As a way to make sure my kindle purchase won’t go to waste, I’m gonna start a thread with book reviews. This’ll be like a milestone reminder. Feel free to skip it
@journalsssa WTS tiket pribadi the weeknd in jakarta.
Festival day 1, 2,9juta open nego.
Bisa COD jakarta, diurus sampe wristband.
wts wtb konser the weeknd jakarta jis
We scream 'Equality' until the ship starts sinking. Then suddenly, it’s 'Women and Children first.'
Society views male life as disposable. We are comfortable sending men to die in wars, to do the most dangerous jobs, and to drown so others can survive.
A man is the only creature on earth expected to sacrifice his life for people who constantly tell him he is 'toxic'.
From an old guy to younger guys: ga usah kemakan narasi "man must provide" pas pacaran. Sesekali beliin pas pacaran oke lah. Provide everything? No way.
Kewajiban provide itu baru muncul setelah nikah ke istri dan keluarga. Pacaran engga.
Pernah denger ceramah seorang Muslim scholar dari UK yang membahas rasionalisasi perintah hijab dgn sudut pandang yg menurut gue jauh lebih presisi secara teologis.
He said that it’s clear bahwa tujuan utama hijab bkn untuk membantu laki2 mengontrol hawa nafsunya.
From the cries of hunger to the roar of revolution, the Bolshevik struggle showed no empire of oppression can silence the will of the people. Leaders today must remember this truth, when they choose arrogance over compassion, the people’s fury will rise and break every chain.
Maka, semua kemarahan yang tengah terjadi sudah sepatutnya harus kita dengar. Bagaimana kerja keras rakyat, yang semula diyakini sebagai jalan menuju kesejahteraan kolektif, pada akhirnya hanya menjadi sarana akumulasi keuntungan bagi segelintir elit.
Rakyat adalah motor dari revolusi, sumber tenaga yang memungkinkan perubahan terjadi. Tanpa mereka, tidak ada kemegahan kota yang berdiri, tidak ada panen yang berhasil, dan tidak ada rezim yang bisa bertahan. Tidak ada makhluk yang bekerja lebih keras daripada mereka.
Namun sejarah sering berulang: hasil dari pengorbanan itu justru jatuh ke tangan segelintir penguasa. Sebuah ironi bahwa di balik semangat persamaan, selalu ada mereka yang menjadikannya kedok untuk menguasai lebih.
Whoosh ini akan jd bom waktu. Kerugian tahun ini diproyeksikan Rp 1,9 triliun.
KAI punya saham 55% jadi kena beban rp 1 triliun.
Hingga puluhan tahun ke depan maybe Whoosh akan tetap rugi, hutangnya masih Rp 100 triliun.
Please help me, Danantara :)