Pengalaman nge-acc cuti tim, rule pertama untuk diri sendiri adalah menyadari bahwa cuti adalah hak, jadi mau apapun alasannya emang kudu di-acc.
Di sisi lain tetap mastiin teman yg masuk kerjanya juga ga overload.
Gue ga pernah menemukan apa keuntungan dari mempersulit cuti. Kan hari cutinya ga akan nambah ke gue juga ๐ ๐ ๐
Gue dari kecil ada ART, ga pernah diajarin masak, gabisa masak, pemales betul.
27 tahun kemudian? Gue menemukan fakta, kalo masak itu HEALING.
Masak tuh cuma bentar, tapi berisiknya isi otak tiba tiba jadi pelan pas gue motong bawang.
Dopamin naik pas kelar masak, dan masakan gue enak.
Tapi sorry, kalo disuruh nyuci piring gue tetep bayar orang ๐ญ
Ada beberapa hal yang menurut gua cukup mengganjal terkait ini.
1. Gua gak paham kenapa Baznas berani banget mengubah satuan emas 24 karat menjadi emas 14 karat. Alasannya Baznas karena harga emas 24 karat terlampau tinggi dan agar penerima zakat tetap banyak--karena yang bayar zakat banyak--mangkanya diputuskan menggunakan emas 14 karat.
Tentunya ini gak sesuai landasan fiqh yang menjadi jumhur mayoritas ulama yang menyepakati nisabnya adalah emas 85gr emas 24 karat bukan emas 14 karat.
2. Dalam fatwa MUI no 3 tahun 2003, zakat penghasilan dianalogikan sama seperti Zakat Harta. Sehingga seseorang harus memenuhi nisab dan haul terlebih dahulu untuk dapat dikenakan zakat ini. Haul itu periode satu tahun harta itu dikumpulkan. Misalnya dari 1 Ramadhan hingga 1 Ramadhan tahun depannya. Hal ini berarti harta tersebut adalah kurang lebih seperti tabungan yang mengendap. Bukan uang/harta yang digunakan untuk keperluan sehari-hari.
Dalam SK Baznas tersebut, ternyata yang dimaksud sebagai penghasilan adalah penghasilan kotor yang di dalamnya ada biaya hidup bulanan, bukan penghasilan bersih yang benar-benar bisa ditabung. Kalau penghasilan kotor harusnya tidak bisa dikenakan zakat mal. Berdasarkan Fatwa MUI no 3 tahun 2003 juga menekankan bahwa penghasilan yang dikenakan zakat adalah penghasilan bersih, bukan kotor.
Sudahlah penentuannya nisabnya tidak jelas berdasarkan apa tiba-tiba menjadi emas 14 karat, penarikan zakatnya pun juga rancu karena menjadikan penghasilan kotor sebagai acuan, alih-alih penghasilan bersih.
Ingat lho, jangan main-main sama zakat. Jangan utak-atik aturan zakat hanya demi tidak kehilangan potensi zakat nasional. Kalau mau potensi zakat kita besar, maka kesejahteraan penduduknya yang ditingkatkan bukan nisab dan haulnya yang 'diakalin'.
Lagipula penerima zakat dalam islam itu rigid banget. Hanya ada 8 ashnaf yang berhak menerima zakat dan selain itu dilarang menerima zakat. Maka jangan coba-coba menjadikan zakat sebagai pembiayaan program populis. Salurkan aja zakat dengan benar ke 8 ashnaf yang memang berhak.
Banyak banget red-flag nya di kejadian ini. Pertama dan terutama, kalaupun keanggotaan ada perubahan, mestinya dipastikan supaya ada pemberitahuan awal. Di app nya #MobileJKN ada fitur notifikasi kan ya?
Kemudian terkait status pasiennya sendiri, banyak pasien HD (Hemodialisa) penderita gagal ginjal yang beresiko kehilangan nyawa jika sampai absen dari jadwal HD rutin. Alhasil menghentikan tiba-tiba layanan HD buat para pasien ini bukan hanya ceroboh, tapi juga masuk tindak kekerasan terhadap masyarakat difabel. Padahal BPJS harusnya memiliki data mengenai siapa saja pasien HD yang terdampak, dan mengambil tindakan pencegahan yang memadai.
Lalu yang lebih parah sebenarnya di level executive decision: banyak keanggotaan PB1 yang berguguran karena pemerintah melakukan pembaruan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN),
yang berakibat perpindahan status ekonomi masyarakat semata karena kategorisasi baru, yang banyak pihak anggap absurd, misalnya karena sekarang pengeluaran di atas Rp3 juta per bulan sudah dikategorikan โsuper kayaโ.
Nguk!
Terakhir, apakah DPR tidak diberitahu rencana ini dan menyampaikan resiko-resikonya terhadap masyarakat luas? Atau memang semuanya sudah dipakaikan kacamata kuda supaya setujui apapun yang bertujuan hemat anggaran?
Tiap hari ada-ada saja berita dari para pengurus republik ini yang membuat kening berkerut...
Hari Jumat diguyur hujan dari pagi,
Macet total di jalan raya.
Daripada stres sendiri,
Ayo naik Transjakarta, aman, lancar dan sentosa.
Hujan deras guyur Jakarta, tapi aktivitas harus tetap berjalan. Transjakarta setia menemani perjalananmu