Heyyy
Buat adik-adik yang pengen belajar dan cari tahu ttg menulis esai personal, aku kasih workshop di Yogyakarta hari Jumat ini. Aku mau kasih give away buat 3 orang. Syaratnya gampang, coba share kisah kecil yg mungkin bisa kamu kembangkan jadi esai personal.
Sebuah drone Israel menargetkan seorang gadis berusia 12 tahun sebanyak TIGA kali hari ini di Nabatieh, Lebanon. Ia dan ayahnya sedang mengendarai sepeda motor ketika pertama kali terkena serangan. Mereka berdua selamat, tetapi drone itu menyerang lagi, menewaskan ayahnya. Saat anak yang terluka itu melarikan diri, drone itu menyerang untuk ketiga kalinya.
Gadis itu selamat, tetapi mengalami luka serius dan sedang dirawat di rumah sakit.
Dari jurnalis Lebanon @MaucourantNada
GUYS MINTA TOLONG BANTU RETWEET YA🙏🏻
Kakak saya terakhir bisa dihubungi pukul 8.57 malam kemarin dan terakhir ada di stasiun bekasi, keluarga sudah mencari ke rs sekitar bekasi namun belun ada informasi..
@KAI121
info krl🙏🏻
“Open the road.”
Palestinian children are protesting in front of barbed wire erected by Israeli settlers in the village of Um al-Khair in the occupied West Bank—demanding their basic right to go to school, move freely, and live a life free from occupation.
Imagine your child facing this situation on his way to class.
Kartini dipermasalahkan karena menjadi istri keempat.
Kartini dipermasalahkan karena Jawa.
Kartini dipermasalahkan karena hanya menulis surat-surat kepada seorang perempuan Belanda.
Kartini dipermasalahkan karena tidak berjuang memegang pedang seperti Cut Nyak Dien dan Kristina Martatiahahu, atau membuat sekolah seperti Dewi Sartika, atau menerbitkan koran seperti Roehana Koedoes.
Apakah kita pernah berdebat tentang Pangeran Diponegoro dan Teuku Umar terutama siapa yang paling pantas disebut pahlawan? Apakah kita pernah memperdebatkan mereka karena suku atau tipe perjuangan yang melekat pada mereka?
Sejarah dipenuhi berbagai tokoh laki-laki. Pahlawan bangsa dikerubuti oleh laki-laki. Foto-foto pahlawan kita di sekolah-sekolah dipenuhi oleh foto laki-laki. Tetapi kita tak pernah memperdebatkan tokoh-tokoh itu satu dengan lainnya.
Apa yang terjadi pada tokoh-tokoh perjuangan perempuan, pada setiap Hari Kartini: dipermasalahkan, diperdebatkan.
Apakah kita tahu bahwa Kartini adalah anak perempuan yang dinikahi di usia belia, yang reproduksinya belum sempurna, dan mengalami kematian saat melahirkan? Tahukah bahwa masa itu menjadi seorang perempuan Jawa itu lebih mengerikan daripada menjadi seorang perempuan Minangkabau?
Atau tahukah bahwa menjadi seorang perempuan bangsawan Jawa di masa feodal-konial abad ke-19 adalah tidak lebih baik daripada menjadi perempuan rakyat jelata ketika bicara soal kebebasan diri? Tahukah bahwa menjadi seorang kutu buku seperti Kartini, dengan wawasannya yang mendunia itu, dia tak bisa berbuat apa-apa karena posisinya waktu itu?
Kartini ibarat hidup dalam penjara. Sebagaimana tahanan penjara politik macam Pramoedya Ananta Toer, Kartini hanya bisa melawan dengan menulis. Menulis surat adalah salah satu cara supaya pemikiran-pemikirannya tentang pembebasan didengar. Kartini bersuara lewat surat-surat, sebagaimana orang-orang tahanan politik yang dipenjara.
