Erin Brockovich has launched a website and has begun tracking all data centers in America and logging resident complaints
In just 1 week it’s already logged 1,690 resident complaints
For this who don’t remember
Erin Brockovich was the paralegal responsible for winning out a case against PG&E, Hinckley in California, because their wastewater runoff was seeping into rural areas and creating a lot of health issues for, for the surrounding neighborhoods
That case brought in a $333 million settlement that went to the families affected by the situation because a lot of them either had staggering medical bills due to their tap water was no longer safe
So why is this important, well residents all over America are reporting their tap water and river water is being heavily polluted by data centers
Her map of data centers is new, she just launched it
The website features an interactive US map showing operational, under-construction, and proposed AI data centers, overlaid with community-reported complaints
Residents can submit reports with details, photos, and locations. Within days of launch, it received a surge of submissions over 1,600 in the first week, and reports of 1,800+ from 47 states shortly after
Common Resident Complaints Being Logged
- Water usage
- Raising utility bills for residents
- Noise pollution: Constant 24/7 humming from fans, generators, and cooling systems disrupting sleep, daily life, and wildlife.
- E-waste from frequent hardware upgrades, pollution including PFAS concerns
INGAT NAMA MEREKA:
Andi Angga Prasadewa (Angga)
Rumah Zakat @rumahzakat — Kapal Josef
Bambang Noroyono (Abenk)
Republika @republikaonline — Kapal Bora Alize
Thoudy Badai Rifan Billah (Thoudy)
Republika — Kapal Ozgurluk
Andre Prasetyo Nugroho (Andre)
Tempo @tempodotco — Kapal Ozgurluk
Rahendro Herubowo (Heru)
inews @officialinews_ — Kapal Ozgurluk
SOS!
Sumber: Instagram @globalpeaceconvoy
ARMY! We are incredibly grateful for your donations to the FIFA Global Citizen Education Fund. In just 4 days, ARMY raised over $30k in support of access to education and sport for children around the world. 🥹
We're so thankful to be part of this community. 💜 ⁷
@hereuarekv some yes but the tickets were fully paid off by alumnis who donated money for this raffle and students got to buy them for a discounted price because of this
@hereuarekv locals yes, a lot
but this specific photo i showed is a raffle given to students and less than 100 people were chosen for these tickets, no barricade or 100s were sold either
The world's biggest stage. An even bigger purpose. On July 19, the FIFA World Cup 2026™ Final Halftime Show is coming to New York New Jersey Stadium, featuring superstars @Madonna , @shakira , and @bts_bighit , curated by @coldplay ‘s Chris Martin!
A FIFA World Cup first, the Halftime Show supports the FIFA Global Citizen Education Fund, a landmark initiative working to raise $100 USD million to expand access to quality education and football for children around the world. Throughout the tournament, USD 1 from every ticket sold to FIFA World Cup 2026™ matches will be donated to the Fund.
Tiga penumpang meninggal dunia di kapal pesiar MV Hondius yang dilanda wabah hantavirus.
WHO mengatakan ada kemungkinan virus tersebut telah menyebar antar-manusia. Biasanya, virus menyebar lewat hewan pengerat.
Mengapa Negara Menzalimi Suami Saya, yang Tulus Berkorban Banyak Untuk Negara?
Sebagai istri, sakit hati rasanya. Enam belas tahun aku kenal Ibam, dia ngga money oriented. Niatnya tulus. Kalau sudah mau bantu, dia akan benar-benar bantu.
Ibam dituntut penjara 15 tahun dan harus bayar Rp16,9 miliar, kalau tidak maka pidananya ditambah 7,5 tahun.
Berarti, Ibam dituntut 22,5 tahun penjara.
Ibam, yang pernah menolak tawaran puluhan miliar karena merasa misi bantu negara lewat bangun teknologi masih belum selesai.
Sekarang ironisnya dituduh korupsi. Padahal sampai 57 saksi diperiksa, tidak ada satu pun bukti Ibam memperkaya diri. Tidak ada konflik kepentingan untuk memperkaya orang lain.
Dia hanya konsultan teknis, rela tolak tawaran asing, turun gaji demi negara, ngga punya jabatan dan kewenangan, selalu profesional dan netral dalam kasih masukan, tapi terjebak dalam pusaran para elite birokrasi.
