"Anakku, tidak semua yang kamu dengar itu benar. Seseorang harus melihat dengan mata kepala sendiri apa yang benar dan apa yang tidak benar. Itulah alasan aku membawamu ke sini hari ini, sehingga kamu secara pribadi akan mengenal orang-orang ini," kata orang tua itu.
Ketemu temen yang lama gak ketemu. Dia bareng suaminya.
Tiba-tiba nyeletuk aja, "eh belum nikah juga? Kapan lagi? Anakku udah 3 loh?"
Aku jawab, "suamimu ada rencana buka cabang gak?" Sambil kasih 50k ke masing-masing anaknya.
Di bawah rezim Prabowo, urusan pangan kini tak lagi sekadar soal bibit, pupuk, dan lahan. Ia menjadi urusan seragam loreng.
Dalam satu hari (16 Januari 2025), Presiden Prabowo menerbitkan tiga peraturan pemerintah yang mengubah tiga BUMN jasa teknik; Virama Karya, Yodya Karya, dan Indra Karya, menjadi perusahaan pangan, perikanan, dan perkebunan di bawah nama Agrinas.
Keputusan ini dibuat langsung oleh Presiden tanpa mekanisme kontrol dari DPR. Yang lebih penting: tiga perusahaan baru ini dipimpin oleh pensiunan jenderal dan relawan Prabowo saat Pilpres 2024, menunjukkan bagaimana sektor pangan nasional diarahkan berada di bawah kendali militer.
Agrinas mengelola lebih dari 425.000 hektare lahan negara dan akan membangun 20 pusat produksi pangan. Lahan-lahan ini dikelola secara top-down tanpa pelibatan petani yang selama ini hidup dan menggarap wilayah tersebut.
Di saat yang sama, pemerintah membentuk Satgas Penertiban Kawasan Hutan. Strukturnya dipimpin Menteri Pertahanan dan diisi unsur TNI, Polri, Kejaksaan, dan kementerian lain. Satgas ini diberi tiga kewenangan utama: menarik denda, menyita lahan, dan menyerahkannya kepada pihak yang ditunjuk negara. Dalam praktiknya, lahan yang โdikembalikanโ ke negara kemudian jatuh ke Agrinas, lagi-lagi dikelola oleh para purnawirawan jenderal.
Akibatnya, lebih dari 800 ribu hektare kebun sawit berpindah tangan ke Agrinas. Masyarakat adat dan petani yang sudah turun-temurun tinggal di kawasan itu tiba-tiba dianggap sebagai pihak yang โmengganggu keamananโ. Mereka menghadapi aparat bersenjata dalam urusan yang seharusnya menjadi soal agraria dan kehidupan sehari-hari.
Dalam satu tahun, militer bukan hanya kembali ke panggung politik, tetapi juga menguasai sektor ekonomi strategis. Polanya mengingatkan kita pada masa ketika urusan negara, bisnis, dan senjata menyatu dalam satu ruang komando.
Baca laporan lengkapnya: https://t.co/kPsw7s5Y2q
Grok, baca dan analisa dari semua twit saya
@grok
Nama :
Jenis Kelamin :
Usia :
Pencapaian :
Hobi :
Pekerjaan :
Masa depan :
10 hal yang disukai :
10 hal yang tidak disukai :
@indepenSumatera Bukan dikriminalisasi....hanya saja jika berbuat kriminal ya bisa ditangkap.
Jadi pemimpin tidak boleh berbuat kriminal-korupsi-memeras dlsb
Persuading people with facts and logic never works because people don't think in facts and logic.
Persuading people with stories is much more effective because people interpret the world through story.
@MurtadhaOne1 Air mineral itu minuman horang kaya, rakyat jelata minumnya air minum dalam kemasan.
Hanya horang kaya yang minum air pake mineral ๐
Omon-omon diganti kato-kato