Kementerian itu bukan perusahaan pribadi.
Menteri bukan owner. Pegawai bukan anak buah yang digaji dari kantong dia.
Mereka digaji negara. Menterinya juga. Duitnya dari rakyat.
Jadi kalau ada pejabat/pegawai kementerian bermasalah, cepuin aja udah.
homofobia, classis, rasis, dan segenap ideologi menindas lain, menuntut tiap-tiap individu minoritas menjadi representasi atas kelompoknya. apapun kesalahan yang mereka lakukan, dosa itu gak akan ditanggung sendiri, tapi harus dilimpahkan kepada kelompok.
misal ada satu laki-laki gay, melakukan pelecehan, maka semua laki-laki gay adalah pemerkosa. apabila satu orang timur minum dan berulah, maka semua orng timur adalah pemabuk dan tukang bikin rusuh.
hal ini tidak terjadi pada mayoritas. dosa terorisme tidak ditanggung semua muslim(kecuali di dunia barat di mana islam adalah minoritas), dosa laki-laki pemerkosa tidak ditanggung semua laki-laki, dan sebagainya, dan sebagainya.
logika asosiasi pendek begini sama persis dengan bagaimana negara memandang masyarakat: pendemo adalah pembuat masalah. maka polisi akan menghukum seluruh demonstran berdasarkan kesalahan paling buruk yang dilakukan individu. lalu kemudian, kita dituntut untuk melihat hal paling baik yang dilakukan satu polisi atau politisi, lalu memukul rata semuanya berdasarkan kesolehan insignifant tersebut.
logika penindas, di mana pun dan di aspek kehidupan apapun, sama saja.
barusan, aku nge-unfollow satu orng di instagram dengan bio bertuliskan begini: ideolog, penulis, melawan sejak dalam pikiran. ybs bahkan menulis tentang kapitalisme.
lalu postingannya begini.
@dimarsasongko98 Curiga nya ini biar gak lewat mekanisme pailit, terus dijual harga pasar dan dibagi ke korban kreditur.
Opsi kedua di-hibah tapi nanti pengembang nya tetap yang pegang lippo.
Kalik ya~
Berita TNI tembak mati 8 orang ini tidak akan muncul di tv2 nasional atau berita2 nasional. Termasuk ketika 13+1 orang dihabisi dalam satu malam pada Oktober 2025 lalu di Intan Jaya.
Kenapa? Karena ini terjadi di Papua. Kalau terjadi di luar Papua, akan heboh satu Indonesia.
Ade kecil ini berasal Distrik Pogma wilayah konflik antara TNI vs. Pejuang Kemerdekaan TPN PB.
Ade kecil ini dng warga lainya mengungsi ke Distrik Kebru, lokasi yg su disepakati menjadi zona pengungsi. Namun hingga Distrik Kebru, militer Indo justru membantai warga pengungsi.