Buku Panduan Pengawasan Ketenagakerjaan dalam Pencegahan dan Penanganan Diskriminasi, Pelecehan dan Kekerasan Seksual di Tempat Kerja versi soft copy sudah bisa diunduh di: https://t.co/j6kwet3Fif
Semoga bermanfaat bagi rekan pengawas ketenagakerjaan, pekerja, dan perusahaan!
menikah itu tidak pernah worth it.
mau pakai indikator apapun pasti terasa rugi.
jadi ibaratnya kita punya segelas air.
kita punya satu piring nasi.
lalu harus kita bagi.
jadi haus tidak hilang
kenyang tidak didapat.
semua itu ditukar dengan kebersamaan. bersama istri.
bersama anak.
istri juga rewel ngomel terus.
anak juga bawel karena dia belum tahu apa-apa. banyak nanya.
kita disuruh jadi imam.
padahal dulu lebih sering nonton Naruto daripada ngaji.
kita disuruh jadi guru. padahal kuliahnya bukan jurusan pendidikan.
pokoknya banyak banget hal-hal yang tidak masuk akal. yang dialami setelah menikah.
temen kantor gw mulai minum zinc pagi, magnesium malem, sama vitamin d pas sarapan krn disuruh psikolognya
dia jalanin literally 30 hari lurus
terus...... kepribadiannya berubah 180 derajat gak ada candaan
KAMI MENGANTAR ANAK GENERASI KEEMPAT DARI KELUARGA JAWA-SURINAME PULANG KE DESA BUYUTNYA!
Perjalanan ini dimulai dari Yogyakarta, menuju Stasiun Kutoarjo, untuk menjahit sejarah yang diputus. Tulisan ini kami persembahkan untuk korban kolonialisme, yang tak dicatat sejarah!
Guys, sebelum semua drama trantrum AD pasca menikahnnya El Rumi dan Syifa Hadju meledak ke publik ada satu podcast yang menurut gue sangat penting untuk dipahami konteksnya.
Maia Estianty duduk dan bicara jujur tentang hidupnya. Dan kalimat yang dia pilih sebagai judul episode itu bukan kebetulan:
Semakin diserang mantan,
gue semakin diratukan suami.
Siapa Maia Estianty untuk yang perlu konteks:
Maia adalah salah satu musisi perempuan paling berpengaruh di Indonesia.
Mantan istri Ahmad Dhani salah satu hubungan yang paling banyak dibicarakan dan paling dramatis dalam sejarah industri musik Indonesia.
Dari pernikahan itu lahir tiga anak: Al, El, dan Dul.
Setelah perceraian yang penuh sorotan Maia menikah lagi dengan Irwan Mussry.
Dan itulah yang menjadi latar belakang dari kalimat yang dia ucapkan di podcast itu.
Yang paling jarang dibicarakan orang hubungan Maia dengan Al, El, dan Dul setelah cerai:
Ini bagian yang menurut gue paling penting dan paling sering terlewat di antara semua drama yang mengelilingi keluarga ini.
Maia mengakui sendiri di podcast ini dengan sangat jujur dan ini butuh keberanian untuk diucapkan seorang ibu di depan publik:
Kalau melihat masa lalu yang paling gue sedihin adalah ketika lihat video anak-anak masa kecil.
Gue ngerasa bahwa gue enggak full ada di situ.
Golden moment-nya enggak ada.
Dia cerai dari Dhani ketika Al berumur 9 tahun, El 8 tahun, dan Dul baru 6 tahun.
Setelah perceraian pertemuan dengan anak-anaknya sangat terbatas.
Kadang hanya sekali setahun.
Bahkan ada periode di mana intensitasnya sangat rendah.
Yang membuat situasi ini semakin kompleks: anak-anak tinggal bersama Dhani artinya Maia kehilangan akses ke momen-momen tumbuh kembang yang tidak bisa diulang.
Ulang tahun.
Hari pertama sekolah.
Pertandingan.
Momen-momen kecil yang justru membentuk ingatan seumur hidup.
Titik balik yang mengubah semuanya dan ini kisah yang jarang diceritakan:
Maia menyebutkan satu peristiwa yang mengubah dinamika hubungannya dengan anak-anaknya: kecelakaan yang dialami Dul pada usia 13 tahun.
Ketika Dul kecelakaan Maia masuk kembali dengan intensitas penuh ke kehidupan anak-anaknya.
Dan dari situlah semuanya mulai berubah.
Setelah itu anak-anak kemudian pindah ke rumah Maia. Kebersamaan yang selama bertahun-tahun hanya bisa dia impikan akhirnya terjadi.
Cara Maia bertahan di tahun-tahun paling gelap — dan ini yang paling mengejutkan:
Selama tahun-tahun ketika dia tidak bisa dekat dengan anak-anaknya sendiri Maia melakukan sesuatu yang menurut gue sangat reveal tentang karakternya.