Penyiksaan yang dialaminya adalah bagaimana kebahagiaan intelektualnya dipenggal. Bagaimana kecerdasannya dikerdilkan, karena dia seorang anak perempuan Jawa yang bangsawan, yang dipelihara di penjara bertembok keraton dan diharuskan berjalan dengan sangat pelan atau berjongkok-jongkok kepada yang lebih tua, atau bahkan kepada saudara laki-lakinya sendiri. Kartini sedemikian dibatasi karena dia seorang perempuan Jawa. Kartini demikian karena ia ingin menjaga Bapaknya. Bapaknya adalah pengantar kebebasannya pada apa yang disebut buku atau bacaan, wawasan, dan pendidikan.
Kartini mengungkapkan ketakutannya yang amat sangat dalam hal poligami, dimana Hukum Islam mengijinkan laki-laki kawin dengan empat perempuan. Dan masa menikah inilah yang paling dibencinya. Apa yang dibencinya adalah ketika tradisi Islam bercampur dengan Jawa, bahwa Jawa mengharuskan anak gadis menikah dengan laki-laki yang dipilihkan ayahnya, dan Islam membolehkan laki-laki berpoligami. Kartini tidak punya pilihan apa-apa dan merasa perkawinan akan membunuh dia sedalam-dalamnya dan memang masa itu pun terjadi.
“Aku tidak akan pernah, tidak akan pernah bisa mencintai. Bagiku, untuk mencitai, pertama kali kita harus bisa menghargai pasangan kita. Dan itu tidak kudapatkan dari seorang pemuda Jawa. Bagaimana aku bisa menghargai seorang laki-laki yang sudah menikah dan sudah menjadi seorang Ayah hanya karena dia sudah bosan dengan yang lama, dapat membawa perempuan lain ke rumah dan mengawininya? Ini sah menurut hukum Islam. Kalau seperti ini, siapa yang tidak mau melakukannya? Mengapa tidak? Ini bukan kesalahan, tindak kejahatan ataupun skandal; Hukum Islam mengizinkan laki-laki beristri empat sekaligus.
Meski banyak orang mengatakan ini bukan dosa, tetapi aku, selama-lamanya akan tetap menganggap ini sebagai sebuah dosa. Bagiku semua benih perbuatan yang menyakitkan orang lain (termasuk menyakiti hewan) adalah dosa. Bisa kau bayangkan derita seorang istri yang melihat suaminya pulang membawa perempuan lain yang kemudan harus diakuinya sebagai istri sah suaminya? Sebagai saingannya? Jika demikian, suami itu bisa ‘membunuh’ istrinya... Mustahil rasanya sang suami memberi kebebasan padanya!”
Kartini lahir sebagai feminis bukan dilahirkan dari teori-teori feminisme, karena seorang feminis adalah dilahirkan, bukan diciptakan. Kartini dan pikirannya bukan sesuatu yang terpisah, atau tidak memisahkan antara pengalaman dengan persepsi, pengalaman dengan diskursus.
---
Tulisan di atas adalah cuplikan dari artikel yang sangat bagus & kuat dari mbak @marianamiruddin yang versi lengkapnya bisa dibaca di web @jurnalperempuan.
Selamat Hari Kartini
21 April 1879–17 September 1904
Damai di surga, Perempuan yang mendahului zaman 🙏💜
Kabar baik bagi pemirsa di Indonesia — Press TV kini tersedia melalui satelit!
Satelit: Merah Putih (Telkom-4) @ 108°BT
Frekuensi: 3721 MHz
Polarisasi: Horizontal (H)
Symbol Rate: 32727 ksps
Today, history comes alive again.
The first train finally crosses the Yahyaabad Bridge in Kashan—once destroyed by an attack.
They tried to break it… but we rebuilt it.
Iran still stands.
/////
Hari ini, sejarah kembali hidup.
Kereta pertama akhirnya melintasi Jembatan Yahyaabad di Kashan; yang sempat dihancurkan oleh serangan.
Mereka merusak… tapi kami membangun kembali.
Iran tetap berdiri.”
