این یک سند تاریخی و پیامی از ایران مقتدر است: صلح در سایه احترام متقابل تحقق خواهد یافت.
جمهوری اسلامی ایران به صلح جهانی با حفظ عزت و استقلال، پیشرفت و همکاری منطقهای همواره متعهد و پایبند است.
Baru liat list broadcast rights FIFA buat Piala Dunia ini. Semua TV yang dapat rights di seluruh negara buat TV juga dapat rights buat internet, termasuk di mari.
Tau ah. hehehe
Melakukan survei literatur menggunakan metode tiga tahap melibatkan proses sistematis untuk menemukan, menyaring, dan mendalami materi riset di bidang yang mungkin masih asing buatmu.
Langkah-langkahnya berdasarkan sumber:
Langkah Pertama: Mencari Titik Mulai
1. Gunakan mesin pencari akademik (seperti Google Scholar atau CiteSeer) dengan kata kunci yang tepat untuk menemukan tiga hingga lima makalah terbaru di bidang tersebut.
2. Lakukan pembacaan tahap pertama (first pass) pada setiap makalah untuk memahami gambaran umumnya.
3. Baca bagian "Related Work" (pekerjaan terkait). Bagian ini sering kali memberikan ringkasan tentang riset terbaru dan, jika beruntung, mengarahkan kamu pada makalah survei (survey paper) yang sudah ada. Jika kamu menemukan makalah survei tersebut, cukup baca makalah itu untuk menyelesaikan surveimu.
Langkah Kedua: Mengidentifikasi Makalah dan Peneliti Kunci
1. Jika makalah survei tidak ditemukan, perhatikan daftar pustaka (bibliografi) untuk mencari sitasi yang sering muncul dan nama penulis yang berulang. Mereka adalah makalah dan peneliti kunci di bidang tersebut.
2. Kunjungi situs web para peneliti kunci tersebut untuk melihat di mana mereka mempublikasikan karya terbaru mereka. Ini akan membantu kamu mengidentifikasi konferensi-konferensi tingkat atas dalam bidang tersebut.
Langkah Ketiga: Menjelajahi Konferensi dan Melakukan Iterasi
1. Buka situs web konferensi-konferensi utama tersebut dan periksa prosiding terbarunya. Pemindaian cepat biasanya akan membantu kamu menemukan riset berkualitas tinggi yang terkait.
2. Kumpulkan makalah-makalah ini beserta makalah kunci yang kamu temukan di langkah kedua.
3. Lakukan dua kali pembacaan (two passes) pada makalah-makalah tersebut.
4. Jika selama proses ini kamu menemukan makalah kunci lain yang terus disitasi namun belum Anda baca, dapatkan makalah tersebut dan ulangi prosesnya sesuai kebutuhan.
Pendekatan disiplin ini membantu kamu mendapatkan pandangan menyeluruh (bird’s-eye view) tanpa terjebak dalam detail teknis yang terlalu dalam di awal proses.
Gue abis nonton YouTube Professor Jiang.
ternyata, setelah nonton video ini gue jadi tau, kalo banyak orang tua miskin yang salah didik anaknya.
tanpa mereka sadar, mereka sendiri yang ngunci anaknya buat tetap miskin dari generasi ke generasi.
disini gue bakal nyampein apa yang bener-bener gue tangkep dari video itu.
dia mulai dari satu pertanyaan sederhana.
"kenapa anak orang kaya cenderung sukses, dan anak orang miskin cenderung tetap miskin?"
kalian pasti mikir jawabannya karena uang?
menurut gue juga bener, tapi professor Jiang bilang jawabannya lebih dalam dari itu.
uang itu akibat. bukan sebabnya.yang bikin perbedaan bukan hartanya, tapi adalah gimana cara mereka ngasuh anak mereka sehari-hari.
dan perbedaan ini sudah ada jauh sebelum si anak masuk sekolah.
Professor Jiang nyebut ada 3 perbedaan utama.perbedaan pertama yaitu dari cara mereka ngomong.
orang tua kaya ngobrol banyak sama anaknya.
kalimatnya panjang. kosakatanya luas. penuh penjelasan dan diskusi balik.
orang tua miskin? biasanya singkat dan langsung.
"iya." "tidak." "pergi sana." kayak kurang diskusi langsung sama anaknya.
menurut gue ini bukan karena mereka nggak sayang, tapi karena mereka capek, stres, dan nggak punya energi lebih.efeknya besar banget.
anak kaya masuk sekolah dengan kosakata yang jauh lebih kaya. lebih gampang ngerti instruksi guru. lebih mudah ngekspresiin diri. lebih percaya diri ngomong di depan kelas.
anak miskin masuk sekolah dan langsung ketinggalan, bukan karena dia bodoh, tapi karena dari rumah emang nggak diajarin cara itu.perbedaan kedua yaitu dari cara sikap.
bayangin dua skenario.
anak kaya nyentuh kompor, tangannya kebakar. orang tuanya duduk, jelasin pelan-pelan.
"api itu panas, bisa bikin luka, makanya kita harus hati-hati ya."
penuh kesabaran. penuh penjelasan. anak merasa dihargai.sekarang skenario yang sama, tapi anak miskin.