Dia membiayai banyak anak yatim piatu.
Membangun pesantren.
Merawat anak-anak yang bukan anak kandungnya.
Logika yang dia pakai untuk bertahan secara mental adalah sesuatu yang sangat profound:
Sama aja antara membesarkan anak yang titipan Tuhan dan membesarkan anak-anak yatim yang juga punya Tuhan.
Karena aku belum bisa ngebesarin anak-anak tiga ini, aku ngebesarin yang lain-lain dulu.
Dan aku yakin suatu saat anak-anak akan kembali.
Dan mereka kembali.
Hubungan Maia dan anak-anaknya sekarang dan ini yang paling heartwarming:
Di podcast ini Maia bicara tentang hubungannya dengan Al, El, dan Dul dengan cara yang sangat berbeda dari narasi "ibu yang ditinggalkan" yang sering dibentuk media.
Sekarang Al dan istrinya Alisa tinggal dekat dengan rumah Maia di Pejaten jarak yang bisa ditempuh dalam hitungan menit.
Maia bilang hubungan mereka sudah sangat natural bukan lagi yang awkward atau penuh jarak.
Yang menarik Maia juga sangat sadar dengan perannya sebagai mertua.
Dia belajar dari pengalaman pernikahan Al untuk tidak membuat kesalahan yang sama di pernikahan El.
Salah satu hal konkret yang dia siapkan untuk pernikahan El dan Syifa: memastikan baju keluarga seragam atau senada supaya tidak ada kesan pilih kasih yang terbaca publik dan menyakiti perasaan siapapun.
"Kita penginnya supaya enggak terjadi banyak polemik.
Kasihan ke anak-anak sendiri juga."
Soal posisinya sebagai ibu setelah semua yang terjadi:
Maia mengakui bahwa ada masa ketika dia sangat keras ke anak-anaknya terutama ketika mereka baru mulai mengenal dunia pergaulan.
Dia pakai istilah "FBI" dia monitor, dia kasih tahu, dia arahkan.
Sampai pernah ada momen di mana anak-anaknya pindah karena merasa terlalu dikekang.
Tapi Maia bilang itu semua dia lakukan karena dia tahu dari pengalaman hidupnya sendiri apa yang bisa terjadi kalau seseorang tidak punya pegangan yang kuat di usia muda.
"Bukan aku enggak mau mereka mengalami seperti yang aku alami."
Dan yang membuat anak-anak akhirnya lebih nyaman bercerita ke Maia dibanding ke pihak lain justru karena Maia dikenal sebagai orang yang bisa menjaga cerita.
Tidak bocor.
Tidak reaktif berlebihan.
Mendengarkan dulu.
Soal Ahmad Dhani dan cara Maia bicara tentang dia:
Maia tidak berbicara dengan kepahitan tentang Dhani.
Tapi dia juga tidak berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja.
Ketika ditanya tentang Dhani jawabannya singkat dan sangat revealing:
Mata gua ke mana-mana.
No komen deh sama orang ini.
Tapi dalam konteks anak-anak Maia sangat jelas:
Dhani tetap bapak dari Al, El, dan Dul.
Dan sebagai bapak dia harus dihargai posisinya.
Urusan hubungan mereka sebagai mantan suami istri itu urusan mereka.
Urusan Dhani dengan anak-anak itu urusan berbeda yang tidak dicampuradukkan.
Bahkan ada cerita kecil yang cukup revealing: ketika El menelepon dari Swiss setelah lamaran Maia yang pertama dia hubungi justru menegurnya karena dia belum telepon ayahnya duluan.
"Gimana sih kamu?
Harusnya telepon ayah dulu dong."
Dari seorang mantan istri yang kata orang "berseteru" dengan mantannya itu adalah sikap yang menurut gue jauh lebih dewasa dari yang banyak orang bayangkan.
Irwan Mussry dan mengapa hubungan ini berbeda:
Maia tidak berbicara tentang Irwan dengan cara yang kliché.
Yang dia ceritakan lebih spesifik: Irwan adalah seseorang yang tidak perlu dipengaruhi suara luar untuk menentukan bagaimana dia melihat istrinya.
Di era di mana opini publik begitu mudah terbentuk kemampuan seseorang untuk memilah mana yang dia tahu sendiri dari mana yang hanya dia dengar dari orang lain adalah sesuatu yang sangat langka.
Dan setiap kali serangan dari luar datang Irwan tidak bergeser. Justru semakin memperlihatkan posisinya. Itulah yang Maia maksud dengan "diratukan".
Bukan dalam arti glamor.
Tapi dalam arti yang paling fundamental: dia merasa aman. Dia merasa dipilih. Berulang kali. Bahkan di kondisi yang paling tidak mudah.
