Faktanya:
• Pendapatan PLN thn 2025 Rp582 triliun (naik 6,84%).
• Laba bersih anjlok jadi cuma Rp7 triliun (turun ~66%).
• Tarif listrik resmi nggak naik sejak 2022 sampai sekarang (Triwulan II 2026 tetap sama, pemerintah “jaga daya beli rakyat”). Tapi tagihan banyak yang melonjak 2-3x lipat gara-gara “konsumsi naik” katanya.
• Stok batu bara PLTU Jawa-Bali sering di bawah 10-15 hari (padahal standar aman minimal 25 hari).
• Pemerintah potong kuota batu bara domestik + regulasi ribet, akhirnya PLTU kekurangan pasokan.
Intinya: Tarif nggak naik di kertas, tapi rakyat tetap merasakan “kenaikan” lewat pemadaman bergilir + tagihan membengkak.
PLN nerima duit full, tapi pas butuh beli batu bara tiba-tiba “masalah teknis operasional” + “pasokan menipis”.
Ini bukan manajemen energi, ini manajemen alasan level dewa.
Rakyat bayar listrik mahal buat subsidi silang + bayarin proyek2 gede, tapi pas listrik mati tiap minggu, jawabannya cuma “maaf ya”.
@karirfess Anjing, tukang disinformasi. Padahal yang dialihfungsikan itu lahan yang kepemilikannya gak jelas dan udah keburu dibangun pemukiman warga. Di mana warga di sana justru bisa dapet hak milik tanah itu.
https://t.co/Jx1KZ85gUw
Saya menuliskan ini dengan hati yang sangat sangat terluka dan prihatin. Nyaris meneteskan airmata campur aduh, sedih dan marah.
Sore ini saya telah berada di Surabaya, untuk acara besok pagi. Karena cuaca tidak terlalu panas, saya berjalan kaki menuju GalaxyMall3 di Sukarno Hatta. Setelah membeli barang yagn saya butuhkan, saya balik hotel.
Tiba tiba, dari kejauhan saya melihat kecelakaan. Sepeda motor (cowok+cewek) tersenggol mobil, dan langsung menghantam aspal. Mobil lari, si sepeda motor, terkapar. hanya ada 1 orang pemuda yang menolong. Menepikan motor dan memindahkan ke pinggir. Saya segera berlari menyusul, membantu. Berdua.
Si cowok dalam kondisi pingsan, sedangkan ceweknya berlumuran darah. Dua duanya beretnis chinese.
Saya, jelas gak bawa mobil. jalan kaki. Si mas satunya, hanya ada sepeda motor. Kami bingung. Satupun dari ratusan orang yang melintas di jl protokol kota surabaya ini, TIDAK ADA yang menepi membantu.
Saya tlp 110. (silahkan rekan rekan coba juga ya..) Petugasnya jelas bukan petugas yang terlatih untuk menangani tlp masuk orang yang panik butuh pertolongan. JANGAN PERNAH MEMBANDINGKAN DENGAN 911 ya. bumi langit. Polisi malah ngang-ngong. Sudah jelas dikasih titik lokasi kecelakaan, tapi sama sekali tidak terlihat cakap. Saya tlp lagi 112. Ternyata luar biasa. Linknya penuh terus ! entah rusak sistem atau apa...
Langsung kita cari gocar. Karena taksi yang lewat di jalan ini gak ada. mobil lewat gak ada yang mau menepi. Alhamdulillah, setelah 6 menit, gocar datang.. kami antar langsung ke RS terdekat. (RS Haji). Sambil kami tlp orang tuanya untuk menyusul.
Pengin nangis saya adalah : betapa layanan publik kita sangat tidak bisa diandalkan! SEtelah 30 menit, baru saya ditlp dari polisi, yang meminta maaf. Karena dia ternyata juga tlp ke 112 dan gak berhasil juga. Bayangkan !
Paling menyedihkan dan melukai hati saya adalah : betapa makin banyaknya orang egois. Tidak peduli dengan sesama yang sedang jatuh ketimpa kemalangan.
Saya berdoa sungguh sungguh, semoga bangsa ini, kembali ke jaman dulu uyang tetep meletakkan nilai kemanusiaan diatas segalanya.
Buat teman teman.. saya menghimbau. Mari kita lakukan kebaikan. Apapun itu, jangan takut. SEdih kalau ada kalimat : takut membantu, karena takut berurusan dengan polisi. JANGAN! Percayalah, jika kita benar, Tuhan tidak akan meninggalkan kita.
@PemkotSurabaya
Saran gw sih yaaak sori bgt nih bapak bapak umur 40-50an yg udh jadi VP / head of whatever
Jangan ngecilin anak anak fresh grad. Ngejek ga pantes dapet duit banyak atau kurang skill atau lembek lah. Apalagi di post di sosmed yg lu berasa di atas angin sebagai voice of authority
Ingeettt anak di rumah masih SMA / kuliah.
Jangan mikir anak kalian spesial. Ingett karma itu nyata dan income kalian nggak akan cukup untuk ngelawan cobaan Tuhan.
[Tweet setahun sekali]
Buat warga JABODETABEK khususnya Bekasi yang rumahnya kemasukan ular/reptil lain saat banjir maupun pasca banjir, bisa hubungi gw via Whatsapp ya buat bantu evakuasinya, GRATISSS.
@txtdrbekasi@txtdrjkt
Even journalists couldn’t hold back their tears.
CNN Indonesia reporter Irine Wardani broke down while covering the Sumatra disaster, which has claimed at least 1,030 lives. Reporting live from Aceh with cameraman Urip Handoyo. 📍 Aceh Tamiang, Indonesia 🇮🇩