>Kejadian penggangguan Gereja
>Ada Queer yang ngetweet #Allahdisband#Islamdisband
>Queer Muslim gak terima ity
>Queer nunjukin yen orang yang mereka bela aja gak peduli sama Queer Muslim (literally calling her mental illness)
>And queer Muslim be like : Kok Queer jahat yah?
They dont teach you in college that if you’re not a great conversationalist to start and if you spend most of your week working on stuff you can’t talk about in public, you become a pretty boring person to talk to
memory lost, susah fokus, rendah diri, skill bersosialisasi bener-bener menurun drastis, dan lu merasa punya luka yang selalu "menganga" di dada lu sampe lu terus-terusan mempertanyakan sebenernya gua kehilangan apa sih sampe bisa begini
It's very very naive because normies WANT autistics to fail at social games. They don't want autistics to "learn how to socialize" or become charismatic or even to have friends, since it can eventually lead to them breeding, the worst case scenario for the masscult eugenicists.
Bahkan ketika gue udah ngerasa gue tuh ga depresi. Jarang sedih. Gada masalah apapun dalam hidup. Gue tetep gabisa kaya gue yang dulu.
Pinternya. Rajinnya. Hopefulnya. It will never be the same.
Ngerasa secured, tapi juga drowning at the same time. Mau cuci muka aja masi susah.
Ngapain ambil FMIPA jir, jurusan murni ga berguna. Ambil tuh jurusan yg bisa diaplikasikan di dunia nyata. Negara berkembang ga perlu ilmu murni. Jurusan kok mau yg murni2, mau makan apa? Kita gabisa makan dari teori.