Laporan yang dinanti-nanti telah tiba. Gurita bisnis Raffi Ahmad. Semua dikupas secara tajam, setajam kita rakyat miskin gibahin orang kaya.
#RaffiAhamd#SultanAndara
https://t.co/FAJINoxWGe
Thousands of people have taken to the streets in multiple cities across Indonesia to protest against attempted revisions to the countryโs election law.
โ in pictures https://t.co/d78iF4qV5x
Satu waktu nanti, Indonesia ini akan bubar, rontok berantakan, bukan karena diserang asing atau bencana global.
Republik ini akan lumpuh dan hancur berkeping karena memang digerogoti dan dimangsa manusia manusia rakus yg selalu bicara atas nama โbangsa dan negaraโ.
Film Dokumenter paling edan yg pernah gue tonton.
Kisah Bobi Wine dalam menyoroti ketimpangan sosial di negerinya, mencoba membebaskan rakyat Uganda dari diktator, maju jadi capres dan kalah karena kecurangan yg dilakukan incumbent yg udah berkuasa lebih dari 30 tahun
Itu justru paling jelas dasar teorinya.
Kolomku bulan lalu paragraf pertama: "Salah satu sifat dasar manusia adalah ingin menjadi pemenang - atau setidaknya menjadi bagian dari pihak pemenang".
:)
@f4lasteen bener wkwk, gue gapernah ngerasa berkelas debat sama 02 gatau kenapa kek yang dibahas lagi2 politik identitas, sengkuni dll. padahal gue maunya bahas kinerja baik dan buruk paslon, rekam jejak, visi misi tapi yeah mereka kayanya juga gatau program paslon mereka apa aja ๐๐ป
Selama ini baru terlihat argumen 1. "Koq ngeluarin videonya di masa tenang" dan 2. "Ketiga presenternya adalah orang partisannya Mahfud".
Ga ada nih yg bawa data sanggahan akan konten isinya? Apa berarti mengakui kalau benar semua isi dokumenternya?
Aktivis hak asasi manusia (HAM) sekaligus istri almarhum Munir, Suciwati, memberi pesan kepada seluruh warga Indonesia jelang Pemilu 2024. Suciwati berpesan agar masyarakat tidak golput.
https://t.co/cye7aFQwkS
Narasi Sesat Korban Penculikan Prabowo Sudah Dipulangkan Semua
(Opini pribadi, tidak mewakili organisasi mana pun)
Saat @budimandjatmiko bilang bahwa @prabowo mengatakan sudah mengembalikan korban yang diculik tahun 98, saya heran begitu banyak yang percaya bahwa yang dikatakan Prabowo itu benar.
Apalagi, kader @psi_id mas @sigitwid sepertinya juga mengamini itu sebagai kebenaran, mungkin juga kader PSI lainnya. Selain tidak ada fakta yang mendukung pernyataan Prabowo yang disampaikan Budiman, bukan kah PSI sendiri yang menyatakan bahwa Prabowo adalah seorang pembohong? Kenapa harus dipercaya?
Saat wacana ini bergulir, saya mencoba membuka berkas-berkas lama, salah satunya kesaksian para korban penculikan, yang pernah saya baca sekitar pertengahan tahun 2019.
Salah satu yang membekas di kepala adalah kesaksian almarhum Desmond Junaedi Mahesa. Desmond diculik pada 3 Februari 1998 dengan ditodong pistol di depan sekretariat GMKI di Salemba. Kesaksian itu terdokumendasi dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Desmond.
Proses BAP Desmon dilakukan oleh Mayor Cpm A.L. Toruan pada 25 Mei 1998, pukul 15.00 WIB di Kantor Pusat Polisi Militer atas perintah lisan Dan Puspom Mayjen TNI Syamsu D. Dalam BAP itu, Desmond menyebutkan informasi penting untuk menjelaskan kesesatan narasi bahwa korban penculikan Prabowo sudah dikembalikan semua.
Saat di-BAP Desmond mengatakan bahwa pada hari pertama ia disekap di Poskotis, ia bertemu dengan Yani Afri alias Rian Padang yang disekap di sel nomor 1 dan mengetahui ada Soni Ambon di sel nomor 6. Keduanya adalah aktivis PDI Megawati (kini PDI Perjuangan) dituduh sebagai pelaku peledakan Mall Kepala Gading. Sementara Desmond disekap di sel nomor 4.
