Warga Tretes Lagi Memanas. Aksi demonstrasi warga Prigen, Kabupaten Pasuruan, tepatnya di kawasan Tretes pada 29 Maret 2026, menolak alih fungsi hutan menjadi kawasan pembangunan. Aksi ini mencerminkan keresahan warga terhadap kondisi lingkungan yang dinilai mulai terancam.
Wiji Thukul, ketua Jakker (Jaringan Kerja Kesenian Rakyat) onderbouw PRD, kehilangan penglihatannya sebelah kanan karena dipukul popor senjata oleh tentara ketika dia ikut demonstrasi buruh Sritex pada 11 Desember 1995.
Dalam puisi-puisi yang ditulisnya selama buron, Wiji Thukul mengisahkan soal bola matanya, setidaknya dalam tiga puisi. Salah satunya dalam puisi “Derita Sudah Naik Seleher”: Cahaya sudah kau rampas/ dari biji mataku.
📷Mata kanan Wiji Thukul diperban. (Dok. Wahyu Susilo).
Seorang anak SD di NTT mengakhiri hidup setelah tidak mampu membeli buku tulis dan pena untuk sekolah. Tragedi ini menunjukkan bahwa masih ada anak yang menghadapi pendidikan dengan beban ekonomi yang seharusnya tidak ia tanggung sendiri.
#MBG#Pendidikan#Watchdoc
Ada anak kecil di kampung saya, Ngada, Flores, meninggal bunuh diri. Anaknya dikenal cerdas dan ramah di sekolah. Dia meninggal karena putus asa. Sebelum pergi, dia cuma minta satu ke mamanya.
'Mama, saya minta buku dan pena'
Mamanya ga bs kasi dua hal itu lantaran kondisi ekonomi memburuk.
Mungkin buat penguasa dan media massa, anak ini cuma satu angka di dalam statistik. Bahkan bs jadi mudah dilupakan.
Tapi buat saya, anak ini jadi bukti nyata bahwa kita semua gagal bukan karena pengaruh asing. Kebanyakan kita semua gagal karena kita ga mau berbenah. Kita tetap memilih pemimpin yg itu2 aja. Kita tetap mempertahankan institusi yg diisi oleh orang2 itu aja.
Kita sibuk mencari kesalahan org lain, tp kita ga pernah mau sama-sama berjuang sebagai anak bangsa.
Pak Presiden, bapak selalu bilang kalo Bapak adalah presiden semua orang. Saya gak minta Bapak jadi NABI.
Saya minta bapak tidak membiarkan sistem yg uda bobrok ini semakin bobrok.
Belum pernah sesakit hati ini nulis postingan di media sosial.
Ini bukan adegan film, ini fakta yang terjadi hari ini. Kekerasan tentara bersenjata dengan rakyat sipil ini bukanlah antara rakyat Gaza melawan tentara penjajah Israel, tapi ini terjadi di Aceh Utara hari ini.
Hasil tes DNA terhadap dua kerangka manusia yang ditemukan di gedung di Kwitang, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, akhirnya diumumkan. Dua kerangka itu dipastikan adalah Reno Syahputra Dewo dan Muhammad Farhan Hamid.
"Dari hasil pemeriksaan bahwa nomor postmortem 0080 cocok dengan antemortem 002 sehingga teridentifikasi sebagai Reno Syahputradewo anak biologi dari Bapak Muhammad Yasin," kata Karo Labdokkes Polri, Brigjen Sumy Hastry Purwanti, di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta, Jumat (7/11).
"Dari hasil pemeriksaan bahwa nomor postmortem 0081 cocok dengan antemortem 001 sehingga teridentifikasi sebagai Muhammad Farhan Hamid," tambah dia.
Sebelumnya, dua kerangka manusia tersebut pertama kali ditemukan oleh tim teknis gedung yang hendak mengecek konstruksi gedung untuk dilakukan renovasi. Renovasi dilakukan karena gedung itu sempat terbakar ketika terjadi demo yang berujung kericuhan di Kwitang.
Dua kerangka manusia itu lantas dikaitkan dengan Reno dan Farhan yang sempat dilaporkan hilang setelah demo. Keluarga dari Reno dan Farhan lalu diambil sampelnya untuk kepentingan tes DNA.
📸: Dok. Instagram @/kontras_update.
Follow WhatsApp Channel kumparan untuk dapat Informasi terpercaya dikirim langsung ke WhatsApp kamu. Ketik https://t.co/LTFgN0m78w di browser kamu sekarang, agar bisa share informasi tanpa ragu.
#newsupdate #update #news #oneliner #kwitang #polisi #konpers #kerangka #gedungkwitang #demo #info #infoterkini #berita #beritaterkini #bicarafaktalewatberita #kumparan
hari-hari ini,
orang-orang dapat ditembak setiap saat hanya lantaran kau punya bedil — atau kau lindas, kau tendang, kau siksa semaumu
hari-hari ini,
orang-orang ditangkapi hanya lantaran kau merasa ada kuasa membuka-tutup pintu penjara