dlu pas gw jaman maba bgt juga pernah kek gini bareng keluarga gw, mana nenek gw yg kena trs blio bingung karena hp aja kaga punya + kaga tau itu kegiatan apa krn blio cm duduk di boulevard nungguin gw lg jalan2 di itb
Hidup mahasiswa. Dukung penuh aksi teman-teman BEM UI dkk hari ini. Di tengah melonjaknya harga BBM dan kebutuhan pokok, suara mahasiswa adalah suara rakyat yang sedang kesulitan. Saatnya pemerintah stop mengelak dan fokus selamatkan ekonomi rakyat.
kemaren balesnya cuma, “kita udah ngingetin kok,” atau, “ada bobotoh yang kasih sembako ke petugas kebersihan kok.”
ini mah namanya collective weaponized incompetence. berapa banyak yang turun ke jalan seenggaknya bersihin 1 ton? tanggung jawabnya mana?
historically, as shitty as itbfess content gets, whether theyre talking about politics, cheating, sexual harassment or whatever, their real downfall is when they facing bobotoh🤣. itb students, especially the freshmen, just voluntarily flex their classism, elitism and racism LMAO
Jawa dikata hama jauh lebih sering. Ini rasis. Tapi memangnya mau gimana?
Kalau kami baper, nanti tambah dirasisin. Kalau mau dituntut, nanti penjara penuh. Kalau mau diparani, maaf sibuk mbut gawe.
Njuk piye? Kami sibuk kerja, gak kepikiran urus yang rasis satu-satu.
PERSIB HATTRICK JUARA,
INI DAFTAR ULAH OKNUM BOBOTOH 3 HARI TERAKHIR YANG MERESAHKAN WARGA
Juara boleh, tapi kota menanggung. Berikut yang benar-benar terjadi 23–25 Mei 2026:
1. Oknum bobotoh ditangkap polisi di Cianjur Sabtu 23 Mei malam karena kedapatan membawa senjata tajam berupa pisau di dalam mobil saat konvoi berlangsung.
2. Pengemudi mobil pelat F 1298 WL berusaha kabur dan nyaris menabrak petugas saat dihentikan di depan Mapolres Cianjur pengemudi dan dua penumpang terbukti dalam pengaruh minuman keras.
3. Miras ditemukan tersimpan di dalam jok sepeda motor oknum bobotoh yang disetop di Jalan KH Abdullah bin Nuh, Cianjur. Pelaku diduga juga dalam pengaruh obat-obatan terlarang.
4. Flare dan petasan dinyalakan massal di kawasan Jalan Asia Afrika, Jalan Dago, dan sekitar GBLA Sabtu malam 23 Mei asap tebal memenuhi jalan dan mengganggu pengendara lain meski sudah berulang kali dilarang.
5. Knalpot brong massal membuat warga Tasikmalaya terpaksa menutup telinga sepanjang malam 23 Mei konvoi memenuhi Jalan Sutisna Senjaya, dr Soekardjo, Siliwangi, KHZ Mustofa, RE Martadinata, dan lebih dari 10 ruas jalan lain di kota Tasikmalaya.
6. Kota Bogor nyaris lumpuh Sabtu malam 23 Mei ribuan bobotoh konvoi dari Gedung Dewata memacetkan jalur Bogor-Sentul total dan mengganggu arus lalu lintas warga yang tidak ada kepentingan dengan perayaan.
7. Jalan Soekarno-Hatta Bandung lumpuh total usai peluit akhir laga 23 Mei arus kendaraan dari arah GBLA memenuhi seluruh badan jalan tanpa bisa diurai selama berjam-jam.
8. Jalan Asia Afrika, Merdeka, Braga, Diponegoro, dan PHH Mustofa lumpuh serentak sejak dini hari Minggu 24 Mei warga yang hendak beraktivitas normal tidak bisa melintas.
9. Sejumlah bobotoh pingsan akibat berdesak-desakan ekstrem di sepanjang rute pawai Minggu 24 Mei tim medis darurat kewalahan menangani korban pingsan yang terus berjatuhan di tengah kerumunan.
10. Bobotoh di Tasikmalaya tetap melakukan konvoi dan geber knalpot meski Satlantas Polres Tasikmalaya Kota sudah mengeluarkan larangan konvoi secara tegas sebelumnya.
11. Flare kembali dinyalakan di dalam Stadion GBLA saat pertandingan Sabtu 23 Mei berlangsung sesuatu yang sudah membuat seremoni juara tahun lalu tertutup asap dan kembali diulangi meski sudah diperingatkan keras oleh Ketua Viking sendiri.
12. Selama 3 hari perayaan berlangsung, Persib sudah menanggung denda sepanjang musim ini lebih dari Rp 5,9 miliar akibat kelakuan suporter dari penyalaan flare, petasan, invasi lapangan, pelemparan benda, hingga kerusuhan di kompetisi Asia.
13. Warga non-bobotoh di pusat Kota Bandung tidak bisa pulang ke rumah secara normal sepanjang Sabtu malam hingga Minggu siang karena seluruh jalur utama kota diblokir oleh kerumunan dan konvoi.
14. Bobotoh yang masih bertahan di kawasan Asia Afrika sejak malam Sabtu hingga subuh Minggu membuat kondisi jalan kotor dan semrawut pedagang di kawasan tersebut melaporkan ketidaknyamanan meski mengaku tetap menikmati ramainya pembeli.
15. Kekhawatiran struktural serius: JPO Asia Afrika terancam overload saat pengangkatan trofi Minggu pagi Wali Kota Bandung Farhan secara khusus menyebut kekhawatirannya soal daya tampung struktur jembatan yang tidak dirancang untuk menampung ribuan orang sekaligus.
Persib juara tiga kali berturut-turut adalah pencapaian luar biasa.
Tapi setiap kali perayaan berlangsung, yang merasakan dampaknya bukan hanya bobotoh melainkan jutaan warga biasa yang tidak punya kepentingan dengan trofi,
tapi harus menanggung kemacetan, kebisingan, asap flare, dan ketakutan akan keselamatannya sendiri.
Kritik dan suara2 ketergangguan dari perayaan Persib Juara ini bagus sebenarnya, bisa jd feedback & intropeksi bagi pemda, manajemen Persib bahkan Bobotoh sendiri
Jangan sampai kita terkena "Jebakan Suara Mayoritas" sehingga abai dgn suara minoritik, lalu merasa paling benar
Nadiem Lulusan Harvard, yakali Korupsinya Pake Cara Biasa!
Korupsi era lama identik dengan amplop dan rekening gendut. Namun dalam kasus Nadiem, seorang lulusan Harvard, dugaan korupsi justru terlihat jauh lebih canggih dan tidak sederhana: dimainkan lewat regulasi, desain kebijakan, dan pengaturan sistem. Yang dipersoalkan bukan sekadar proyek Chromebook, tetapi dugaan bagaimana arah anggaran pendidikan dibentuk melalui kebijakan yang tampak sah.
Kasus ini menjadi menarik karena dugaan persoalannya bukan sekadar soal Chromebook atau Windows versus Chrome OS. Titik krusialnya ada pada perubahan skema pengalokasian anggaran yang sebelumnya berbasis usulan daerah menjadi lebih tersentralisasi melalui aturan turunan kementerian. Di situlah dugaan rekayasa bekerja: bukan mencuri uang secara vulgar, tetapi mengarahkan arus APBN lewat desain regulasi yang tampak sah.