@tanyakanrl Anjing banget, gue kesel banget karena driver ojol gini gue telat kerja anjing. Ditungguin malah nggak jalan padahal chatnya otw. Jarak jemputnya juga gak jauh. Kalau dicancel gue malah makin susah dapat driver nya
Malah kalau versi gila diskon emang Kopi kenangan juara satunya sih, setiap bulan ada promo. Kalau beli membership ada voucher b1g1 b2g1 gratis 1 minuman.
Pada sadar gak?
Tier / rank kopi seperti ini, adalah bagian dari marketing
menurut keyakinan saya sbg dosen, ada brand yang sengaja "pesan".
infografis ini jelas bukan sekadar informasi, melainkan stratehi "native advertising" yang cerdik.
sebuah upaya menggiring opini publik lewat pintu belakang bernama social proof.
Dalam studi sosio-ekonomi tujuannya eksplisit, menciptakan legitimasi bagi brand tertentu di tengah pasar yang sangat kompetitif dengan memanfaatkan perilaku ikut-ikutan atau herd behavior masyarakat. alias FOMO.
misalnya :
"...ehh udah lihat infografis ini belum?, gue belum nyobain yang ini nih...". Ucap Ica (23 th) Karyawan Swasta. Alumni Binus angkatan 2021.
Kolom "Juara" tentu menjadi pihak yang paling diuntungkan secara ekonomi karena ia menempati posisi top-of-mind/ top tier.
Namun,
kalau kita jeli melihat skala ekonomi, brand Calf adalah yang paling mendapat durian runtuh. Dengan jumlah toko yang jauh lebih sedikit dibandingkan raksasa seperti Kopi Kenangan, Calf mendapatkan lonjakan brand equity instan karena disejajarkan dalam satu kasta premium.
Jelas oni adalah stratehi comparison marketing yang sangat efektif untuk mengangkat citra entitas kecil tanpa harus mengeluarkan belanja modal sebesar kompetitornya.
Sebuah permainan distribusi persepsi.
Publik diberi kesan adanya konsensus kolektif, padahal ini adalah teknik pemasaran terukur untuk menjaga perputaran uang tetap mengalir ke lingkaran brand-brand tersebut.
Kita harus kritis melihat bahwa nilai sebuah brand sering kali bukan ditentukan oleh kualitas murni di lapangan, melainkan oleh siapa yang memegang kendali atas narasi di media sosial.
Kalau ga percaya, coba tanya ke @txtdrkuliner, @sinema911, @profesor_saham , @Saham_fess atau akun yg scr umum bahas ekonomi dan pemasaran.
atau kirim twit ini ke dosen/ guru ekonomi mu.
@tanyakanrl Poin emaknya marah perasaan bukan kopinya deh, tapi cara si sender nya malah ngadu ke bude nya padahal salah sendiri. Jadi seakan akan ortunya gak peduli sama anaknya, makanya dibilang malu maluin di keluarga. Dan emaknya udah bilang jangan minum kopi.