someone said "ngapain effort segitunya? belum tentu dia stay selamanya, belum tentu dibalas juga"
well, at least i know i treated someone the best way i could. kalau akhirnya nggak reciprocated, that's okay
ga rugi ko berbuat baik, yang rugi itu
menyia2kan orang yang sudah baik
Bahasa cinta yang paling tulus itu saat seseorang mau memperbaiki dirinya demi hubungan bukan “I’ll change myself so you won’t leave,” but “I recognize how my behavior affects you, and I genuinely want to grow.”
Krn byk cowo masih mau nerima kurangnya cewe selama masih seputar cerewet, ngomel, bahkan kalo si cewe main tangan sampe nampar pun msh gpp
Tp kalo kesalahannya udh sampe kasih jatah mantan, jalan sm cowo, check in sm manta, nah baru tu keluar momen "stop the wedding"
that's why cari pacar yang punya hobiiii juga biar ngga tantrum kalo kita ngga ada kabar berjam-jam. tapi dari kitanya juga harus ngabarin beforehand kaya, "aku mau ini dulu ya blabla" bukan main ngilang aja. you're an adult, be considerate towards each other aja sih.
Abang gw nikah dan semua duit, mobil, rumah, tanah, semua atas nama istrinya. dia cuma minta duit rokok doang ke istrinya. Abang gw bilang gini didepan ortunya dan adik2nya. gw iseng aja nanya: "Lahh emng lu g takut kalo cerai smua harta istri lu yg pegang?" di jwb Abang gw: "lah ngapain mikirin cerai. kalo di awal udh mikir cerai berarti si suami udah ada niatan gak baik. nikah itu sekali seumur hidup. kalo udah nikah jgn cari celah nyari kekurangan pasangn, tp cari cara buat bahagiain pasangan. Bokap gw denger dan bilang: INI BARU ANAK GW
gue suka uncomfortable conversations krn dari situ bisa menilai mana org yg genuinely open to communication n willing to understand DAN mana org yg egonya tinggi defensive merasa every criticism is a personal attack (platonic romantic familial whatever lah)
Sebenarnya, kita tuh gak punya kapasitas buat tahu isi hati orang lain. Jadi, mari normalisasikan bertanya, mengungkapkan perasaan dan harapan. Berdiskusi lebih baik daripada diam dan berasumsi. Karena perjalanan ini selalu diisi dengan maaf, saling memaafkan, dan belajar ikhlas.
Perempuan saat lelah cenderung mencari connection, ingin bercerita, didengar, atau ditemani karena kedekatan emosional bisa membuatnya merasa lebih tenang.
Laki-laki saat lelah sebagian cenderung melakukan withdrawal, menarik diri untuk menenangkan pikiran dan memproses masalah sendiri.
Jadi sederhananya, perempuan sering mencari ketenangan melalui kedekatan, sedangkan sebagian laki-laki mencari ketenangan melalui ruang.
Cara menyelesaikan masalah yang berbeda bukan berarti salah satu diantaranya tidak tepat.