Guys, ada fakta yang menurut gua adalah yang paling jarang disampaikan secara jujur oleh pemerintah tapi paling penting untuk dipahami rakyat.
Utang Indonesia nyaris Rp10.000 triliun.
Bukan Rp10 triliun.
Bukan Rp100 triliun.
Rp10.000 triliun.
Sepuluh ribu triliun rupiah.
Dan dalam tiga bulan pertama tahun ini saja utang bertambah Rp282,52 triliun.
Artinya rata-rata setiap bulan Indonesia nambah utang hampir Rp100 triliun.
Dan tahun ini ada jatuh tempo utang lama sebesar Rp833 triliun yang harus dibayar atau diperpanjang dengan utang baru.
Artinya pemerintah harus cari pinjaman baru Rp833 triliun hanya untuk menutup utang lama yang jatuh tempo belum termasuk defisit tahun ini yang terus melebar.
Ini yang disebut gali lubang tutup lubang.
Dan lubangnya makin lebar setiap hari.
Sekarang lihat apa yang menjadi beban terbesar yang mendorong utang terus naik.
MBG Rp335 triliun per tahun.
Rp1,2 triliun per hari.
Tapi dari jumlah sebesar itu Badan Pangan Nasional sendiri mengakui potensi pemborosan mencapai Rp14 triliun per tahun hanya dari makanan yang tidak termakan dan dibuang.
CELIOS menghitung lebih spesifik Rp1,75 triliun per minggu dari makanan yang berakhir di tempat sampah.
Belum termasuk Rp1 triliun untuk motor listrik yang tidak ada hubungannya dengan makan anak.
Rp6,9 miliar untuk kaos kaki.
Rp113 miliar untuk EO.
Dan biaya kesehatan untuk 33.626 pelajar yang keracunan yang juga ditanggung dari anggaran MBG yang sama.
Jadi dari Rp335 triliun yang dikucurkan sebagian besar untuk niat mulia memberantas stunting kenyataannya adalah makanannya dibuang triliunan rupiah per tahun anggarannya bocor untuk pengadaan tidak relevan dan sebagian produknya mengandung boraks yang meracuni anak-anak yang seharusnya dilindungi.
Kopdes Merah Putih tidak kalah berat bebannya.
Total alokasi yang disorot mencapai Rp240 triliun. Sudah terealisasi Rp174 triliun per Januari 2026.
Cicilan APBN Rp40 triliun per tahun.
Dan 35.000 manajer koperasi sudah digaji dari APBN selama dua tahun pertama padahal koperasinya sendiri belum terbukti menghasilkan satu rupiah pun.
Ekonom memperingatkan ini dengan sangat serius. Ada risiko besar koperasi-koperasi ini hanya jadi papan nama untuk menyalurkan bantuan sosial sementara manajernya menyedot gaji tetap dari kas negara setiap bulan.
Bisnisnya belum jalan tapi gajinya sudah jalan.
Dan PMK Nomor 7 Tahun 2026 memaksa 58 persen dana desa dialihkan ke Kopdes.
Lebih dari separuh uang untuk membangun desa jalan irigasi posyandu penerangan kini tersedot untuk koperasi yang belum terbukti menguntungkan masyarakat desa.
Akibat dua program ini ditambah tekanan fiskal lainnya Moody's dan Fitch sudah mengubah outlook Indonesia menjadi negatif.
Dan ini bukan sekadar label.
Ini berdampak langsung ke dompet rakyat.
Ketika outlook negatif investor mulai meminta imbal hasil lebih tinggi untuk mau memegang surat utang Indonesia.
Yield SBN naik.
Spread melebar.
Artinya setiap kali pemerintah menerbitkan utang baru yang harus dilakukan terus menerus karena utang lama terus jatuh tempo biayanya lebih mahal.
Dari setiap Rp100 penerimaan negara sudah Rp16 sampai Rp17 langsung habis hanya untuk bayar bunga.
Bukan pokok utangnya.
Bukan untuk bangun jalan bukan untuk bayar guru bukan untuk beli obat di puskesmas.
Hanya untuk bunganya saja.
Dan angka itu akan terus naik selama utang terus bertambah dan bunga yang diminta investor terus naik karena mereka melihat risiko fiskal Indonesia semakin tinggi.
Yang paling menyakitkan dari seluruh situasi ini adalah satu ironi yang tidak bisa ditutup-tutupi.
Purbaya sendiri yang menyebut APBN 2026 sebagai survival mode.
Dia sendiri yang bilang tidak ada ruang untuk stupid mistake lagi.
Tapi dua program yang lembaga rating internasional sebut sebagai ancaman fiskal paling signifikan tetap berjalan tanpa pemangkasan dengan alasan keputusan sudah final dan tidak akan diubah.
Diagnosa benar.
Tapi obatnya adalah melanjutkan apa yang menyebabkan sakitnya.
utang hampir Rp10.000 triliun itu bukan angka yang jatuh dari langit.
Ada alasan konkret
kenapa utang naik Rp282 triliun dalam tiga bulan.