โPada hari pertama saya masuk di sel nomor empat, di sel nomor satu sudah ada orang yang bernama Yani Afri alias Rian Padang, pekerjaan sopir, aktivis PDI Megawati Tanjung Priok.. Pada sel nomor enam ada orang bernama Soni Ambon pekerjaan sopir, aktivis PDI Megawati Tanjung Priokโฆโ kata Desmond.
Keberadaan Yani Afri dan Soni di Poskotis ini juga disampaikan oleh Faisol Reza dalam kesaksian tertulis yang ia buat pada 20 Juni 1998.
"Dua hari kemudian Yani Afri dan Soni dikeluarkan. Sebelum keluar, Yani Afri menyatakan bahwa mereka berdua (dengan Soni) sudah hampir 10 bulan berada di sana, Desmond dan Pius sudah 1 bulan, sementara Haryanto Taslam sudah 1 minggu," tulis Faisol Riza.
Kesaksian Yani Afri kepada Faisol Riza itu mempertegas bahwa penculikan yang dilakukan oleh sejumlah anggota TNI atas perintah Prabowo sudah dilakukan sebelum tim Mawar terbentuk. Sebelum tim Mawar ada, Prabowo sudah memberikan perintah lisan pada Mayor Bambang Kristiono untuk memimpin Satgas Merpati, tugasnya mengumpulkan data dan informasi tentang kegiatan kelompok radikal.
Mayor Bambang menjadi Poskotis sebagai penyekapan dan sebelum akhirnya dijadikan markas tim Mawar untuk melakukan interogasi. Selain Yani Afri dan Soni, ada juga Deddy Hamdun, dan Noval Alkatiri yang dijuga diculik sebelum tim Mawar secara resmi dibentuk.
Keberadaan Deddy Hamdun dan Noval Alkatiri di Poskotis ini sempat disampaikan oleh Yani Afri kepada Faisol Riza dan Pius Lustrilanang.
Selama di sekap, Faisol Riza kerap berbincang dengan Yani Afri, bahkan dalam kesaksiannya, Faisol Riza menulis bahwa Yani Afri sudah seperti sahabat dan saudara.
"Di dalam sel dalam waktu yang lama saya juga menemukan rasa persaudaraan dan persahabatan. Saya merasakan bahwa Yani Afri dan Sonny adalah kawan-kawan terbaik yang pernah saya miliki walaupun saya belum pernah melihat seperti apa adanya. Mereka berdua menasehati saya untuk berolahraga agar tidak jatuh sakit dan mereka juga mengajarkan saya untuk terawa dalam penderitaan," tulis Faisol Riza.
Selain mereka yang diculik sebelum tim Mawar dibentuk, ada juga Herman Hendrawan, seorang aktivis PRD di Surabaya yang diculik tim Mawar namun tak kembali. Herman dibawa ke Poskotis Cijantung setelah ditangkap pada 12 Maret 1998.
Ketika sama-sama disekap Waluyo Jati dan Faisol Riza mengenali suara nyanyian lagu "Widuri" dan "Camelia" yang biasa dinyanyikan oleh Herman. Pius juga mengaku sempat ngobrol dengan Herman, Andi Arief juga pernah mendengar dari interogator bahwa ada nama Herman yang juga ditangkap di sana.
"Kadang mereka menyuruhku menyanyi, dan dari kamar sebelah aku mendengar suara Herman Hendrawan yang menjawab pernyataan atau kadang menyanyi," tulis Raharjo Waluyo Jati dalam kesaksiannya, 3 Juni 1998.
Herman sempat dikabarkan sudah dipulangkan, namun sampai sebagian korban dibebaskan, keberadaannya tidak diketahui.
"Sampai hari Jumat (26 Juni 1998) ini saudara-saudara saya (Herman Hendrawan, Dedi Hamdun, Petrus Bima Anugerah, Noval Alkatiri, Suyat, Yani Afri, Sonny, dll) masih meringkuk di dalam sel yang tidak pernah kita sampai sekarang," tulis Faisol Riza dalam kesaksiannya untuk siaran pers.
Kata "sampai sekarang" yang ditulis oleh Faisol Riza itu masih relevan hingga hari ini untuk membantah kesesatan wacana korban penculikan, sekaligus menuntut tanggung jawab negara agar terus mencari dan menghadirkan keadilan bagi korban penculikan dan keluarganya. Sebab, sebagian dari mereka belum pernah dipulangkan sampai sekarang.