp 1.660.725.488)
25. Senawangi Citra Imaji (nilai kontrak Rp 391.376.160)
26. Mokhsa Karsa Ganendra (nilai kontrak Rp 695.372.938)
27. Renjana Media Indonesia (nilai kontrak Rp 5.257.989.248)
28. Maria Utara Jaya (nilai kontrak Rp 18.472.000.000)
29. Kredo Aum (nilai kontrak Rp 1.339.310.500)
30. Greenlite Kreasi Abadi (nilai kontrak Rp 465.554.555)
31. Gloria Abdi Cendana (nilai kontrak Rp 242.000.000)