Masukan teknis Ibam yang sudah terdokumentasi baik, transparan akan kelebihan dan kekurangan, diceritakan sepotong-sepotong saja oleh pejabat pengadaan. Sehingga seakan-akan Ibam memaksa hanya Chromebook.
Untungnya, Ibam punya banyak dokumentasi yang sudah jadi bukti di persidangan. Sudah terungkap di sidang bahwa:
1. Ibam bukan pejabat, tapi konsultan yayasan. Gaji Ibam sama sekali bukan dari APBN.
2. Ibam baru kenal Nadiem setelah dia jadi menteri. Ngga ada persekongkolan, dan ngga pernah ketemu personal.
3. Di banyak bukti chat & notulen rapat: Ibam tidak mengarahkan pengadaan, tidak buat kajian, bahkan Ibam minta kementerian untuk uji Chromebook dulu.
4. Pejabat Eselon I akhirnya mengakui: dia yang menolak masukan pengujian Ibam, dia yang memutuskan Chromebook lewat SK yang dia keluarkan.
5. Ahli IT telah menyatakan masukan Ibam sudah netral dan profesional, sesuai best practice keahlian, serta benar dalam menyerahkan keputusan ke kementerian.
Puncaknya, nama Ibam dicatut ke dalam SK pengadaan yang tidak pernah dia ketahui sebelumnya. Dalam pengesahan kajian Chromebook yang ditugaskan SK, tidak ada tanda tangan Ibam.
Terungkap juga di sidang, belasan pejabat, termasuk yang berupaya ‘menyalahkan’ Ibam, mengakui telah menerima ratusan juta rupiah suap dari vendor. Namun mereka semua bebas, tidak ada yang jadi tersangka.
Disaat mereka bebas, Ibam ditahan dan dituntut penjara. Bagiku perkara ini jelas. Suamiku bukan pelaku, tapi korban permainan elite birokrasi yang seenaknya melempar semua keputusan mereka pada Ibam.
Sekarang, kami hampir sampai di ujung jalan.
Ibam dituntut 22,5 tahun penjara.
Dua terdakwa lain, pejabat Eselon II di Kemendikbud, yang mengatur pengadaan dan sudah mengakui ada aliran dana sampai miliaran rupiah, dituntut 6 tahun saja.
Semakin kontras ketika surat tuntutan sendiri mengakui: tidak ada aliran dana ke Ibam.
Tuntutan bilang di laporan SPT 2021, kekayaan Ibam naik Rp16,9 miliar. Ibam sudah tunjukkan bukti di persidangan kalau itu dari saham Bukalapak yang didapat jauh sebelum Ibam menjadi konsultan Kemendikbud, tidak ada kaitannya sama sekali dengan Chromebook atau Gojek.
Bukti itu ditolak JPU dalam tuntutannya. Mereka bilang karena Ibam sudah resign, sahamnya hangus. Mereka tidak paham kata-kata dalam surat pemberian saham, bahwa yang hangus hanya “saham yang belum diberikan”. Padahal, sebelum resign juga ada sebagian saham yang sudah diberikan.
JPU menyatakan, karena mereka tolak bukti itu, Rp16,9 miliar Ibam diduga hasil korupsi, jadi mereka tuntut 15 tahun ditambah 7,5 tahun.
Bagi kami, ini puncak dari kezaliman. Ibam yang tidak pernah, sekali lagi, TIDAK PERNAH ADA ALIRAN DANA SAMA SEKALI, dikriminalisasi atas prestasinya bantu negara, yang tidak ada hubungannya dengan perkara.
Dua minggu lagi putusan Ibam akan dibacakan oleh Majelis Hakim, kami tetap berharap keadilan putusan bisa sesuai dengan fakta persidangan.
Karena, ini bukan sekedar perkara hukum, ini menyangkut nasib seseorang, masa depan keluarga kami, anak-anak kami, serta kemerdekaan kami sekeluarga.
Setahun terakhir ini adalah masa yang sangat berat bagi kami. Keluarga kami kehilangan penghasilan, kesehatan jantung Ibam kian memburuk, bahkan tabungan hidup kami terkuras habis untuk biaya medis dan biaya hukum.
