Bantu orang sekali, dia akan berterima kasih.
Bantu orang 2 kali, dia mulai berharap.
Bantu orang 3 kali, dia merasa sudah haknya.
Bantu orang 4 kali, dia yakin itu kewajiban kita.
Jika kita berhenti bantu, dia akan terus tagih, lalu kesal dan benci kita
Film terbaik buat nonton sendirian jam 2 pagi:
Lost in Translation
Her
Eternal Sunshine of the Spotless Mind
Drive
Only God Forgives
A Ghost Story
The Double
Shame
Blue Valentine
Frances Ha
Paterson
In the Mood for Love
Chungking Express
Yi Yi
45 Years
Marriage Story
All That Jazz
Certified Copy
Before Sunrise
Before Sunset
Before Midnight
Scenes from a Marriage
The Squid and the Whale
Aftersun
Past Lives
The Worst Person in the World
Portrait of a Lady on Fire
Cold War
Capernaum
A Separation
Guys kata Tom Lembong di podcast Malaka dan ini salah satu yang paling jujur yang gw dengar dari mantan pejabat Indonesia soal kondisi sekarang.
Dia bilang kebijakan luar negeri Indonesia sekarang paling berantakan sejak 1965.
Bukan sejak 1998. B
ukan sejak reformasi. Tapi sejak 1965.
Dan dia kasih contoh konkret yang bikin gw tidak bisa bantah.
Beberapa minggu lalu Indonesia bergabung ke Board of Peace yang diketuai Amerika dan Israel.
Seminggu setelah itu Amerika dan Israel menyerang Iran.
Sekarang Indonesia ngemis ke Iran minta kapal tanker kita boleh lewat Hormuz.
Dan Iran dalam kondisi marah besar habis diserang mau simpati ke kita?
Itu konsekuensi langsung dari kebijakan luar negeri yang tidak berprinsip.
Soal energi ini yang paling bikin gw ngeri.
Stok BBM dan LPG nasional kita hanya ekuivalen dengan 20 sampai 25 hari konsumsi.
Itu saja.
Kalau Hormuz tidak buka dalam 25 hari puluhan kota di Indonesia bisa kehabisan bensin dan gas.
Ibu ibu tidak bisa masak.
Logistik lumpuh.
Bukan skenario jauh.
Itu risiko yang menurut Tom Lembong sangat nyata dan sangat dekat.
Bandingkan dengan Jepang yang stoknya 250 hari. China yang stoknya 1,3 miliar barel.
Mereka sudah siap dari jauh jauh hari.
Kita masih 20 hari dan tidak ada rencana darurat yang jelas.
Dan ini yang paling menyakitkan dari semua yang dia bilang.
Tahun lalu harga minyak dunia lagi murah.
Surplus 2 juta barel per hari.
Itu saat yang sempurna untuk borong dan nambah cadangan nasional.
Tapi tidak dilakukan.
Uangnya dialihkan ke program program lain yang multiplier effect-nya kecil yang kita sudah tau semua itu yaps EMBEGE
Soal tarif Trump Indonesia panik duluan. Buru buru negosiasi. Dapat kesepakatan tarif 19%. Eh satu hari kemudian Mahkamah Agung Amerika batalkan tarif itu karena ilegal. Negara yang tidak panik sekarang cukup bayar 10%. Kita yang paling semangat negosiasi malah kena 19%.
Tom Lembong bilang ini pelajaran lama yang terus diulang. Kalau kita tinggalkan prinsip demi keuntungan jangka pendek hasilnya selalu buruk. Selalu.
Dan kata dia satu satunya hal yang bisa dilakukan masyarakat sekarang hemat. Kencangkan ikat pinggang. Nabung. Dan mulai pikirin alternatif kalau LPG benar benar langka.
Karena pemerintah sendiri belum punya solusinya.
FILM JELEEEEEEEEKKKKKKK
NAJISSSSSSSSSSSSS
FAKKKKKKKKKKKK
sumpah kelar nonton ini perasaan gua kaga karuan jir. ini film banyak “what if” nya yang bikin kek ahelaahhh tau dah ah. nonton aje ini film “horror” yang “jumpscare” nya pas lagi di hotel trus ada yang nelfon wkwkwkwk😭😭
Mari #Rangkumin [kasus mba mba ex-LPDP yang viral berujung klarifikasi Minta maaf]
Awalnya rame gara-gara video kak sasetyaningtyas yang membuat vlog unoboxing paket paspor dan dokumen kewarganegaraan Inggris untuk anaknya.
Pernyataan di video "Cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu.." mengundang pro kontra netizen karena setelah ditelurusi ternyata beliau adalah alumni penerima beasiswa LPDP Delft University.
Suami mba nya ternyata juga penerima LPDP untuk S2 dan Phd selama 8 tahun dan rupanya belum pulang ke indonesia untuk mengabdi...
Udah 2 malam sebelum tidur minum ini, jadinya lelap, tapi setelah nonton konten dokter2 katanya bukan Magnesium Sulfat yang bantu tidur, tapi Magnesium Glycinate. Wa beli yang ini soalnya murah.