Ada program-program dengan anggaran raksasa yang sebagian besar uangnya bocor tidak efisien dan hasilnya jauh dari yang dijanjikan.
Yang membayar konsekuensinya bukan pejabat yang memutuskan programnya. Yang membayar adalah Rp16 dari setiap Rp100 pajak yang kamu bayar langsung habis untuk bunga utang saja.
Angka itu akan terus naik. Dan selama program-program yang menjadi beban fiskal itu tidak dievaluasi secara serius maka lubangnya akan terus digali dengan uang yang makin mahal dipinjamnya.
SEPULUH TUNTUTAN RAKYAT
UNTUK INDONESIA
(SEPULTURA)
(Demo 1 September 2025 serentak di seluruh kota di Indonesia)
1. Copot Kapolri dan Reformasi Polri
2. Batalkan RUU Kenaikan Gaji DPR RI
3. TOLAK dan Batalkan RUU KUHAP 2025
4. SAH kan RUU Perampasan aset Koruptor menjadi UU
5. Adili Jokowi dan Makzulkan Gibran secara adil dan transparan
6. Batalkan Kenaikan pajak dan BPJS
7. Reshufle Kabinet dan Ganti para Menteri, Pejabat BUMN, Anggota DPR RI yg bermasalah
8. Rampas dan Kuasai oleh negara Sumber Kekayaan Alam, dan Aset Vital negara yang di kuasai Mafia Oligarkhi
9. Kembali kepada UUD 1945 melalui Dekrit Presiden, versi Dekrit Presiden 5 Juli 1959
10. Rembuk Nasional, Rekonsoliasi Nasional, dan hentikan perlakuan Diskriminasi politik dan ekonomi kepada masyarakat yang berbeda pendapat dan pilihan
(Materi diambil dari gabungan tuntutan elemen Mahasiswa dan Masyarakat yg beredar di sosial media)
Walau sdh dijaga TNI, berharap @KejaksaanRI nangkap tersangka koruptor Reza Chalid dan Cheryl Darmadi di Luar Negeri adalah harapan kosong selama blm ada perintah dari Solo.
Faktanya yg didepan mata saja (Silfester), kejaksaan gak berani eksekusi krn ybs Jokower 24 karat.
Joko Widodo jika nekat mau penjarakan RRT - Roy Rismon Tifa
Sama artinya akan melahirkan tiga orang PAHLAWAN Pembela Kebenaran
Yang namanya akan terus dikenang dalam sejarah, ilmunya akan terus disebarluaskan, makin banyak murid-murid yang akan terus menggaungkan kepalsuan Ijazah, dan potensi pemakzulan Gibran akan makin menunjukkan keberhasilan.
Dan akan lahir PECUNDANG yang pengecut yang hanya berani unjuk muka di depan pintu gerbang rumah, dan hanya berani diwakili ternak-ternak tanpa otak yang hanya bisa menggonggong dan menyalak dengan catatan terus dikasih umpan.
Bagaimana dengan Ijazah?
Ijazah sudah jelas ASLI.
Asli Produk Pasar yang sudah dibakar. Dan seniman pembuatnya sudah ditemui dan siap bersaksi.
Mau berkelit dimana juga
Sudah tak ada lagi tempat.
Internasional juga sudah memantau. Human Right Watch sudah noticed. Amnesty Internasional sudah respons.
September akan diteriakkan di depan Sidang Umum PBB.
Ayo kita lanjutkan saja atau minta maaf rekonsiliasi
Lanjut berobat ke Ghuang Zhou.
Sebab percuma ancam kami masuk tahanan. Tak bisa lagi kami dibungkam.
Karena 93% Rakyat sudah paham ijazah palsu.
Pahlawan baru muncul dengan jejak abadi dalam buku kami yang akan terus mewakili kami bicara ke dunia.
Pecundang akan terus dikenang sebagai pecundang. Pecundang dan Penipu.
#mostpop Sarah Gilbert, ilmuwan vaksin AstraZeneca rela melepas hak paten. Ia juga mendapat penghormatan dari para penonton Wimbledon sebelum pertandingan dimulai https://t.co/TwxLgYyODP
KONYOLNYA tendangan terukur ke arah kebijakan yg dilakukan striker timnas rakyat seperti @RamliRizal dan @msaid_didu diblok secara ugal2an oleh buzzeRp yg masuk lapangan secara gak sopan.
▪︎eh, tahu-2 timnas mereka mabok bipang gawang sendiri yg dibobol, ada yg bobolnya dr LN.
sebagai Jubir Partai Gerindra saya tegaskan bahwa pernyataan dr Arief Poyuono tidak mewakili Partai @Gerindra , apapun dia bilang jangan kaitkan dengan kami
Ya Alla jika pejabat di Negeriku ini memang mengemban amanah, kenapa baru saja dilantik tapi mereka bagaikan berlomba meyerang umat islam padahal saya kenal mereka selama ini seakan mereka adalah tokoh islam.