@MiskinTV_ Ada yang bikin begini, ada juga yang bikinnya cewe joget joget dengan bagian atasnya nerawang. Untuk saat ini semua yang AI masih keliatan kalo itu AI, tapi seiring berkembangnya AI, bisa jadi makin sulit membedakan AI dan Asli
Sebagai sesama Muslim ngeliat video ini gue sedih bukan main.
Rasullah SAW bilang di HR Muslim: "Qaddarullahu wa maa sya'a fa'ala" yg artinya ini takdir Allah dan apa yg Ia kehendaki pasti terjadi.
Tapi ucapan Arda murni karena ia merasa lemah, sedih dan frustrasi bukan karena tidak rida.
Semua sudah terjadi, kita sebagai manusia harus bisa bangkit dan makin mendekatkan diri pada-Nya.
Apa momen yg bikin lo kaya gini bray? Pernah ga lo ngerasa semua usaha yg lo lakuin kaya nabrak tembok, dan apa lo lakukan?
@Kemalaman0116@idextratime Dari yang ane tau sih maradona, militan banget sampe ada agamanya kwkw. Soalnya messi pernah gagal, jadi masih ada sempet dibencinya
Gue ga heran sih sama KTP Aceh..
Emang Aceh itu ada spesial-spesialnya, seperti nanggung biaya BPJS warganya lewat JKA.
Tapi selain itu,
Jamaah haji ber-KTP Aceh dikasih uang saku 2000 rial. Lebih dari jamaah Indo lainnya yang hanya 750 rial.
Kok bisa?
Jadi pas tahun 1800an, ada orang Aceh yang bernama Habib Bugak, punya harta berupa tanah dan bangunan di Mekkah.
Harta itu kemudian dia wakafkan untuk kepentingan jamaah haji Aceh.
Lalu pas perluasan Masjidil Haram di abad ke 20, lahan dan bangunan itu digusur sama Saudi.
Diganti dengan lahan lain yang kemudian dibangunkan hotel.
Nah keuntungan dari hotel itu kemudian diwakafkan untuk jamaah haji asal Aceh.
Jadilah setiap jamaah haji Aceh mendapatkan uang saku sebesar 2000 riyal.
Atau sebesar 9,2-9,3 juta rupiah.
Uang itu selalu dibagikan setiap tahun sama nazir (pengelola) wakaf itu
ke jamaah haji Aceh.
Seperti yang terlihat di gambar di bawah ini.
Oiya berikut juga ada gambar hotelnya.
"kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur sppg"
"kami mau melapor ke tentara, tentara punya dapur sppg"
"kami mau melapor ke DPR, anggota DPR banyak yg punya dapur SPPG"
"ini jalan terakhir kami mengadu. kepada konstitusilah kami berharap, ya kalau ga punya dapur"