Saya tidak punya kepentingan membela Anies (saya 03), tapi konteksnya memang berbeda.
Anies adalah aktor politik.
Bertemu, ngobrol, bahkan berfoto dengan lawan politik masih masuk dalam fungsi dan bahasa politik.
Publik sudah membaca dia sebagai orang yang bermain di arena itu.
Sebaliknya, Pancatera membawa posisi editorial dan identitas moral tertentu.
Di saat brand yang dibangun dari kritik sosial, independensi, dan keberpihakan pada isu tertentu, kedekatan simbolik dengan kekuasaan otomatis dibaca dengan standar berbeda.
Yang dipertaruhkan itu tidak hanya “boleh foto dengan siapa” saja, tapi konsistensi antara positioning yang dijual ke audiens dengan signalling yang ditampilkan ke publik.
Kalau kita membandingkan keduanya hanya dari tindakan “sama-sama foto”, maka kita sudah mengabaikan variabel paling penting:
siapa aktornya, dalam kapasitas apa dia hadir, dan ekspektasi apa yang selama ini dia bangun kepada publik.
Demikian.
@MarissaAnita You planned for it. Woke up in the morning, got dressed. Went. Stayed. Posed for the cameras.
Throughout all this it never crossed your mind “hey this might not be a good idea”?
Sounds like either you did not care or are simply out of touch 😂
harapnya prabowo tak dendam lah kan pasal tweet i tu. im so sorry for saying belakang abu lahab 😭 mungkin sebenarnya pak president nak depan abu lahab 😭 idk bro
Lagi bahas kebijakan Wali Kota New York yang viral karena berhasil nutup defisit peninggalan wali kota sebelumnya, nilainya sampai triliunan, cuma dalam waktu enam bulan.
Salah satu langkahnya dengan menarik pajak lebih besar ke orang-orang kaya.
Eh, malah nemu komentar yang satu ini. Lucu, tapi ada benarnya juga. 🤣
@jeongjeonginuna 4 hari kerja, selasa hari olahraga & ttp diitung hari kerja, mantaaapppp bener. Cari yg working days nya kaya gini di indo ada gak ya? 😆
menyimak kuliah 3 sks bersama duta ketahanan pangan mengenai umbi2an🙏🙏🙏
biar gaada yg nanya "kimpul itu apa?", "mbolo sm mbili bedanya apa?"
dah terjawab semua disini🙏🙏🙏
Bahasa Jawa kalau urusan bau detail banget😭
• Tengik = bau minyak basi
• Nyegrak = bau nyengat
• Sangit = bau gosong
• Langu = bau mentah
• Prengus = bau kambing
• Apek = bau lembap
• Banger = bau bangkai
• Pesing = bau pipis
• Anyir = bau darah/ikan
• Semribit = bau harum yang semerbak
Haii aku Beluru. Alias si Pete Hutan. Bukan pete raksasa yang habis kena radiasi nuklir loh ya, walaupun bentukku segede gaban.🤣🤣
Iyaa nama ilmiah asliku emang Entada bukan Pete. Tapi orang lokal sering panggil aku buah Gandu, atau Sintok.
Aku kasih tau funfact soal BIJI ku yaa..
Pertama, walaupun julukanku Pete Hutan, aku sama sekali nggak bau pesing kayak pete beneran loh. Aku nggak punya senyawa sulfur, jadi napas dan toilet kalian dijamin aman Kawan hahahaha
Kedua, aku punya senyawa penghasil busa sangar namanya Saponin.
Buat rambut lepek, ketombe, dan kotoran yang lagi asyik nongkrong di kulit kepala, Saponin ini ibarat sampo sultan dari pedalaman hutan. Sekali digeprek dan dikucek pakai air, busanya langsung melimpah ruah dan bikin rambut bersih kesat.
Nah, karena senyawanya ku kelewat strong, jangan pernah coba-coba ngunyah BIJI ku mentah-mentah kayak abang di video ya😅
Baru digigit dikit aja, rasanya udah super sepet dan pahit getir minta ampun. Makanya mukanya langsung pringisan nyesel pengen ngelepeh gitu kan? 😂
Kalau mau aman dimakan, BIJI ku ini harus direbus berhari-hari dulu buat ngebuang racunnya. Tapi kalau dibiarin sampai tua dan keras membatu, BIJI ku beralih profesi jadi alat kerokan andalan emak-emak pas lagi masuk angin. Enak banget loh tebal dan nggak bikin lecet punggung Kawan hahaha.
So.. Selamat pagi menjelang siang dari BIJI ku yang segede gaban ini..