Scientists and educators age fastest. Athletes age slowest.
A facial aging clock trained on occupation-linked photos found that the gap between your biological face-age and your real age predicts all-cause mortality. The wider that gap, the higher your risk.
Women aged slower than men in every single occupation measured. No exceptions.
The ranking, from youngest-looking to oldest-looking relative to chronological age:
Athletes > service workers > sales > clerical > managers > professionals > scientists and educators.
The people who study aging for a living look the oldest. I wish I could say I'm surprised.
Your face is a record of cumulative stress, UV, sleep loss, and metabolic wear. Your job title determines how much of each you get.
@fxmario Dia cuma bandingin Price tapi nggak bandingin Sales. Di US itu coffee shop pembelinya banyak, antri, dan beli makanannya juga, karena semua orang bisa beli bukan barang mewah. Jadi Salesnya jauh lebih besar juga. Sedangkan di sini mungkin costnya hampir sama, tapi sales rendah
@magerhidupp Melihat perang Ukraine, postur defensif pada akhirnya akan butuh jarak 1.000+ KM, untuk menyerang pangkalan dan suppy chain yang digunakan agresor. Kalo nggak bakal jadi bulan-bulanan mengingat glide bom aja jaraknya bisa mencapai 90km
@kuswanto@semesta_han Masalahnya diagnosa tepat di awal itu penting dan kadang time-sensitive. Kalo terlambat bisa makin parah. Ini gw ngalamin sendiri sih, karena kelamaan cari 2nd & 3rd opinion jadi hampir terlambat tindakan.
@kuswanto Sementara temen2 gw yang kerja di Jepang, pulang kantor sempet olahraga, weekend nonton konser, snowboard/ski kalo winter, banyak kegiatannya :))
@tjepicepi@gumpnhell Aturan akuntansinya jadi beda karena dengan revisi section 174 bisa langsung 100% immediate expensing, artinya tidak ada amortisasi. Bahkan sekarang terbuka peluang restitusi kelebihan bayar pajak 2022-2024
@DitjenPajakRI Di negara lain, misalnya US software yag didevelop di dalam negeri bisa mengajukan immediate-expensing, jadi biaya development tidak diamortisasi, sehingga perusahaan bisa punya cash lebih di awal. Tidak dipajakin dulu sebelum menghasilkan. Ini namanya keberpihakan ke dunia usaha
@shienchou@kerissakti Di negara lain ada insentif, misal US, untuk software yg didevelop di dalam negeri, biaya development bisa langsung jadi expenses tidak perlu diamortisasi. Jadi masalahnya bukan sekadar aturan akuntansi tapi strategi untuk mendukung industri dalam negeri
@fxmario Sekarang ada cara lebih gampang lagi, beli espresso literan di Toped, kalo mau bikin kopi susu bisa pilih blend Robusta & Arabika, tambah susu pasteurized & gula aren, jadi deh Tuku haha
Liat GDP aja Jakpus > Jaksel > Jakut > Jaktim > Jakbar
Jadi memang Jaksel penggerak ekonomi kedua tertinggi di DKI Jakarta. Jakut & Jaktim terpaut jauh di bawah Jaksel
Jaksel penggerak ekonomi ibukota?
๐คฃ๐คฃ๐คฃ
Sejak kpn overprice matcha jd penggerak ekonomi ibukota?
Diketawain Jakut dg kawasan gudang + industri, Jaktim dg kawasan industri + Pasar Induk, Diketawain Jakbar dg kawasan gudang + Industri + Niaga, Diketawain Jakpus dg kawasan Niaga
@Stephanus_SJ@fxmario Nggak perlu pake incubator, gw biasanya taro di toples dibungkus kain simpen di suhu ruang (tanpa AC) selama 12-18 jam. Nanti sebagian hasilnya bisa disisihkan buat bibit selanjutnya.
@rgoestama Ini jurnalnya. Kalo dibaca sekilas nggak seheboh itu. Kemungkinannya 1 dari 140rb penerima. 1-3 hari setelah suntikan (berarti kalo pun terjadi, udah terjadi dulu pas kita disuntik). Dan sebagian besar pulih sepenuhnya.
https://t.co/y491sMollS