@KupuSubuh@txtharihariWNI Tangki cinta ibu nya kosong kak, mungkin juga bapaknya kurang peka, ibunya mau di bantu² drmh. Bisa juga dari ekonomi, yg kurang. Banyak faktor sih kak. Krna ibu itu yg paling capek drmh, ga ada istirahat, coba di validasi perasaan ibu nya🥰
@jawafess Kalo gak mau srawung itu gampang, jadi orang kaya.. ada acara dikit kasih salam tempel pake duit saja nanti juga diem yang hormat ke kamu banyak. Beda cerita kalo medioker-miskin mau srawung kayak apa juga bakal dipaido kalo di desa.
Orang dewasa punya standar tinggi kalau ketemu anak kecil.
Di mata orang dewasa, anak harus ceria, harus mau respon segala pertanyaan, harus mau salim, harus mengikuti norma sosial dengan perfect.
Anak kecil teriak dikit
"Gak diajarin ortunya ya?"
Anak kecil nangis
"Kok cengeng sih?"
Anak kecil slow to warm up
"Masih kecil udah introvert ya"
Anak kecil ikut ortu nongkrong, bosen, butuh input stimulus lain
"Rewel ya ternyata"
Kata gw mah elu yg rewel. Udah dewasa tapi judgemental banget ke anak-anak. Anak kecil tuh sedang belajar memahami dirinya sekaligus memahami dunia yang semua isinya tuh besar-besar. It gets too overwhelmed sometimes. It's a part of the growth process. Mari kita jadi orang dewasa yg wajar gitu lho.
Ngemut ini kak!
Degirol atau sp troches. Ini aman krn antiseptik oral yg emg dibuat utk sakit tenggorokan.
Ditambah prioritaskan istirahat/tidur, banyak minum air putih (terutama yg anget), mam makanan anget berkuah, buah sayur, dll.
Yg penting JANGAN FG troches (frame ketiga)
𝗧𝗢𝗟𝗢𝗡𝗚 𝗩𝗜𝗥𝗔𝗟𝗞𝗔𝗡: 𝗦𝗨𝗔𝗠𝗜 𝗦𝗔𝗬𝗔 𝗕𝗨𝗞𝗔𝗡 𝗞𝗥𝗜𝗠𝗜𝗡𝗔𝗟, 𝗗𝗜𝗔 𝗛𝗔𝗡𝗬𝗔 𝗠𝗘𝗟𝗜𝗡𝗗𝗨𝗡𝗚𝗜 𝗦𝗔𝗬𝗔! 😭
Kepada seluruh masyarakat Indonesia, para petinggi hukum, Bapak Kapolri, dan orang-orang baik di luar sana...
Nama saya Arsita Minaya. Hari ini saya memberanikan diri menulis ini dengan air mata yang tidak kunjung berhenti. Saya memohon bantuan Anda semua untuk menyelamatkan suami saya, Hogi Minaya, yang kini terancam dipenjara 6 tahun hanya karena dia mencoba menyelamatkan nyawa saya.
Kejadian itu masih membekas di ingatan saya. Saat kami sedang mengantar pesanan, saya dijambret oleh dua orang yang membawa pisau cutter. Tali tas saya diputus paksa. Saat itu, saya hanya bisa berteriak ketakutan.
Suami saya, yang melihat istrinya dalam bahaya, secara refleks mencoba menghentikan pelaku. Dia tidak punya niat membunuh, dia hanya ingin mengambil kembali barang yang dirampas. Namun, pelaku yang panik memacu motornya dengan sangat kencang, menabrak tembok, dan meninggal dunia.
Sekarang, dunia kami hancur.
Pelaku jambretnya bebas dari hukum karena meninggal, tapi suami saya—korban yang membela saya—justru dijadikan TERSANGKA. Kakinya dipasangi gelang GPS seolah-olah dia penjahat besar yang mau melarikan diri. Padahal kami hanya pedagang jajanan pasar yang jujur.
Logika mana yang dipakai?
Apakah seorang suami harus diam saja saat istrinya ditodong pisau di depan matanya?. Apakah membela diri dan keluarga sekarang dianggap sebagai kejahatan di negeri ini?.
SAYA MEMOHON DENGAN SANGAT:
Bantu saya VIRALKAN tulisan ini. Saya butuh perhatian dari Bapak Presiden, Bapak Kapolri, Bapak Mahfud MD, Bang Hotman Paris, dan siapa pun yang punya kekuatan untuk menegakkan keadilan yang sesungguhnya
Jangan biarkan suami saya membusuk di penjara karena melakukan tugasnya sebagai pelindung keluarga. Saya hanya ingin keadilan, bukan hukum yang berat sebelah.
Tolong share postingan ini... satu share dari Anda sangat berarti untuk kebebasan suami saya.
Menstruasi tiap bulan, kehamilan beberapa kali, lalu diakhiri menopause.
Sementara kita laki-laki, secara biologi, ya hidup lurus-lurus aja.
Ayo kita sadari sebentar.
Perempuan itu setiap bulan berhadapan dengan biologinya sendiri.
Dengan nyeri datang rutin sekali.
Dengan emosi naik turun tanpa diingini.
Dengan darah yang keluar, tanpa permisi.
Lalu di satu fase hidup, perempuan mengandung.
Menumbuhkan manusia hidup dalam dirinya.
Membagi nutrisi tubuhnya, energinya, tidurnya, napasnya.
Rahim membesar puluhan kali lipat. Organ-organ perutnya bergeser. Trus hormonnya loncat-loncat menari tanpa henti.
Dan ketika semua itu selesai, di dekade ke 5 tubuh berkata,
Haha belum selesai.
Tiba-tiba Menopause datang.
Badan rasa jadi tungku panas, lelah, gelisah, tubuh terasa asing, tapi tetap harus menjalani semua fungsi dan perannya sebagai Ibu.
Sementara biologi kita laki-laki?
Bangun tidur.
Tarik napas.
Minum air.
Kerja seharian.
Lalu merasa wah hari ini produktif sekali.
Kadang kita demam tinggi sedikit saja,
Nada bicara langsung melemah.
Rasanya ingin nulis pidato perpisahan
Setelah memahami ini, aku sering bertanya dalam hati, bagaimana bisa perempuan setangguh ini.
Bayangkan kita laki-laki yang mengalami menstruasi.
Mungkin sebulan sekali kantor akan tutup.
Grup WhatsApp penuh keluhan.
Rumah sakit penuh drama.
Satu kram kecil, sudah minta dipijat se-RT.
Kehamilan?
Laki-laki lapar satu jam saja sudah gelisah.
Jadi kalau hari ini kita melihat perempuan tetap tersenyum,
tetap bekerja,
tetap mengurus keluarga,
tetap peduli orang lain,
Kita menyadari kekuatan versi berbeda.
Dan kita, para laki-laki,
Sudah selayaknya lebih menghargai dan menyayanginya. 🩷