Cerita Maia bukan cerita tentang perempuan yang hidupnya hancur lalu diselamatkan oleh pernikahan kedua.
Itu terlalu simplistis.
Cerita Maia adalah tentang seorang perempuan yang kehilangan banyak hal termasuk tahun-tahun bersama anak-anaknya yang tidak bisa dikembalikan yang kemudian belajar untuk melepas kepahitan, memilih kedamaian, dan menemukan kembali dirinya.
Dan di ujung perjalanan itu dia tidak hanya menemukan suami yang tepat.
Dia menemukan kembali anak-anaknya.
Dan itu yang menurut gue jauh lebih berharga dari semua hal lain yang sering jadi headline.
buat siapapun, ingat ini, kalo kalian lagi dibawa ke bawah, itu tanda ada sesuatu yang harus kalian ambil untuk kalian tunjukkan di atas.
aku udah rasakan perusahaan hancur lebur, pabrik dijual dengan harga rendah, buat usaha ini itu gagal, habis-habisan aku, dulu di kota binjai.
berkali-kali cerita di sini, aku merantau ke jakarta bawa duit cuma 2jt. naik bus ke jakarta, saking terbatasnya duit.
sekarang udah ada tim, udah punya 2 perusahaan sendiri, walau belum berjaya yang gimana² tapi monthly bisa 5x lipat dari penghasilanku di tempat asal.
jangan nyerah, ada masa kita hancur lebur, ada masa dari peleburan itu kita jadi pribadi yang lebih baik.
biasa gagal itu wak, justru harus gagal biar ga tinggi hati kalo terus menerus dapat sukses.
gerak, pasti ada jalan.
Saya bikin postingan ini tanggal
28 Maret 2026.
Ini bukan kebetulan.
Ini memang sudah di takdirkan untuk kamu.
Siapapun yang baca postingan ini.
Kapanpun kamu baca.
Pokoknya 1 bulan dari kamu baca postingan ini.
Bakal ada penawaran kerja sama dari orang yang tidak pernah kamu pikirkan. Dia datang begitu aja. Tanpa kamu harapkan, tanpa kamu tunggu bahkan kamu lupa kenal di mana dengan orang ini.
Di momen ini kamu bakal kaget
"kok bisa ya rezeki datang dari pintu yang tidak pernah kamu duga".
Kemudian kamu akan ingat dengan postingan ini.
Yang kedua kamu akan menerima kabar yang sangat membahagiakan, yang akan membuat kamu bersujud syukur hingga menangis
"Ya Allah besar sekali nikmat yang kamu hadirkan hari ini 🥺"
Ini bukan hanya soal uang atau pekerjaan. Ini bisa juga tentang kamu menemukan jodoh, kamu menerima kabar kehamilan, kamu diterima di universitas impian. Kamu mendapatkan beasiswa. Pokoknya apapun hal yang selama ini membuat kamu
over thingking dan merasa tidak pantas akhirnya terbantahkan.
Kalian ingat baik baik ya.
1 bulan semenjak kamu membaca postingan ini.
Aamiin
Pangeran Diponegoro adalah penggemar wine, Grand Constantia. Meski Islam mengharamkan alkohol, Diponegoro berdalih bahwa anggur itu adalah obat. Termasuk selingkuh dengan gadis pemijat keturunan Cina sebelum maju perang
@sloppypoppy Aku skrng milih yg laundry self service 1 jam itu mbak pop. Di smg 14kg cuma 37.500 udh langsung kering. Baju rumah lipet2 aja gak usah setrika lagi, baju2 kantor atau yg buat pergi doang yg aku masukin ke laundry buat setrika aja.
Kekuatan aku tuh kayaknya cuma 1 hal : iman percaya sama Tuhan. Beneran deh kalo gak pegang iman bakalan tumbang saya dlm stress baik fisik maupun psikis. Sbg ibu yg bekerja akhirnya ngalamin sendiri apa yg dinamakan sbg perempuan dgn beban ganda. Mikir rumah, anak, kerjaan.
Di usia jelang kepala 4 ini memang banyak hal² yg kadang bikin beban pikiran. Liat pencapaian teman² sebaya yg karirnya bagus, liat org² pada bisa meraih impian, dll. Dibilang gak iri sih boong yaa, aslinya iri bgt bosquu ~~~ tp jalan hidup org kan beda²....
@ulianpuyy Aku juga rutin minum ipi. Pagi abis makan bitamin B complex & C. Siang vitamin A, D3K2. Malem sebelum tidur Magnesium & Zinc. Yang paling kerasa magnesium dan zinc sih, beneran senyenyak itu pas tidur.
Janji pernikahan adalah janji yang paling sukar dijalani. Bersama selamanya dalam suka dan duka, senang dan sedih, gembira dan sakit. Apalagi janjinya dibuat bukan cuma kepada manusia tapi juga kepada Tuhan.