prabowo nih ditanyain soal IHSG anjlok bilangnya "rakyat desa ga main saham", sekarang pas rupiah lagi lemah ngomongnya "rakyat desa nggak pakai dollar".
rakyat desa rakyat desa mulu ajg, lu itu presiden bgst, bukan lurah.
Kenapa Tuntutan Jaksa di Kasus Nadiem ini Gk Masuk Akal?
Ayo kita bandingkan
Harvey Moeis
• Kerugian negara 300T
• 20 tahun penjara
Pak Nadiem Makarim
• Kerugian negara 2,2 T
• 27 tahun penjara
Asli udah pesimis banget sama negara ini
Nadiem Makarim akhirnya dituntut hukuman total 27, tahun penjara (18 tahun penjara, denda Rp1 miliar subsider 190 hari kurungan)
Sampai azan magrib saya nonton persidangan itu. Dan sehabis magrib, nonton Nadiem diwawancarai pers.
Kalian tahu kasus Nadiem? Dia dituduh melakukan tindak pidana korupsi dan merugikan keuangan negara. Tapi apa fakta yang ditemukan?
- Tidak ditemukan PPATK yang masuk ke rekeningnya,
- Tidak ditemukan aliran dana dari vendor ke Nadiem,
- Tidak ditemukan aliran dana dari Google ke Nadiem,
- Tidak ditemukan aliran dana dari PT Akab ke Nadiem, dan
- Tidak ditemukan aliran dana dari PT GI ke Nadiem.
Ada pernyataan menarik dari Pak OC Kaligis:
“Kalau bicara soal Pasal 2 & 3 Undang-Undang Korupsi, maka cantolannya adalah BPK (Badan Pemeriksa Keuangan). BPK mengatakan bahwa tidak ada kerugian negara. Namun, oleh jaksa penuntut, BPK dibilang tidak independen.”
Karena gagal membuktikan semua aliran dana ini, maka ada nuansa menciptakan fakta, seolah-olah ada pemufakatan jahat atau penyamaran penipuan uang yang dilakukan Nadiem.
Itulah berita hukum terkini, Gais. Dan hal yang sama juga saya temukan di kasus Gus Yaqut (baru sampai pra-persidangan, namun sudah ditetapkan KPK sebagai tersangka).
- Tidak ditemukan bukti korupsi ketika rumah Gus Yaqut digeledah,
- Tidak ditemukan aliran dana ke Gus Yaqut,
- Tidak ditemukan suap ke Gus Yaqut,
- Tidak ditemukan gratifikasi ke Gus Yaqut,
- Tidak ditemukan intervensi apapun dari Gus Yaqut terkait pembiaan jamaah haji khusus, dan
- Tidak ditemukan mens-rea (iktikad jahat).
Bahkan untuk sangkaan $1 Juta, ternyata hal itu dikerjakan oleh bawahannya ketika Gus Yaqut di Eropa. Sekembalinya Gus Yaqut ke Indonesia, ia memerintahkan bawahannya untuk menarik uang itu kembali.
Saya tidak sedang bilang Nadiem bersih. Saya juga tidak sedang bilang Gus Yaqut tidak bersalah. Saya cuma mau bilang, mengutip Fiersa Besari:
“Negara sedang dirusak secara sistematis, dan sepertinya kita cuma bisa menonton saja.”
Dari Aceh hingga Papua, demo & protes menyuarakan keresahan yang sama.
⚠️ Indonesia diuji: bisakah kita memilih jalan damai, bukan luka baru?
✊ Suara rakyat harus didengar, bukan ditakuti.
#HatiHatiIndonesia
Kabarnya dari pendemo udah ada korban, polisi/TNI juga ada korban, tinggal menunggu korban dari DPR ini harus merasakan panasnya lapangan akibat ulah mereka 😡
Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), Hery Gunardi, buka suara terkait kasus penculikan dan pembunuhan Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP), Mohamad Ilham Pradipta (35). Diketahui, korban ditemukan tewas di Serang Baru, KDirektur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), Hery Gunardi, buka suara terkait kasus penculikan dan pembunuhan Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP), Mohamad Ilham Pradipta (35). Diketahui, korban ditemukan tewas di Serang Baru, K#idntimesbusinessabupaten Bekasi.
#IDNTimesBusiness
https://t.co/T92z2iPP63
Semakin dibaca semakin.. hmm
1. Mobil honda civic mangkrak 5 tahun TERKUNCI di asrama polisi,
2. Pemilik tiba2 mau jual akinya (?) minta (melalui telfon) PHL (Petugas Harian Lepas) ngecek mobilnya,
3. PHL langsung nemu tulang belulang MANUSIA di jok penumpang depan & lapor.
The Bloody Bender: Kisah Keluarga Psikopat yang Gemar Menghabisi Nyawa Para Pengunjung di Penginapan Mereka
Pada abad ke-19, pemerintah Amerika menyadari bahwa wilayah barat mereka memiliki banyak tanah yang masih belum berpenghuni. Untuk mengisi kekosongan tersebut, pemerintah mulai membagikan potongan-potongan tanah kepada siapa saja yang bersedia pindah ke sana dan mengelola lahan itu dengan bertani.
Salah satu keluarga yang memanfaatkan kesempatan ini adalah keluarga Bender. Setelah menerima tawaran “tanah gratis” dari pemerintah, mereka mendirikan sebuah rumah sederhana di Osage Trail, Labette County, Kansas, pada musim gugur tahun 1871.
Dengan gagasan yang cerdas, John Bender Sr., sang ayah, mengubah rumah tersebut menjadi penginapan untuk menyediakan tempat beristirahat bagi para pelancong yang kelelahan.
Namun, sayangnya, bagi banyak pelancong yang singgah di sana, rumah keluarga Bender menjadi tempat terakhir mereka menghembuskan nafas.