"jangan pernah lakuin itu lagi atau kupukul kau!"
selesai. nggak ada penjelasan. nggak ada diskusi.
orang tua miskin cenderung otoriter dan suka memerintah, bukan karena mereka jahat, tapi karena itu satu-satunya cara yang mereka tahu.
cara yang juga dulu dipake orang tua mereka ke mereka.dan pola otoriter ini ngebentuk cara anak ngeliat dunia.
anak kaya tumbuh dengan keyakinan: "dunia ini aman, pendapatku dihargai, dan gue boleh nanya."
anak miskin tumbuh dengan keyakinan yang berbeda: "dunia ini menakutkan, orang dewasa adalah ancaman, dan gue harus nurut tanpa nanya."
bukan salah anaknya. bukan salah orang tuanya juga.
itu pola yang udah diwariskan jauh sebelum mereka lahir.perbedaan ketiga yaitu stabilitas.
orang tua kaya punya uang, jadi mereka bisa nepatin janji.
"minggu depan kita liburan ke Bali."
dan minggu depan, mereka beneran berangkat.
anak itu tumbuh dengan satu keyakinan yang sangat mendasar: dunia bisa dipercaya.
orang yang bilang sesuatu, bakal menepatinya.orang tua miskin juga berjanji.
"minggu depan kita ke McDonald's ya."
anak itu excited. nunggu-nunggu dari hari Senin, tapi minggu depannya, gaji nggak cukup. kebutuhan mendadak datang. nggak jadi.
bukan karena mereka bohong. kondisinya memang nggak memungkinkan dan dari sini semua hal lain mulai masuk akal.
kenapa anak miskin susah percaya sama guru?? susah percaya sama sistem? susah percaya sama masa depan?
bukan karena mereka lemah atau nggak mau usaha.
tapi karena dari kecil, dunia udah ngajarin mereka untuk nggak terlalu berharap.terus gue mikir, emang ada jalan keluarnya?
kata professor Jiang, ada. tapi jalannya nggak gampang.
lo harus ninggalin komunitas lo. nikah ke status lebih tinggi. atau beruntung banget dapet kesempatan yang nggak semua orang dapet.
dan untuk bisa ambil jalan itu, lo harus jadi orang yang sangat individualistis.
berani ambil risiko yang kebanyakan orang di sekitar lo nggak mau ambil.
A Colombian woman was impressed by this Muslim man's straightforward, no-nonsense attitude toward marriage. He was clear about his intentions and didn't waste her time. The only issue was that she did not like his religion.
ini udah playbook mereka dari dulu nawarin beginian, pernah nyebar di sini cerita jaman faldo maldini waktu bem wakakak
lu kalo jadi aktivis BEM anti rezim pastikan punya skill, jadi waktu lulus bisa kerja profesional yg kompetitif (bukan kerja “ikut orang”, iykyk) sampai kekejar milyaran itu dgn halal (paling cuma butuh brp tahun di perusahaan yg tepat), lebih keren pula daripada ditawari sekedar jadi rentseeker 😂
opsi tambahan bisa resign dan bikin perusahaan yg dipercaya investor global, duit haram rezim itu jadi receh bgt lho wkwk
Gue pernah baca dimana gitu intinya di negara ini lu ga boleh salah jalan dari awal:
1. Belajar yg pinter dari SD-SMP biar dapet SMA Favorit
2. Masuk SMA Favorit biar bisa lolos PTN Top Tier
3. Masuk PTN Top Tier biar bisa masuk kerja ke BUMN, Top FMCG, maupun Big 4.
Saat masih kuliah di UGM, saya mendengar kabar seorang diplomat muda Indonesia di London berani tampil di BBC World Debate, berhadapan dgn diplomat senior Ramos Horta, di saat atmosfer internasional sedang menyudutkan Indonesia. Diplomat muda Indonesia itu tampil gemilang menjaga nama Indonesia tegak berwibawa. Di situlah pertama kali saya mendengar namanya: @dinopattidjalal.
Beberapa tahun kemudian, saat sedang menempuh progam PhD di Illinois, kami berjumpa langsung. Dino datang ke Chicago menjelaskan keadaan mahasiswa dan diaspora Indonesia pasca-9/11. Yg kami temui adalah diplomat muda yg cerdas, artikulatif, dan mampu menangani persoalan rumit dgn ketenangan diplomatik yg sulit ditiru.
Tahun 2012, sebagai Dubes di AS, Dino menggagas Kongres Diaspora Indonesia pertama di Los Angeles, mempertemukan diaspora dari seluruh dunia. Saya termasuk yg ia undang. Ia lalu mendirikan FPCI, komunitas kebijakan luar negeri terbesar dan berpengaruh, yg ikut melahirkan generasi diplomat baru, ujung tombak kita di panggung global.
Menguasai substansi, rekam jejaknya teruji, dan pengalaman memimpinnya luas. Itulah Dino. Karier diplomatiknya panjang dan ajeg, kecintaannya pada politik luar negeri Indonesia begitu dalam. Dino Patti Djalal, bukan karbitan jadi diplomat, bukan pula karbitan jadi pejabat.
Influencer yapping sana sini itu bisa dijelaskan dengan Dunning-Kruger curve. Dan kenapa akademis beneran nggak jadi influencer juga bisa dijelaskan dengan Dunning-Kruger curve juga.
Update:
Baru dikabarin oleh rekan dosen di ITB. Apa yg terjadi di @itbfess_x menjadi perhatian Direktorat Kemahasiswaan, dan berpotensi sebagai pelanggaran etik.
Hatur nuhun buat rekan" yg sudah membantu. Teu kudu dimention nya, Pak Dos ☺️🙏
Stanislas Dehaene adalah seorang neuroscientist yg udah 3 dekade meneliti cara otak manusia bekerja.
Tahun 2020 kemarin, dia nulis buku berjudul “How We Learn” yg bahas cara otak kita memproses & mengingat ilmu baru.
Aku udah selesai baca dan isinya bener2 mind-blowing, terutama soal tips praktis yg disebut Dehaene sebagai 4 PILLARS OF LEARNING.
A thread 🧵 by Narasi Visual