Densu menguliti dengan smooth...
Selain dikibulin pak dadan, jg dikibulin ratna sarumpaet,
trus antek antek aseng,
blm lagi sumur bor 150 jt.😂..
tapi untungny beliau orang baek dgn motto
" emang gua pikirin, Ndasmu ".
Mister Pur ternyata penjilat juga ihhh... 😜
Salah satu penampilan terburuk Jerman di Piala Dunia menjadi akhir dari perjalanan skuad Nagelsmann di edisi kali ini
2018: fase grup ❌
2022: fase grup ❌
2026: 32 besar ❌
Hattrick gagal lolos ke 16 besar
Dear pendukung Abah Anies ontohod yg lagi berisik soal jabatan komisaris BUMN untuk Timses.
2014: Anies Baswedan jadi Juru Bicara (Jubir) dan Tim Sukses Jokowi-JK. Hasilnya? Langsung dapat jabatan Menteri Pendidikan & Kebudayaan. Dilantik 27 Oktober 2014. Tapi kemudian dipecat Jokowi pada 2016.
Setelah dipecat, 2017 dinaikan derajatnya lagi berkat Pak Prabowo yg mengusungnya jadi Calon Gubernur DKI Jakarta 2017, berpasangan dgn Sandiaga Uno, saat itu Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra.
Pas jadi Gubernur DKI, Anies Baswedan bikin TGUPP (Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan) membengkak jadi 73-74 orang (era Ahok cuma 9-15 orang). Banyak di antaranya mantan Timses Anies-Sandi & orang dekat. Anggarannya dari APBD, mencapai Rp19,8 miliar sampai Rp26 miliar. Ini rekor terbanyak dalam sejarah Pemda DKI. Link: https://t.co/YFKb6UwNVy
Angkat Timses & Relawan jadi Komisaris BUMD:
•> Adnan Pandu Praja, mantan anggota tim sukses/dewan pakar Anies-Sandi Pilgub 2017 (juga mantan Wakil Ketua KPK), diangkat Anies jadi Komisaris PT MRT Jakarta tahun 2019.
•> Rene Suhardono Canoneo, Tim Sukses Anies, diangkat jadi Komisaris Utama PT Pembangunan Jaya Ancol (Ancol).
•> Geisz Chalifah, aktivis/relawan & orang dekat Anies, duduk sbg Komisaris PT Pembangunan Jaya Ancol. Ia bahkan mundur dari jabatan itu tahun 2023 untuk fokus dukung Anies di Pilpres.
Dan contoh lain: Jubir Anies Sahrin Hamid (loyalis Anies) juga dapat posisi komisaris BUMD Jakpro.
Sekarang kalian ribut soal komisaris BUMN yg diisi Timses?
Abah Ontohod (pujaan kalian) juga melakukan hal yg persis sama, bahkan lebih masif pakai uang APBD DKI. Yang beda cuma levelnya: dulu TGUPP daerah, sekarang komisaris BUMN.
Jangan MUNAFIK. Politik itu memang begitu, orang yg bantu menang biasanya dapat posisi kepercayaan. Anies lakukan itu, Jokowi/Prabowo juga.
Kalian yg dulu diem pas TGUPP Anies membengkak, sekarang berisik soal komisaris? Standar ganda mblegedezzzz .😆😜
Coba kompetensi dia apa diangkat komisaris? Krisis orang kompeten kah indonesia? Atau hanya bagi-bagi kue saja? Itu kue gede banget btw, sampe ga habis-habis
Buat yang goreng-goreng asisten Raffi Ahmad yang jadi komisaris
1. Krakatau Posco bukan BUMN. Ini perusahaan joint venture swasta antara Krakatau Steel & POSCO Korea. Pemerintah cuma punya saham minoritas
2. Memangnya kenapa kalau asisten jadi komisaris? Tukang kayu saja pernah jadi Presiden
3. Soal nggak lulus S1? Kompetensi itu nggak selalu diukur dari ijazah atau nilai kuliah, Yang penting hasil kerjanya
4. Viva media kompor tujuannya apa, kok beritanya tiba-tiba hilang!!
prabowo: "ada jg yg gak setuju MBG, harusnya mereka yg ga setuju MBG datang kesini, ya"
"tanya itu petani atau nelayan, MBG perlu atau tidak?"
"tanya anak anak, MBG perlu atau tidak?"
"Katanya ada orang-orang pintar yang mengatakan ada lebih genting dari perut lapar. Saya kira ga ada lebih genting dari perut lapar, orang perut lapar itu kalau ga segera diisi ya dia mati"
Sebagai ortu yang punya anak perempuan, gua membayangkan ortunya pasti tiap hari ngerasa bangga banget ngeliat anaknya ini. Kuliah kedokteran UI, tapi masih punya energi buat ngurusin kerusakan negara hasil kerjaan boomer-boomer ga becus dan serakah.
