BREAKING!
Warga Papua Selatan hari ini resmi gugat Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, yang keluarkan Surat Keputusan (SK) No. 591 berisi rencana mengubah 486 ribu hektare tanah adat mereka jadi PSN Pangan dan Bioenergi.
Gugatan ini jadi bukti bahwa โPesta Babiโ adalah realita yang terjadi di Papua Selatan hari ini. Di mana kebijakan negara jadi alat legitimasi pemusnahan ruang hidup masyarakat.
Kenapa warga menggugat?
Wew akun segede gini penggiringan opininya ngeri jg.
Pertama, itu poliklinik bukan IGD.
Kedua, terlihat anaknya tidak dalam kondisi gawat.
Ketiga, dokternya sudah klarifikasi karena awalnya sudah mau diperiksa dan dokter bertanya kenapa baru dibawa jam segitu lalu tiba tiba keluarga pasien marah marah sambil memvideokan.
Seperti itu. Dokter itu profesi, sama aja kek profesi lainnya.
Kalau bukan nakes ngakalin aturan BPJS. Mungkin udah banyak nggak tertolong karena ditolak covernya sama BPJS ๐
Tapi karena inilah, nakes jadi samsak hidup pasien juga
"Kok dulu di RS lain bisa di cover, kok disini enggak"
Menurut gw, having a child itu keputusan yang paling sakral dalam hidup manusia. Bahkan daripada menikah.
Karena kita menghadirkan satu jiwa baru lagi di dunia yang seperti ini. Yang one day kita akan lepasin gitu aja, sementara kita jg akan dimintai pertanggungjawaban.
Sayangnya, banyak orang mikir punya anak sekadar ngelahirin, ngasih makan, udah.
Padahal tiap manusia punya kebutuhan dasar dan banyak hak, sampai aspirasi dan cita2 yang menurutku parents musti turut bertanggungjawab.
Banyak orang memuji-muji pengobatan luar negeri sampai rela mengeluarkan biaya 100juta-500 juta ketika tidak berbuah kesembuhan balik berobat di indonesia pakai BPJS kelas 3 terus koar-koar di medsos โberobat di indonesia mahal, penangananya lama, nakesnya pemalas dan dokternya bodoh-bodohโ
Mahal, GUNDULMU!!!!!
Polemik seputar pemecatan dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A oleh Kementerian Kesehatan gak bisa semata dilihat sebagai kasus indispliner, tapi harus ditarik ke belakang untuk mengetahui sebab musababnya...
Dr. Piprim merupakan seorang dokter spesialis anak yg juga konsultan jantung, lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, pernah lanjut ke Malaysia untuk mempelajari teknik menambal jantung bayi tanpa harus membelah dada...
Konon jumlah dokter dengan kemampuan seperti dr. Piprim Sp.A gak sampe 80 orang di negeri dengan ratusan juta penduduk ini...
Berdasarkan data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), sekitar 50 ribu bayi lahir dengan penyakit jantung bawaan (PJB) setiap tahunnya, dengan 12 ribu kasus diantaranya tergolong kritis... ๐ฅ
Dengan spesifikasi "dewa" seperti itu, dr. Piprim Sp.A bisa aja duduk manis dan menuruti birokrasi, posisinya sebagai ASN dijamin aman, hidupnya makmur dan nyaman... tapi beliau malah dipecat karena mempertahankan kebenaran terkait isu kolegium kedokteran...
Pihak Kementerian Kesehatan ingin kolegium kedokteran tsb berada di bawah kendali mereka, sedangkan dr. Piprim Sp.A keukeuh kolegium harus independen, bahkan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) pun sebenarnya sejalan dengan sikapnya...
Konon ada sahabat yg membisikinya kalo beliau tetap vokal menolak keinginan Kementerian Kesehatan, dr. Piprim Sp.A bakal dimutasi... dan itulah yg terjadi...! beliau dipaksa pindah dari RSCM ke RS Fatmawati di Jakarta Selatan...
Dr. Piprim Sp.A menggugat SK Mutasi tsb di PTUN karena dianggap cacat prosedur... eh, malah keluar surat pemecatannya sebagai ASN...
Anda tauk siapa yg paling dirugikan oleh drama pemecatan ini...? bukan dr. Piprim Sp.A...! beliau orang pintar dan bisa praktek dimana aja...
Yg rugi itu masyarakat, pasien-pasien beliau, terutama anak-anak yg jantungnya bermasalah, karena dengan dipecatnya beliau, pasien BPJS Kesehatan gak bisa lagi mendapatkan penanganan langsung oleh dr. Piprim Sp.A... bayi-bayi yg butuh tindakan cepat harus kehilangan salah satu dokter terbaik yg bisa menyelamatkan nyawa mereka...
Semua itu terjadi karena ego pemerintah... ๐
Video : IG ceritainbang
Ini Rizki Novanti aka Budhe Wellness (namanya jelek btw). Ngaku sebagai "eduKatOr kesehataN holisTik & OLahraga" alias (singkat sendiri)
Ngakunya kuliah di UPN Surabaya.
Barusan dicari di PDDIKTI ga ketemu namanya, alias dia ngibul atau pake nama palsu. Nyari duit jualan kelas kesehatan padahal ga ada dasar ilmu apa apa alias ngibul. Antivaksin fanatik karena IQnya ga nyampe 50
Kalian mau percaya sama dokter apa sama tukang obat jualan kelas? Misal anak kalian cacat karena penyakit yang bisa dicegah vaksin atau kalian yang perempuan kena kanker serviks karena ga vaksin HPV apakah kalian bisa minta tanggung jawab? Silahkan simpulkan sendiri.
Kalau udah jelas jelas nipu kaya gini kalian masih dengerin si Budhe Kont, semoga bisa nanggung akibatnya sendiri
๐ Antimicrobial resistance (#AMR) poses a serious global health threat, projected to claim almost 2 million lives in 2050.
A new @LancetRH_Europe Review discusses the need to strengthen AMR governance through a unified European approach for lasting progress: https://t.co/rbdhqYJT9d #WorldAMRAwarenessWeek
Ini adalah sebaran kasus keracunan MBG yang terjadi sejak program ini dimulai pada Januari silam.
Di tengah maraknya kasus keracunan massal, kelompok masyarakat sipil menyerukan agar MBG dihentikan sementara atau anggarannya dialihkan untuk pendidikan.
https://t.co/5d12t6O15Y
Mengingatkan lagi, Raja Ampat itu rumah 75% spesies terumbu karang dunia
Pulau Gag, yang diobral buat PT. Gag Nikel, termasuk pulau kecil (6.500 ha) yang jelas dilarang ditambang & mengancam hidup orang Papua
Bukti buat pemerintah Papua gak lebih dari tanah kosong buat dikeruk
PT Gag Nikel has received a โGREENโ rating from the Environment Ministry, allowing them to resume mining operations on the small Gag Island in Raja Ampat, Indonesia. Despite numerous reports, Energy and Mineral Minister Bahlil stated that he found no signs of pollution.ย
https://t.co/2RvukOo3jN
๐จBREAKING: Israel struck the Al-Ruโya Commercial Tower in Gaza, home to human rights and service organizations, womenโs and childrenโs care centers, law firms, and medical clinics.
This marks the fourth large building demolished by the Israeli army in just two days.