Di suatu negara yang aneh
Negara tropis = buah mahal
Negara maritim = ikan mahal
Negara CPO = migor mahal
Negara SDA = listrik dan BBM mahal
Negara hukum = tunggu viral
Swasembada pangan = beras mahal
Bebas aktif = ikut BOP
Negara religius = korupsi nya banyak, sampai kitab Tuhannya dikorupsi
Semuanya karena sistem yang buruk dan political will yang tidak berpihak rakyat tapi berpihak cepat balik modal dan nambah kekayaan pribadi hehe
Judul programnya makan bergizi gratis, anggaran buat beli motor 42 juta sebanyak 31.000!!! Giliran buat anggaran makanan anak2nya malah cuman 10.000 / anak. Dimana logikanya?
Kita lg menyaksikan sejarah (proyek korup sistematis paling besar di sejarah Indonesia)
Ak ingat dulu pas korupsi e-ktp yg 2 triliun. It truly feels VERY big and massive. Tapi sekarang? 1,5 hari MBG 😂
Yah, mau adu miskin?
Sangking miskinnya, kami udah tau kalau baju di Indonesia itu pakai campuran polyester yang bisa buat darah kami mengandung mikroplastik, tapi kami terpaksa tetap beli.
Karena kapas Indonesia 99% ipmor, jadi baju katun asli mahal. 🙄
Kasih masukan berisiko masuk penjara. Lempar pertanyaan dibalas lempar molotov. Melaporkan yang tidak baik malah dilaporkan karena mencemarkan nama baik. Kritik keras berujung disiram air keras
.
Kepada siapa rakyat harus berlindung ketika negara tidak mampu melindungi?
Gw mau lo baca ini pelan pelan.
Pak Purbaya bilang kalau anggaran kurang, pilihannya cuma dua. Geser anggaran pembangunan atau BBM naik. Yang tidak akan digeser adalah anggaran Makan Bergizi Gratis.
Sekarang gw mau kita hitung bareng.
Anak sekolah dapat makan gratis 10 ribu per hari.
Tapi BBM naik harga logistik naik. Harga logistik naik semua harga barang di pasar naik. Bahan makanan naik. Ongkos transport naik. Tagihan listrik naik.
Satu keluarga bisa keluar tambahan ratusan ribu per bulan karena efek domino BBM naik.
Tapi anaknya dapat makan gratis 10 ribu per hari.
Jadi pemerintah dengan bangga kasih 10 ribu ke anak lo di sekolah sementara mereka ambil jauh lebih besar dari meja makan keluarga lo di rumah.
Dan ini dikemas sebagai kebijakan pro rakyat.
Yang lebih bikin gw geleng geleng ini bukan kebodohan. Ini kalkulasi.
Karena makan gratis itu kelihatan. Bisa difoto. Bisa dijadiin konten. Bisa dijadiin legacy program.
Tapi dampak BBM naik itu tersebar. Gak kelihatan langsung. Gak ada yang foto ibu rumah tangga yang diem diem ngurangin lauk karena harga naik.
Mereka tau persis mana yang akan diingat publik.
Dan mana yang akan ditelan diam diam.
Tahukah kalian, jika MBG dihentikan total selama Ramadan, maka seluruh guru honorer di Indonesia bisa digaji sekitar delapan juta per bulan selama setahun penuh?
(Gara-gara Ferry Koto dan Mas Guntur Romli debat, akhirnya saya ngitung juga. Dan kaget dengan angkanya)
Selamat malam Pak @prabowo yang saya hormati, maaf saya mengetik surat terbuka ini sambil menangis.
Saya tahu persis anggota TNI/POLRI yg sudah diturunkan ke Bencana Banjir Bandang Sumatra sudah sangat bekerja keras.
Dari sprint buat jembatan darurat, hingga jatuh di sungai...
@kompascom Ungkapan "miskin tapi sombong", biasanya untuk menggambarkan orang-orang yang berusaha menjaga integritas atau harga dirinya.
Tapi kalau miskin, inkompeten, goblok, dan sombong, itu namanya Pemerintah Republik Indonesia.
Oh iya, itulah kenapa 11/100 bikin sakit hati banget. Mungkin Triggering trauma. Penasaran kalau melalui proses assessment temen-temen psikologi. Masa kecilnya terutama. Karena kan usia jadi anak-anak lagi ini.
[0/20] Bonus demografi sering disebut sebagai pintu emas menuju Indonesia maju, tapi benarkah akan otomatis jadi berkah? Mari kita diskusikan dalam utas berikut…
Prabowo, Presiden Indonesia yang Semakin Bodoh
Di tengah ancaman tarif dagang baru dari Amerika Serikat yang mencapai 32% terhadap ekspor Indonesia, Prabowo Subianto, tampil dengan penuh percaya diri mengumbar strategi yang katanya, akan menyelamatkan ekonomi bangsa dengan memaksimalkan Makan Bergizi Gratis, Hilirisasi, dan memanfaatkan keanggotaan di dalam BRICS.
Bagi pemujanya yang (maaf) tolol, strategi Prabowo tadi akan mereka sambut dengan tepuk tangan, atau bahkan tangisan. Namun, benarkah strategi ‘jenius’ itu datang dari seorang Prabowo yang (dulunya) intelek, atau, hanya sekedar omong kosong dari Presiden yang semakin terlihat bodoh di mata saya?
Apakah dengan mengandalkan MBG, hilirisasi, dan keanggotaan BRICS bisa menjadi penopang ekonomi negara yang sedang tidak baik-baik saja ini? Bisa, tapi saya bohong, hehehe. Faktanya, kurs IDR yang terus saja merosot hingga Rp16.950 per USD, tidak akan mampu menolong kita dari kenaikan harga-harga kebutuhan dari primer, tersier, hingga sekunder yang masih mengandalkan impor.
Esai kali ini sengaja saya buat dengan provokatif, karena saya pribadi sudah gelisah dengan semakin tumpulnya intelektualitas Presiden Prabowo.
Sebuah Esai