Mungkin ini bukan opini populer, ya.
Hasan Nasbi bilang, penangkapan orang terdekat (Ketua BGN) itu bentuk komitmen Prabowo memberantas korupsi.
Kemudian dibantah Fathimah: kalau orang terdekat saja berani korupsi, bagaimana orang yang tidak dekat dengan Prabowo?
Saya tahu betul apa yang disampaikan Nasbi ini sangat klisè. Khas retorika seorang juru bicara. Karena bagaimana pun, seorang juru bicara presiden seperti dia memang tugasnya adalah membingkai (contoh lainnya adalah Fahri Hamzah).
Jika warganet mau melihat Nasbi bicara dengan netralitas seorang auditor, tentu saja salah berharap. Namanya juga juru bicara, tentu saja tugasnya adalah menonjolkan sisi positif rezim ini.
Tapi apa yang disampaikan Fathimah belum tentu harus disetujui. Karena apa yang disampaikan Nasbi itu bukan lagi soal framing, tapi apakah pembingkaian positifnya punya fakta?
Bukti pertama bahwa ucapan Nasbi faktual adalah: Fathimah bisa mengatakan hal seperti itu karena memang penangkapan Kepala BGN tidak menguntungkan posisi Prabowo.
Lagian, tidak ada sejarahnya seorang pemimpin di dunia ini bisa menjamin semua orang dekatnya bersih sejak awal.
Kenapa?
Korupsi itu seringnya muncul setelah seseorang memegang akses dan kuasa, meskipun dimulai lebih dulu dengan dekat sama presiden.
Noel (Immanuel Ebenezer), misalnya, awalnya dikenal miskin tapi ketika diberi akses dan kuasa oleh Prabowo ternyata kalap dan kemaruk juga.
Pertanyaan untuk logika Fathimah seharusnya bukan 'kenapa Kepala BGN bisa masuk lingkaran terdekat Prabowo'. Tapi yang harus dipertanyaan: apa yang terjadi setelah Kepala BGN ketahuan korupsi?
Penangkapan Kepala BGN, fakta. Statusnya sebagai orang dekat Prabowo, fakta. Ongkos korupsinya mencapai Rp1 miliar dalam sehari, juga fakta.
Karena jika jawabannya adalah penangkapan, justru inilah yang membuat pernyataan Nasbi menjadi valid: Prabowo tidak melindungi 'orang dekatnya'.
Memang, penegakan hukum idealnya independen, dengan atau tanpa komitmen dari siapapun, termasuk presiden.
Tapi, kan, yang namanya penguasa di negara seperti ini sudah maklum punya kuasa untuk memberi sinyal "jangan diganggu".
Tidak menggunakan 'sinyal kuasa' itu, dan membiarkan proses berjalan menyentuh orang sendiri, bagi saya adalah keputusan yang lazim.
Di negeri yang korup seperti Indonesia, dimana sarat campur tangan, sikap 'tidak menghalangi' itu sudah merupakan kontribusi biasa.
Bare minimum, lah, istilahnya.
Karena selain itu, standar minimal presiden itu memang membiarkan proses penindakan, sekaligus mengirimkan pesan ke seluruh lingkaran kekuasan di bawahnya bahwa: kedekatan kalian bukan jaminan kekebalan.
Penangkapan koruptor itu wajar. Yang tidak wajar itu mengkriminalisasi orang yang tak bersalah.
Sekali lagi, ini bukan opini populer. Jadi, kalian boleh tidak setuju.
☺️
Detik-detik Penasihat Khusus Presiden Hasan Nasbi Dipermalukan Mahasiswi UI Fatimah Azzahra
Fatimah dgn cara elegan menunjukkan bahwa logika hasan nasbi terbalik-balik
Kalau memang akses ke sekolah di daerah terpencil itu susah, kenapa ga itu dulu sih dut yg dibenerin? Kalau memang niatnya membantu yaa jgn yg cari cuan lah
Clear ya guys..
Dlm hal ini yg salah siapa?
Yg janji siapa?
Paham ya, kena prank urusan duit besar rasanya spt apa.
Jangankan duit besar, kita aja gaji sebulan dibayar telat udh gugup 😰
Dan ternyata yg lbh parah, yg dibilang kepala BGN yg baru Nanik S Deyang, sdh dibayar itu jg bohong.
Smp skrg mereka blm terima pembayaran..
Itu aja udh bohong, gimana lain2nya 🥱
Apresiasi buat Gus Nusron, Mas Sudar dan Mas Bud yang membuka akses untuk berdiskusi dengan mahasiswa walaupun pada akhirnya dibubarkan oleh mahasiswa yang biasanya paling marah kalau diskusinya dibubarkan.