@keluhkesahkonoh Gue perantau gak pilih pilih kerja gaji UMR tapi misah sisain buat nabung, kamu dikasih rekomendasi dan koneksi aja masih kurang bersyukur. Hmmmm
Gue sebenarnya baik-baik aja sendiri. nggak yang desperate harus punya pasangan.
tapi jujur, gue juga nggak sabar ketemu seseorang yang beneran tertarik sama gue. Yang pengen ngobrol tiap hari, nanya hari gue gimana, dengerin cerita gue, ketawa bareng, dan beneran peduli sama apa yang gue rasain.
soalnya sekarang susah banget nemu orang yang mau benar-benar komunikasi. banyak yang cuma hadir sebentar, tapi nggak benar-benar kenal.
yang genuine tuh makin langka.
ya Allah jadikanlah di sisa 3 bulan terakhir ini, bagianku jadi orang yang beruntung dalam hal apapun, baik rezeki, karir, dan masa depan yang jauh lebih baik lagi
Rakyat Indonesia, ayo sadar, kita itu lagi dimiskinkan secara struktural. Mau kerja sekeras apa pun, you can only have this much. Nggak bakal bisa lebih kaya dari ini unless you play dirty like those mfs do.
suka banget sama kalimat ini:
"seburuk apa pun halaman sebelumnya, langkahmu tetap masa depan. tugasmu hanya menjadi baik, bukan sempurna. hanya perlu menjadi lebih baik dari hari kemarin, bukan lebih baik dari orang lain"
Aku setuju banget sama kalimat ini:
“Banyak orang jadi nggak menarik setelah kita tahu cara pikir mereka.”
Dan mungkin itu kenapa aku selalu kagum sama orang yang cara pikirnya luas, tenang pas ngomong, dan ngerti gimana jadi manusia, bukan cuma sekadar hidup. Yang open minded tanpa ngerasa paling benar, yang tau batasan tanpa ngerendahin orang lain, dan nggak gampang ngejudge siapa pun.
Karena kecerdasan itu menarik, tapi empati dan respect itu yang bikin orang pengen tetap ada di hidup kita.
Weeding dream kamu apa?
" Nikah untuk tidak bercerai , nikah untuk tidak dianggap beban , nikah untuk tidak main kasar , tiada issue curang , dunia akhirat dicari bersama , jadi tempat dan perlindung terbaik sesama kita sehingga jannah. " 🤍