@LIENA385415@atokdalangs4 Wkwk inimah ibox jobodetabek kali kak, kalo jogja mah gapok UMR 2,8jt, mungkin ada bonus atau tunjangan tp itupun keknya ga bs nyetuh 5 deh.
Beberapa temen nge dm ig βkok km blok aku di WA?β Wkwkw coyyyyy aku yg di blokk WASAFFFFFF. Wkwk. Kaga bs login lg tp akunnya masih ada, napaa lu kaga hapus sekalian dah sapp wasap kalo kaya gini dikira aku nge blok in org kampret.
Berdasarkan gambar infografis tsb, proses tektonik di zona penunjaman lempeng memicu 3 jenis gempa bumi dengan karakteristik dan lokasi pemicu yang berbeda:
(1) Gempa Intra-Slab (lingkaran biru) terjadi akibat pecahnya batuan di dalam tubuh lempeng samudra yang menunjam (tersubduksi) ke bawah lempeng benua. Gempa ini berada lebih dalam dibanding gempa megathrust karena dipicu oleh regangan (bending) serta dehidrasi mineral saat lempeng melengkung masuk ke dalam mantel bumi. Meskipun sumbernya dalam, guncangannya sering kali terasa kuat dan mencakup wilayah yang sangat luas di permukaan karena batuan lempeng samudra yang padat mampu merambatkan gelombang seismik secara efisien.
(2) Gempa Megathrust atau Inter-Plate (lingkaran merah) merupakan gempa yang terjadi tepat di bidang kontak atau batas pergeseran utama antara dua lempeng tektonik. Area gesekan ini menyimpan akumulasi energi tektonik paling besar. Oleh karena itu, gempa megathrust berpotensi menghasilkan magnitudo yang sangat besar (M > 8,0) dan sering menjadi pemicu utama timbulnya gelombang tsunami jika terjadi deformasi mendadak di dasar laut.
(3) Gempa Kerak Dangkal atau Inland Crustal (lingkaran hijau) terjadi akibat pergeseran sesar atau patahan aktif yang berada di dalam lapisan kerak bumi bagian atas (land-side plate). Berbeda dengan dua jenis sebelumnya, gempa ini bersumber dari kedalaman yang sangat dangkal (umumnya kurang dari 30 km dan berlokasi langsung di area daratan. Dampaknya bisa sangat merusak pemukiman di sekitarnya meskipun magnitudo gempanya tergolong sedang (M 5,0 - M 6,5), karena jarak episentrumnya yang amat dekat dengan permukaan. (Compiled by Daryono IABI)
@daryono_eq_talk Wahh insight baru Pak, saya kira semakin dalam akan semakin meredam getaran gempa. Ternyata malah energi getaran tertransmisikan dgn efisian dan cakupannya lbh luas.