In Indonesia 🇲🇨, there’s an unwritten rule:
when an image appears on the back of a truck, it means real support from the people.
Now look what’s on the move.. IRAN
The truckers’ movement in Indonesia is strongly standing with Iran.
This isn’t just a picture — it’s the voice of the people.
🚨HOLY SHIT !!!!!
Israeli politician Yitzik Kroizer says killing Palestinian children is normal if it supports the IDF mission.
He adds there are no innocent children in the West Bank.
Repost this. Please I beg you
Rekening Donasi Resmi Kedutaan Besar Republik Islam Iran
Mengingat banyaknya masyarakat Indonesia yang ingin berkontribusi melalui donasi, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kepedulian dan solidaritas Anda.
Seorang nitizen X beragama Katolik asal Amerika Serikat berang setelah ia menyaksikan tindakan pelecehan seksual keji dan brutal tentara Israel terhadap seorang tahanan Palestina.
Ia dengan murka menulis begini,
“Saya akan memberikan temuan medis berdasarkan kesaksian para dokter Israel yg merawat pria ini, termasuk Dr. Yoel Donchin, seorang ahli anestesi di Rumah Sakit Sde Teiman dan Universitas Hadassah yg merawatnya di kedua tempat tersebut.
Ini akan sangat menjijikan untuk didengar. Saya sarankan Anda untuk scroll langsung (skip) ke bawah jika Anda mudah mual.
Temuan medis meliputi :
• Usus pecah (atau robekan di usus bagian bawah/rektum)
• Cedera anus/rektum parah (luka/robekan beberapa sentimeter di dalam rektum, sesuai dengan masuknya benda asing)
• Paru-paru tertusuk
• Tulang rusuk patah
• Trauma tumpul pada perut dan dada
• Ia membutuhkan operasi darurat.
• Sebuah benda besar, bulat, dan runcing dimasukkan ke dalam rektumnya sehingga menyebabkan robekan pada usus.
• Ada darah di celana dalamnya. Anda bisa melihat darah itu merembes saat para binatang itu memaksanya berjalan, membungkuk setelah serangan seksual mengerikan yg mereka lakukan.
Kesaksian tentang pelecehan seksual serius tersebut telah dikonfirmasi dan videonya ditayangkan di berita saluran 12 Israel.
Para prajurit ini dibebaskan dari tuduhan hari ini.
Sekarang aku tahu aku akan kehilangan pengikut karena AntiSemitisme dan aku tahu akan ada argumen "apa-tentang-itu" di kolom komentar dan aku tidak peduli.
Aku konsisten. Kita semua tahu apa (fakta) yg kita lihat di sini. Jangan pura-pura bodoh dengan berkata “dia melakukannya sendiri (seperti halnya Trump mengatakan Iran mengebom sendiri sekolah yg membunuh ratusan anak-anak perempuan kecil di negerinya)”, Tidak!. Persetan dengan itu dan persetan denganmu.
Saya selalu mengecam semua bentuk kekerasan seksual.
-baik dari kalangan Islam
-baik dari Amerika
-baik dari pihak Israel.
-baik dari semua orang yang ada dalam daftar Epstein.
Dunia kita sedang sakit dan dirasuki oleh sesuatu yang bukan berasal dari Tuhan.
Berdoa.
Orang Amerika sendiri mengutuk Trump dan mengutuk kekejaman Zionist Israel, betapa bejat & gilanya orang Indonesia yg mengidolakan Trump dan Zionist Israel!.
Sebarkan, agar dunia melihat kebiadaban militer Zionist yg menandingi kekejaman Fuhrer pasukan Leibstandarte SS Adolf Hitler.
I’m hearing extremely concerning news that Andrie Yunus, the Deputy Coordinator of the Commission for the Disappeared & Victims of Violence (@KontraS) suffered an acid attack carried out by unidentified individuals, resulting in serious injuries across his body. I call on the Indonesian authorities to carry out thorough investigations into this horrific attack. Impunity for violence against HRDs is unacceptable. @IndonesiaGeneva@Kemlu_RI