Namun, aku bersaksi bahwa Ibam adalah seorang perintis. Hidupnya penuh perjuangan dari kecil, insya Allah kami siap bangun dari nol lagi.
Hanya saja, jika pengabdian untuk Indonesia harus dibayar semahal ini. Jika bukti persidangan sudah seterang ini, dan jika upaya mengkambinghitamkan Ibam sudah sekentara ini, dia tetap dipenjara puluhan tahun...
Ini adalah ketidakadilan yang teramat pahit.
Bukan hanya bagi Ibam, tapi bagi siapa pun yang pernah atau akan bantu bangsa ini dengan niat tulus.
Apa memang berbakti bagi merah putih seberbahaya ini?
Apa memang tidak ada keadilan bagi orang jujur yang sudah berkorban banyak bagi negara?
Tolong bantu kami mencari keadilan untuk Ibam selagi masih ada waktu. Mohon bantu bagikan tulisan ini, pada rekan atau kerabat, konsultan atau pejabat, siapapun yang bisa bantu menyuarakan keadilan dan memberi perhatian.
Agar tidak ada lagi profesional seperti Ibam yang jadi korban kriminalisasi.
Jakarta, 16 April 2026
Ririe - Istri dari Ibrahim Arief (Ibam)
🚨🇬🇧 BREAKING: British surgeon gives HORRIFYING testimony to the UK Parliament.
He describes how IDF drones arrive right after airstrikes in Gaza, targeting and shooting the injured, including children, right on the spot.
Repost this. Please I beg you
🚨 so let me get this straight..
this morning Trump announced he's halting attacks on Iran.. someone made $1.5 billion trading on that news 5 minutes before the announcement..
and now tonight.. the Pentagon is weighing deployment of airtroops to Iran..
so the "peace" that someone made $1.5 billion off of.. lasted about 12 hours..
the pause was never peace.. it was a window.. long enough for someone to collect.. short enough for the war machine to reload..
they halted the attacks just long enough for the markets to move.. and now the troops are going in anyway..
you're not watching geopolitics.. you're watching a trade.
Let me explain what just happened 👇
5 minutes before the President announced a halt to attacks on Iran… someone placed a $1.5 BILLION bet on stocks going up and dumped $192 million in oil.
5 minutes…
These trades were 4 to 6 times larger than anything else in the entire market. Whoever did this wasn’t guessing. You don’t risk $1.5 billion on a hunch.
There was zero public indication this announcement was coming. No leaks. No press. Nothing. The only people who knew were in the room when the decision was made.
Someone in that room picked up a phone.
And within minutes they made more money than most Americans will earn in a thousand lifetimes. In a single trade. On a war that cost you $4+ a gallon gas and $16 billion in tax dollars.
American citizens funded this war. Politicians are profiting from it.
This is not the first time. Every major announcement from this administration has had massive suspicious trades right before it dropped. Tariff reversals. Policy shifts. War decisions.
This is the most blatant insider trading operation in the history of American politics. It’s not even close. And it’s happening over and over in broad daylight.
You would go to federal prison for trading on a tip from your cousin. These people are front running war decisions with billion dollar bets and nobody will ever ask a single question.
Nobody will be investigated. Nobody will be charged. By tomorrow this will be buried under the next satisfying headline. Just like last time. And the time before that.
The game is rigged. And they’re not even trying to hide it anymore…
Israel is poisoning southern Lebanon with toxic chemicals … HRW found evidence Israel was using white phosphorus in residential areas. And in early February, footage shows Israeli planes spraying glyphosate, a cancer-linked herbicide on farmland in the village of al-Bustan.
Punya anggaran terbesar ketiga di tahun 2025 (lalu jadi peringkat pertama di tahun anggaran 2026) BGN belanja apa saja sepanjang tahun kemarin?
Berdasarkan penelusuran @projectm_org, mulai dari kaos kaki 100 ribuan, tablet overpriced, sampai motor listrik nyaris 50 juta per unit.
#Indonesia: Deeply concerned by horrific acid attack on Andrie Yunus, the Deputy External Affairs Coordinator of the Commission for Missing Persons and Victims of Violence (@KontraS). Those responsible for this cowardly act of violence must be held to account. HRDs must be protected in their vital work & able to raise without fear issues of public concern. - @volker_turk